Loading

Bangsa Celtic kuno mempunyai sejumlah besar ritual yang terkait dengan penyembahan leluhur. Mereka yakin bahwa arwah anggota keluarga yang baru meninggal masih berada pada sekitaran mereka. Selama 40 hari Arwah anggota keluarga akan tetap tinggal untuk menghabiskan sisa waktunya dunia sebelum kembali ke akhirat. Roh mereka diyakini senantiasa berada di sekitar perapian rumah-rumah mereka dan berwujud sebagai hantu.

Sebagian kultur aneh pada zaman dulu antara lain anggota keluarga yang masih hidup akan memenggal kepala musuh yang terbunuh dalam pertempuran. Kemudian mendedikasikannya untuk hantu para pejuang perang dan pemimpin dalam sejarah keluarga. Hantu yang mereka persembahkan mereka percaya sebagai wujud dari arwah anggota kelurga mereka yang meninggal.

Festival Penghormatan Hantu Dan Arwah Anggota Keluarga

Pada tempat-tempat seperti Brittany, yakin bahwa hantu-hantu orang mati berkumpul saat malam hari sekitaran perapian rumah. Hantu dari arwah anggota keluarga mencari kehangatan dan kenyamanan yang sama seperti yang mereka temukan kala masih hidup. Ada pula festival musim panen yang menjadi cara untuk menenangkan hantu yang mati karna berperang. Acara ini pun terkait dengan berlanjutnya praktik perjuangan antara bangsa Celtic. Festival ini bernama Lugnasad, umumnya melibatkan seorang tumbal yang pengorbanannya untuk mewakili hantu penjaga jagung.

Selain itu festival ini menunjukkan rasa terima kasih masyarakat atas panen yang bagus. Festival dan perjuangan juga untuk mengenang orang-orang yang sudah mati demi kesuksesan rakyat. Terutama bagi hantu arwah anggota tiap keluarga.

Dengan menjalakan festival dan segala macam pengorbanan, mereka percaya hidupnya dapat terhindar dari amarah hantu. Budaya seperti pembakaran kayu Yule sudah terkaitkan dengan kepercayaan hantu keluarga yang berkumpul sekitar perapian untuk bertamasya.

Bagi bangsa Celtic, bukan hanya orang hidup saja yang bertanggung jawab untuk merawat hantu. Di Kilranelagh, County Wicklow, cangkir pada ceruk yang terbangun di kuburan tiap-tiap kali seorang buah hati di bawah lima tahun dimakamkan di sana. Berdasarkan mitos, itu yakni tugas arwah si buah hati untuk merawat hantu dewasa lain dan membawakan mereka air dalam gelas yang tinggalkan oleh pelayat mereka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *