Loading

Hutan Aokigahara merupakan tempat terseram dunia sebagai tempat bunuh diri dan banyak kisah orang yang nyaris mengakhiri hidupnya disana. Terletak pada barat aut Gunung fuji Tokyo Jepang dengan luas mencapai 30 KM persegi. Hutan ini snagat subur karena curahan lahar dari gunung fuji saat gunung itu meletus pada tahun 864. Untuk para pecinta horor tentunya sudah tak asing lagi dengan hutan terkenal ini. Mendapat predikat “hutan bunuh diri” dikarenakan banyaknya kasus bunuh diri yang terjadi disini.

Hutan Aokigahara memiliki pepohonan yang rata-rata tingginya mencapai sepuluh kaki dan mempunyai daun yang rimbun dan padat layaknya kanopi. Cahaya matahari tak seluruhnya dapat masuk menyinari area hutan, allhasil hutan menjadi terlihat kelam dan damai. Dan jarang sekali hewan berkeliaran karena tak cukup banyak sumber makanan yang tersedia. Hutan itu menjadi sangat sunyi, bahkan menurut pejalan kaki menegaskan kawasan ini menjadi tempat yang sangat sunyi. Untuk para burung mucul saja, pemandangan itu cukup langka. Karene kesunyian yang begitu melekat banyak yang mengatakan suara-suara hantu merintih dan menangis kerap terdengar dari jarak yang jauh.

Baca Juga : Hantu Herlina, Sosok Cantik Pengusik Santriwati Pesantren Lamongan

Hutan Aokigahara Tempat Bersemayam Roh Yurei

Menurut cerita rakyat sekitar ada sosok roh gentayangan bernama Yurei dan terkenal kerap menghantui area hutan aokigahara dalam waktu lama. Tergambarkan sebagai sosok wanita dengan wajah pucat dan baju putih panjang dengan rambut berwarna hitam. Dalam tradisi jepang, jika seseorang mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri maka rohnya tidak akan bisa bergabung dengan roh lainnya dan karena itu Yurei mampu gentayangan.

Kemiskinan membuat para anak dengan tega membuang orangtua nya kehutan. Pada zaman dulu, hal ini sering terjadi kepada orang-orang miskin yang tak bisa memberikan cukup makanan kepada seluruh anggota keluarganya. Anggota keluarga tertua perlu mereka singkirkan demi bertahan hidup dan Aokigahara menjadi salah satu tempat orang-orang jepang membuang orangtua mereka. Para orangtua akan perlahan meninggal akibat kelaparan dan pada akhirnya terdengar kabar akan menghantui Aokigahara tempat mereka meninggal, kebiasaan ini bernama ubasute

Banyak peninggalan miliki orang yang pernah meninggal dan tak heran para pemulung kerap terlihat mencari barang-barang yang cukup berharga untuk mereka ambil. Saat mereka menemukan jasad orang meninggal, para penjarah akan mengambil terlebih dahulu barang berharga milik jasad sebelum melaporkannya ke petugas. Tindakan semacam ini sebenarnya dapat memicu kemarahan yurei.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *