Loading

Cerita Horor:Hadiah ulang tahunku cermin cantik pembawa sial –  Beberapa hari lalu merupakan hari ulang tahunku, banyak orang yang memberiku hadiah. Namun tante hana membawakan hadiah tepat 5 hari setelah pesta ulang tahunku. Ia adalah orang yang sangat sibuk, dia sangat sering pergi keluar kota untuk bisnisnya. Ia membawakan hadiah berupa cermin cantik dan terlihat mewah.

Cermin Dari Tante Hana

Aku sungguh menyukai cermin itu. Cermin  cantik itu langsung kupasang didalam kamarku, dan aku kembali mengobrol dengan tante hana. Karena hari sudah terlihat sore, tante hana bergegas pulang. Setelah selesai mandi, aku langsung berkaca di cermin cantik itu. Aku melihat seperti ada jerawat dipipi kananku, aku tidak terlalu menghiraukannya.

Luka Yang Aneh

Dan malamnya, saat aku ingin bergegas tidur dan memakai pelembap wajah kulihat luka yang aneh dan kukira jerawat itu semakin membesar. Lalu luka itu hanya kuberi salep dan bergegas tidur. Saat tertidur, aku malah merasa luka itu menjadi semakin besar dan perih. Aku kembali bangun dan melihat kaca, luka itu menjadi sebesar biji kelereng. Dan luka itu ku kompres untuk mengurangi rasa perihnya.

Suara Dari Dalam Cermin

Tiba-tiba terdengar suara orang didalam cermin, “Buang saja cermin ini!!!” aku terkejut dan menjauh dari cermin itu. “Kukatakan, buang cermin ini!!” suara itu kembali terdengar dan semakin keras, lalu aku memutuskan untuk tidur dan menutupi seluruh tubuhku dengan selimut. Selekas aku bangun pada pagi hari, aku menyisir rambutku sembari menghadap kecermin itu. Betapa terkejutnya aku melihat wajahku, luka nya sekarang menjadi sebesar uang logam! Aku ketakutan, aku bingung harus kuapakan luka ini. Lalu kuambil jarum untuk memecahkan luka itu, baru saja sampai ujung jarumnya diwajahku.

Dari Wajahku Keluar Beratus-ratus Serangga

Rasa sakitnya sungguh tidak tertahankan. Kulempar jarum itu, dan kupanggil ayah dan ibuku. Tidak ada yang menyahut, aku lupa kalau mereka sedang pergi keluar negeri untuk pekerjaannya. Tubuhku sangat lemas, tak sadar aku ketiduran sambil memegang wajahku yang terasa semakin nyeri. Aku kembali bangun dan melihat cermin, luka ini kini sebesar buah jeruk. Kuberanikan diri untuk menusukkan jarum ke luka ku itu. Rasanya sangat sakit, dan tiba-tiba keluar beratus-ratus serangga seperti kelabang dan kalajengking dari luka itu. Aku sangat terkejut dan tidak sadarkan diri.

Saat aku terbangun dari pingsanku, aku melihat begitu ramai orang-orang dirumahku. Dan tampak terpasang bendera kuning didepan rumahku. Ada ayah ibuku sedang menangis didepan seorang yang sudah dikafani. Aku memanggil mereka dan orang-orang, tidak ada yng melihatku. Aku lihat lebih dekat orang yang dikafani itu. Dan.. ternyata orang itu adalah aku.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *