Loading

Semasa hidupnya beliau adalah orang yang sangat disiplin, bahkan setelah beberapa hari pemakamannya arwah ayah mertua masih sering datang untuk mengingatkan. Setelah beberapa hari semenjak kepergian ayah mertuanya, rina dan keluarganya merasa rumahnya terasa sangat sepi.

Mereka tinggal bersama suami, dua anaknya dan ayah mertuanya dalam satu rumah. Kalau ibu mertuanya sudah lama meninggal saat rina masih mengandung anak pertamanya 4 tahun lalu. Mereka memutuskan untuk mengajak ayahnya tinggal bersama saja, agar beliau tak merasa kesepian

Baca Juga : Teror Sosok Mata Merah Yang Marah Dari Puncak Semeru, PART II.

Orang Yang Disiplin

Ayah mertuanya merupakan orang yang baik dan terkenal akan sifat displin nya. Ia memiliki kebiasaan bangun pukul jam 5 pagi dan memastikan seluruh jendela telah terbuka. Setelah melaksanakan shalat shubuh, ia akan pergi kedapur untuk menyeduh teh hangat jika menantunya terlambat bangun.

Ia adalah orang yang akan mandi paling awal bahkan sebelum yang lainnya terbangun. Rina dana anak-anaknya menjadi orang yang paling dekat dengan mertuanya karena mereka sering menghabiskan waktu lama dirumah. Kalau suaminya berangkat kerja pagi-pagi akan terlihat pemandangan ayah mertuanya sedang membaca koran sambil minum teh didepan teras.

Sehari setelah ia pergi, rina merasakan kalu keadaan rumahnya terasa sangat sepi sekali dan berbeda. Suaminya sangat terpukul akan kepergian ayahnya itu namun mereka berdua selalu merasa kalau masih terus terawasi. Kadang tiba-tiba suhu ruangan dapat berubah drastis dengan sendirinya. Sempat terbesit, apa arwahnya sedang menghampiri mereka?

Lupa Menutup Pintu Kamar Mandi

Perasaan seperti terawasi ini selalu ia raskaan samapi beberpa hari kedepan dan ia tak menceritakan ke siapapun. Ia terus berpikir, mana mungkin orang yang telah mneinggal masih dapat mengawasi orang hidup pada dunia yang telah berbeda. Kejadian aneh mulai terjadi ketika ia selesai mandi dan hendak menyalakan televisi namun lupa menutup pintu kamar mandi. Tiba-tiba dari kamar mandi terdengar suara
“Tutup lagi pintu kamar mandi nya ndul.”

Sontak saja ia langsung menoleh kearah kamar mandi dan menghampiri nya, namun tidak ada siapapun. Bulu kuduknya mendadak merinding dan sekelibat terlihat dari arah dapur sosok bayangan putih. Tak terlihat jelas, namun dugaannya tentang mereka kedatangan sosok ayah mertuanya sepertinya memang benar. Setelah mengecek kedapur, juga sama-sama tidak ada siapapun. Hanya saja terlihat tutup kotak penyimpanan teh mereka tertutup, padahal ia tahu persis kalau suaminya tidak terlalu suka teh.

Arwah Ayah Mertua Yang Mengetuk Pintu

Kejadian ini selalu terulang kembali selama hampir seminggu, bahkan kejadian aneh seperti itu juga terjadi saat malam hari. Saat suami dan anak-anaknya telah tertidur lelap, ia sedang merapikan bekas makan malam dan mencuci piring di dapur. Namun tiba-tiba terdengar suara orang mengetuk pintu dari luar. Siapa yang akan bertamu malam-malam gini? Perumahan tempat mereka tinggal cukup jarang jauh dari jalan utama.

Ia hanya terpaku pada meja makan dan takut untuk membukakan pintu. Suara ketukan pintu terus terdengar sampai akhirnya memberanikan diri untuk mendekati pintu. Dengan gemetaran ia mengintip lewat jendela dan tak melihat siapapun. Setelah menjauh beberapa langkah, suara ketukan pintu kembali terdengar dan ia langsung membuka pintu. Cukup terkejut karena ia ternyata belum mengunci pintu rumahnya, setelah membuka pintu tak ada siapapun diluar.

Ia bergegas menutup pintu dan dari kamar terdengar suara anak bungsunya memanggil “Mah…” sambil berjalan keluar dai kamar.
“Dede kok bangun? Mau pipis ya?” tanya rina.
“Ma, kata kakek tadi bilang. Jangan lupa pintunya kunci ya” jawabnya.
Rina sontak langsung menggendong anaknya kembali ke kamar sambil berkata “Iya sudah mamah kunci nak, bilangin kakek makasih ya”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *