Loading

Sintia si anak introvert yang menghuni kosan barunya mendengar ada suara  perempuan bermain biola setiap malam pada kamar sebelah yang kosong. Sintia tahun ini baru saja lulus dari SMA dan muulai mengirim cv untuk beberapa perusahaan. Setelah menjalani beberapa tes dan interview akhirnya sintia terpanggil untuk bekerja pada perusahaan kota malang. Dua hari sebelum masuk kerja, ia mencari-cari kosan terdekat dan fasilitas terbaik.

Tentunya, ia mencari kosan dengan fasilitas yang terbaik dengan kamar mandi dalam dan terdapat dapur mini juga terdapat pada dalam kamarnya. Mengingat sintia bukanlah orang yang mudah bergaul dengan orang lain dan tidak suka berbasa-basi dengan orang asing. Pada hari berikutnya, ia memang hanya menjalankan aktivitas yang seharusnya seperti bangun, mandi, bekerja, pulang kerja, dan masuk kamar lagi. Ia bahkan malas untuk berkenalan ke tetangga-tetangga sebelah kamarnya. Pikir sintia, mereka pun akan sibuk dengan urusan mereka masing-masing dan aku akan tetap menjadi anak introvert saja, tapi nyatanya malah..

Baca Juga : Tergoda Oleh Pesugihan Genderuwo Yang Meminta Tumbal Manusia

Terdengarnya Alunan Biola Dikamar Sebelah

Kosan yang sintia tinggali terdapat 8 deret kamar dan kamarnya berada diujung lorong nomer dua. Jika sintia pulang kerja, kosan akan terasa ramai kelihatannya penghuni kosan kebanyakan adalah mahasiswi muda yang mudah bergaul. Namun ia tak pernah melihat sekalipun penghuni ujung kamar ini keluar, mungkin pikirnya ia juga orang yang sama sepertinya.

Tidak mau bergaul dan juga termasuk anak introvert sama sepertinya. Saat pulang sampai larut malam sintia masih sering mendengar alunan biola dan alunan suara perempuan yang sama-sama merdu pada kamar sebelah. Tapi tak sekalipun ia pernah melihat seperti apa wajah orang tersebut. Suara biola itu sering terdengar setiap malam, pertama kali mendengar itu sintia cukup terganggu karena tak bisa tertidur tenang. Sampai sudah beberapa minggu akhirnya sintia mulai terbiasa dan merasa suara biola tersebut seperti relaxing sound baginya.

Namun pada suatu malam ia mendengar ada suara orang mengetuk pintu kamarnya. Sintia agak bingung, karena tak ada satupun orang yang mengenalinya dan ia membuka pintu kamarnya namun tidak ada siapapun. Dan setiap harinya kejadian itu selalu terulang, setiap suara biola itu terdengar dan menghilang ketukan pintu akan langsung terdengar.  Ia mulai marah dengan suara ketukan yang mengganggunya setiap hari itu, perasaan takut dan merinding sempat ia riasakan. Namun ia selalu meyakinkan bahwa ia hanya berhalusinasi selama ini.

Keesokan harinya saat akan berangkat kerja, ia melihat seorang mahasiswi muda berdiri seperti sedang menunggu seseorang menjemputnya. Mereka yang sama-sama sedang menunggu ojek online untuk menjemputnya pun akhirnya berbasa-basi..

“Ojeknya lama banget nih gak datang-datang” kata si mahasiswi itu.
“Haha, iya mbak sama.” jawab sintia.
“Oh iya, namanya siapa mba? Kita belum sempat berkenalan” kata mahasiswi.
“Aku sintia, kalau mbak?”
“Namaku desi. Mbak sintia mau kerja ya?”
“Oh iya, aku kerja nih hehe”

Sangking Asyiknya Menjadi Anak Introvert, Ternyata Kamar Ujung Lorong Itu Kosong

Mereka pun mengakhirnya dengan saling senyum dan sintia mulai nyaman dengan obrolan itu. Ia memutuskan untuk mengakrabi nya saja, tidak ada salahnya punya satu teman dalam satu lingkungan kosan.
“Mbak desi, kamu sudah lama ngekos?” tanya sintia
“Semenjak pertama kali masuk universitas aku sudah disini. Dan sekarang aku sudah semester tiga, semua orang disini aku lumayan hafal hehe”
Sintia langsung menanyakan perihal perempuan yang suka bermain biola kepada desi. Dan suara ketukan pintu juga yang sering terdengar setiap suara biola itu menghilang.
“Ah, biola?” tanya desi.
“Kamu yakin sintia? jangan bilang, tiap malam pun ada yang sampai ngetuk kamar kamu?”sambung desi

Sambil kebingungan, sintia menjawabnya dengan mengangguk pelan. Dan desi menceritakan tentang penghuni kamar samping. Dulu ada seorang perempuan bernama rina dan dia asli orang solo, dia sangat pintar bermain biola dan suaranya juga merdu. Dan saat liburan idul fitri kemarin ia pulang kampung dan ada kabar bahwa kalau dia mengalami kecelakaan dan meninggal. Sintia hanya tertegun diam dan tubuhnya seketika merinding. Dan semenjak saat itu juga kamar mba rina menjadi kosong sampai sekarang. Ia pun sering dengar cerita-cerita kaya gini dari anak-anak baru yang menempati setiap kamar kos. Sepertinya target utamanya memang anak baru, bahkan ia sampai mengetuk pintu kamar malam-malam.
Kali ini sintia benar-benar merinding dan lemas, bermaksud menjadi anak introvert tapi malah terganggu penghuni kamar kosong.

“Karena dulu mba rani memang orangnya sangat ramah. Bahkan sangking ramahnya, setiap ada anak baru ia akan ngetuk pintu kamarnya dan mengajaknya berkenalan. Mungkin mbak rina mau kenalan sama sintia, ehehe” tambah desi.
“Haaa.. des jangan gitu dong.”
Sintia bertekad, selepas pulang kerja nanti ia akan menyumpal telinganya saja dan langsung tertidur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *