Loading

Cerita Horor : Hantu noni belanda di lawang sewu yang menyeramkan – Untuk itu, dia menghimbau pada setiap pengunjung untuk berdoa telebih dahulu saat akan memasuki Lawang Sewu dan mematuhi petunjuk pemandu. “Jangan mentang-mentang punya ‘pegangan’ terus seenaknya. Kalau seperti itu pengunjung bisa kena sendiri, akan merasa panas tubuhnya, tertolak lah mereka,” cetusnya sambil melayani pelanggan.

Lawang Sewu memang menyimpan banyak kisah menarik dan misterius sebagai sebuah bangunan bersejarah, terutama mengenai sejarah kolonialisme Belanda di Tanah Air. Gedung dua lantai yang luas tersebut hanya berupa ruang kosong. Di lantai bawah tanah terdapat banyak lorong bak penampungan air dan menurut cerita pernah digunakan sebagai tempat penyiksaan.

Kasus Pemerkosaan Oleh Tentara Jepang

Pada masa penjajahan Jepang di Indonesia, terjadi kasus pemerkosaan oleh para tentara Jepang kepada puluhan noni Belanda. Kabarnya semua noni ini terdiri dari 10 noni perawan dan 10 sudah menikah. Usai memperkosa noni Belanda di Lawang Sewu, tentara Jepang langsung memenggal kepala noni-noni Belanda yang malang itu dan menyebabkan munculnya kisah mistis sampai sekarang. Kehadiran sosok noni Belanda ini kerap dialami oleh Sardi warga kampung Prembaen, Semarang Tengah, Kota Semarang. Sardi sering melihat penampakan noni Belanda saat sedang memancing ikan di sungai sekitar Lawang Sewu. Sardi juga bercerita bahwa ia pernah melihat seorang noni Belanda dengan pakaian serba putih dengan rambut panjang terurai berdiri di pojok ruangan. “Dia tidak mengganggu hanya menampakkan diri. Mondar-mandir dengan wajahnya yang cantik namun penuh dengan darah di mukanya menebar senyum. Memang sangat menakutkan, tetapi mau bagaimana lagi,” ucap Sardi.

Hantu Noni Belanda memang kerap terlihat melayang dari puncak gedung sebuah bank menuju Lawang Sewu. Meski terlihat seram, namun sosok noni Belanda itu tidak mengganggu warga yang melihatnya.

Ada Pengunjung Yang “Dimasuki” Oleh Roh Gaib

Abdul sang pemandu wisata bercerita bahwa ada salah seorang pengunjung wanita, sampai meminta tolong kepada rekannya agar ditemani ke toilet yang terletak di salah satu pojok bangunan dan saat itu sepi pengunjung. Abdul kemudian bercerita ada juga pengunjung wanita yang diyakini “dimasuki” oleh roh gaib, tiba-tiba melakukan gerakan tari balet di salah satu lorong. Padahal wanita tersebut sama sekali tidak memiliki bakat menari di kesehariannya, apalagi tari balet. Untuk itu, dia menghimbau pada setiap pengunjung untuk berdoa telebih dahulu saat akan memasuki Lawang Sewu dan mematuhi petunjuk pemandu. “Jangan mentang-mentang punya ‘pegangan’ terus seenaknya. Kalau seperti itu pengunjung bisa kena sendiri, akan merasa panas tubuhnya, tertolak lah mereka,” cetusnya sambil melayani pelanggan.

Baca Juga : Hantu Penunggu Bangunan SMP Membuat Ritual Menjadi Panjang, PART II

Pak Temon selaku penjaga parkir kawasan wisata Lawang Sewu mengatakan “pengunjung sebaiknya jangan sampai kosong (melamun) karena bisa saja kerasukan, baik siang atau malam, jangan sampai melamun”. Dia mengaku sudah puluhan tahun akrab dengan cerita-cerita mistis seputar Lawang Sewu, karena jarak rumahnya relatif dekat. Menurutnya, misteri hantu noni Belanda adalah yang sangat menyedot perhatian. Sebagai tukang parkir gedung tersebut, dia bersama rekan-rekannya sering uji nyali karena berada di lokasi hingga tengah malam bahkan dini hari. Meski dipenuhi rasa takut, namun mereka secara bergiliran berkeliling untuk menjaga kendaraan hingga paling ujung lokasi parkir.

Jangan Sembarangan dan Tetap Hormati Tempat-Tempat Seperti Ini

Menurutnya, setiap bangunan terlebih gedung tua dihuni oleh makhluk halus. Apalagi, Lawang Sewu merupakan bangunan bersejarah peninggalan Belanda dan memiliki ruang penjara bawah tanah.
“Ini kan saksi pertempuran lima hari di Semarang. Jadi bisa saja banyak yang terbunuh baik pejuang kita, warga Belanda, ataupun tentara Jepang. Jadi ya jangan sembarangan. Tetap hormati tempat-tempat seperti ini” ujar Pak Temon.

Pengunjung yang tak mengindahkan peringatan pemandu akan kena sendiri batunya seperti kerasukan. Meski saat di Lawang Sewu masih terlihat biasa saja, namun ketika pulang akan menunjukkan gejala kesurupan seperti berteriak-teriak ketakutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *