Loading

Taman Nasional Alas Purwo ialah pesona wisata unggulan banyuwangi yang identik dengan kesan mistis dan angker. Konon kawasan ini adalah tanah tertua yang ada di pulau Jawa dan luasnya mencapai 44.037 hektar. Saat mengunjungi alas purwo, anda akan menmukan kawasan savana, hutan mangrove, wisata budaya, goa kuno bahkan beberpa pantai. Tempat ini juga menjadi habitat dari kumpulan makhluk hidup yaitu 50 jenis mamalia, 700 jenis flora, 320 jenis burung, 15 jenis amfibi dan 48 reptil yang menempati alas purwo ini.

Alas purwo masih dijadikan tempat ritual dan melakukan upacara kegamaan hindu untuk sebagian orang, karena banyaknya petilasan-petilasan bekas peninggalan kerajaan Majapahit. Terdapat situs kawitan yang masih orang-orang anggap misterius asal muasal keberadaannya. Biasanya warga sekitar akan menggelar upacara kegamaan bulan purnama dan bulan mati. Dan upacara pager wesi untuk menyelamatkan ilmu pengetahuan yang para leluhur turunkan kepada para dewa dari ancaman raksasa. Upacara itu masih terus warga gelar setiap tujuh bulan sekali atau setiap 210 hari.

Misteri Keangkeran Alas Purwo

1. Goa Istana

Presiden pertama RI yaitu Ir. Soekarno pernah mengunjungi tempat ini untuk bertapa dan mencari ketenangan. Menurut kepercayaan masyarakat, saat bertapa ia bertemu dengan penguasa laut selatan ialah Nyi Roro Kidul. Para raja dulunya memakai tempat ini untuk bertukar pikiran dan banyak orang yang percaya untuk mencari ilmu gaib. Menurut penuturan seorang paranormal, terdapat dua sosok prajurit dari bangsa jin bertubuh besar yang menjaga goa inii. Bahkan pusat dari seluruh penghuni alas purwo adalah goa ini. Maka dari itu, alas purwo disinyalir merupakan pusat kerajaan makhluk gaib tanah jawa.

2. Orang Hilang Takkan Bisa Selamat

Secara turun temurun masyarakat banyuwangi mempercayai tak pernah ada orang yang selamat saat masuk kehutan purwo bahkan jasadnya pun hilang. Jika orang itu berhasil selamat pun , maka hidupnya aka mendapat musibah dan celaka. Karena hal itu, orang sakti dari luar sering mengunjungi tempat ini untuk bertapa dan mencari ilmu gaib. Apalagi saat malam bulan suro, tempat ini akan ramai orang untuk melakukan semedi pada petilasan dan goa-goa.

Baca Juga : Gunung Kawi – Awal Mula Kisah Menjadi Tempat Pesugihan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *