Loading

Cerita Horor : Hantu kepala manusia yang berjatuhan dari pohon durian – Sekaligus dua kepala manusia jatuh dari pohon durian mengepung jalan pulang saya. Ternyata dulunya ada sosok kakek-kakek yang meninggal karena tertimpa buah durian?

Dulu saat masih kecil saya tinggal dipedesaan didekat pegunungan. Seperti rutinitas anak desa kebanyakan, saya bersekolah pada pagi hari dan berangkat untuk mengaji pada sore hari. Saya mengaji bersama teman-teman menuju TPQ yang jaraknya sekitar 15 menit berjalan kaki dari pedesaan, sekitar jam 4 sore dengan menggendong tas berisi iqra, tuding, buku tulis, pensil dan sebuah senter. Kami biasa pulang dari TPQ pada jam setengah 7, karena mengikuti shalat magrib berjamaah dulu dimasjid. Tentu saja pulang saat hari sudah gelap merupakan rutinitas yang biasa dilakukan bagi kami. Baca Juga: Penjara Horor Di Tepi Pantai Dan Cerita Hantu Tanpa Kepala

Pengalaman Mistis Di Pemakaman Tua

Beberapa pengalaman mistis pastinya sering kami alami bersama saat berjalan pulang menuju rumah. Apalagi saat berjalan melewati sebuah pemakaman tua, ada saja kejadian aneh yang terjadi. Misalnya, saat salah seorang teman bernama Didi melihat ada seekor anjing yang sedeng mengorek-ngorek tanah kuburan baru, ia seperti sedang berusaha membebaskan mayat dari dalam kuburan. Atau kejadian yang saya lihat sendiri, yaitu ada tiga anak kecil berkepala plontos sedang berlarian kesana kemari di area pemakaman.

Masing-masing dari kami hampir semua memiliki pengalaman melihat sosok hantu dengan beragam jenis. Bagi kami, dilihat dan ditertawai oleh sosok pocong, kuntilanak, genderuwo adalah hal biasa. Sampai pada suatu hari kami bertemu dengan sosok hantu yang cukup berbeda. Ceritanya gini, dulu di desa saya tidak semua rumah sudah memiliki listrik. Sebagian orang masih mengandalkan penerangan dari obor dan lampu minyak. Di desa jarak antara rumah satu dengan yang lainnya cukup berjauhan, dan jika hari sudah terlihat gelap sudah pasti keadaan nya sudah sangat gelap, sepi dan cukup mistis.

Suara Cekikikan Hantu Saling Bersahutan

Teror yang terjadi saat itu dialami ketika memilih untuk sekalian shalat isya berjamaah dimasjid dan saya pulang dari mengaji sendirian. Dengan pede nya saya berjalan sambil menjinjing iqra dan berpikir positif thingking “Iyaaa mana mungkin ada setan yang berani nggodain anak yang baru pulang mengaji, pasti saya akan dijagain sama Allah”. Jarak rumah pun tak terlalu jauh dari masjid, jadi aku berani-berani saja. Namun berbeda dengan kenyataan nya, malam itu saya merasa jarak tempuh masjid dengan rumah terasa sangat jauh. Saya hanya menunduk disepanjang jalan karena merinding, sudah dipastikan akan banyak sosok yang akan terlihat. Ada saja keadaan yang mendukung suasana horor malam itu, angin malam menjadi lumayan kencang, danyak dedaunan dan ranting patah terbawa angin membuat bulu kuduk saya langsung berdiri saja.

Tidak bisa dibohongi, suara cekikian saling bersahutan pun sudah terdengar lirih ditelinga saya dan tiba-tiba saja saya mencium aroma kopi yang cukup menyengat. Saat akan melewati sebuah pohon durian milik pak lurah, tepat dibawah pohonnya “Buggg!!!!”
Sontak saya sangat terkejut dan berlari menuju tanjakan desa yang lumayan gelap. Cahaya bulan pada malam itu memang cukup redup dan tidak bisa diandalkan. Ketika memeriksa tas untuk mencari senter, sial nya saya lupa memasukan nya ketika mau berangkat mengaji tadi. Jadi saya memutuskan untuk berjalan perlahan saja.

Kepala Manusia Yang Jatuh Dari Pohon

Sepanjang saya berjalan, seperti banyak pasang mata yang mengawasi setiap langkah saya. Dengan tatapan penuh waspada, lagi-lagi suara “bugggg!!!!!” suaranya sangat nyaring dan terada dekat. Benar saja, ada satu kepala manusia menggelinding dari pohon durian tepat didepan saya. Saya tertegun melihat pemandangan itu, hantu kepala manusia itu mengeluarkan kelabang dari lubang hidung dan telinganya, sekujur wajahnya hancur dan banyak darah disekitar bibirnya yang robek. Gak mungkin ada orang yang gak panik dengan situasi begitu, mencoba beberapa detik untuk memalingkan pandangan dari si hantu kepala manusia itu. Sekali lagi ada suara seperti durian jatuh dari pohon tepat berada dibelakang saya, dengan banjir keringat dingin saya menoleh kebelakang. Benar saja, lagi-lagi kepala manusia jatuh dari pohon durian tersebut. Tanpa berpikir panjang saya segera berlari terbirit-birit dan melangkahi sosok kepala pertama yang berada didepan saya. Rasanya ingin berteriak sekeras-kerasnya , dan sesampainya dirumah dengan keadaan yang masing ngos-ngosan saya bercerita tentang setan kepala manusia yang jatuh dari pohon. Kakek ku yang mendengar ceritaku hanya tersenyum sambil mengatakan “Dulu.. Berpuluh-puluh tahun lalu memang dipekarangan berisi pohon durian itu memang pernah ada kakek-kakek yang tertimpa durian yang cukup besar mengenai kepalanya dan meninggal. Dan jasad nya baru terlihat orang saat pagi-pagi”

Saya tercengang mendengar cerita kakek, dan ibuku datang tersenyum menghampiri saya sambil membawa nampan berisi susu hangat dan durian goreng tepung. Kelihatannya memang sangat lezat dan masih terlihat mengepul pertanda baru saja diangkat dari penggorengan. Karena perasaan saya yang masih sangat trauma dengan kejadian tadi, sontak saya pergi kekamar dan menutup tubuh dengan selimut sambil ketakutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *