Loading

Cerita Horor : Celetukan celine yang bisa melihat makhluk halus – Dari paling banyak fenomena makhluk halus, celetukan sepupu kecilku celine merupakan yang terhoror. Dengan suaranya yang menggemaskan ia mampu melihat keberadaanmaklhuk halus disekitarnya.

Suatu hari ibuku harus segera mengunjungi suatu kota dikarenakan ada saudara yang masuk kerumah sakit. Dan malam harinya ia sangat sibuk mengemasi pakaan kedalam tas. Ibu, bapak,om sera tante ikut pergi sejakpagi dini hari dan aku diminta mejaga sepupu ku yang berumur 5 tahun. Karena dirumah sakit terlalu rentan untuk anak kecil jadi aku menyuruh sepupuku tinggal bersama ku saja dirumah.

Di Jendela Ada Siapa?

Sepupuku bernama Celine ia datang membawa cukup banyak mainan dari rumahnya. Setelah melambai pada mobil ayah kami langsung masuk kerumah dan segera mengunci pintu. “Ayooo celine kita main” ujarku dengan senyum lebar. Belum saja masuk kedalam kamar dan celetukan celine membuat bulukuduku merinding
“Ka itu yang diluar gak disuruh masuk juga?”
sontak aku melihat kerah luar dan memang tidak ada siapapun.
“Gak ada siapa-siapa celine”
Celine tidak menjawab apapun, langsung saja kubawa ia masuk kedalam kamar. Padahal masih pagi tapi karena hal ini aku jadi mendadak merinding.

Baca Juga : Ruang TU Yang Penghuni Nya Suka Mengganggu Manusia

Celine langsung memainkan mainan masak-masakannya dan akupun ikut bermain bersamanya. Dalam hati aku agak menyesal juga mengajak celine kesini dan hanya berdua. Menurut cerita om dan tante, celine merupakan salah satu anak kecil yang bisa melihat makhluk halus. Namanya anak kecil yang masih polos, ia sering asal ucap ketika melihat sesuatu yang dilihatnya. Akupun pernah membuktikannya sendiri dulu, saat liburan hari raya kemarin dikampung.

Di Lift Penuh Dengan Orang Yang Berdarah-darah

Saat itu, sialnya nenek masuk rumah sakit dan aku ikut berkunjung kesana begitupun celine. Tiba-tiba celine merengek minta dibelikan ice cream saat itu juga. Dan tante menyuruhku untuk menemani celine membeli nya bersamaku. Akhirnya pergilah kami kesupermarket dan turun menggunakan lift karena kamar nenek berada dilantai 3. Saat akan memasuki lift, disana hanya ada satu orang ibu-ibu berdiri diitengah-tengah lift. Baru saja mau masuk kedalam, tiba-iba celine menahan tanganku dan menggelengkan kepala. Ibu-bu didalam lift agak kebingungan sampai pintu lift akhirnya tertutup.
“Kenapasih celine?” tanyaku.
Lagi-lagi celetukan celine yang horor keluar,
“Lift nya penuh orang kak. Ada yang mukanya berdarah-darah,celine gamau liat”
Jelas-jelas hanya ada satu ibu-ibu dilift tadi!

Guling Nya Mirip Orang Di Jendela Tadi, Pocong?

Rasanya masih saja belum cukup,lagi-lagi celine membicarakan ada seseorang yang tadi berada diluar jendela. Aku sudah bertekad untuk tak lagi ketakutan dengan celutak celine lagi. Dirinya terlalu imut untuk membicarakan soal makhluk halus. Tak terasa hari sudah sore, saatnya celine mandi dan aku menemaninya dikamar mandi. Saat akan kembali kekamar, seperti anak kecil pada umumnya celine berlari-lari sambil menginti[ seluruh kamar. Saat memasuki kamar mama ia berkata,
“Kak. itu yang disamping lemari siapa sih? Tadi dia kan di luar jendela.”
Sial, anak ini mulai lagi. Batinku.
Satu-satunya hal yang tidak menggemaskan dari celine adalah bisa melihat makhluk halus. Caranya bicara sebeneranya masih menggemaskan tapi apa yang ia bicarakan tetap sajamembuatku merinding.
“Ayooo terus tidur ya” ajakku.
Ia mengangguk dan segera berbaring dikasur bersamaku.
“Celine ngantuk banget ya?”tanyaku.
“Iyaaa kak. Aku mau guling kaka”
“Oh ini nih” Sambil ku menyulurkan guling dari belakang badanku.
“Dia yang tadi dijendela kak,hanya wajahnya hitam”
Jadi definisinya celine melihat sesosok pocong tadi. Sebenarnya aku sudah mulai merinding lagi, apalagi hari sudah gelap.
“Yaudah celine sekarang bobo ya. Disini cuma ada celine sama kakak, orang itu udah gak ada lagi”
“Masih ada kaka..”
“Yaudaah dia ada disamping lemari kamar bude kan. Udah tidur celine” jawabku.
“Tapi, sekarang orangnya ada di belakang kakak”
Sontak aku langsunng memeluk tubuuh celine, rasanya ingin kubungkam mulut anak ini. Malam ini menjadi panjang, aku menjadi terjaga semalaman sampai-sampai lampu kamar kunyalakan semua sangking parno nya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *