Loading

Hutan Jati Petak 45F merupakan hutan Desa Darupono, Kecamatan Kaliwungu Selatan, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Termasuk dalam Cagar Alam Pagerwunung Darupono merupakan salah satu Cagar Alam kawasan Jawa Tengah yang terdapat pada Kabupaten Kendal. Kawasan ini tenar dengan koleksi tanaman pohon Jati (Tectona grandis) yang berumur tua, sampai puluhan tahun, dan mempunyai ukuran besar.

Kisah Pembantaian Hutan Jati Petak 45F

Keangkeran tempat ini memang sudah tak asing lagi, kepercayaan masyarakat yang mengganggap Angker Hutan Jati Petak 45F bukan tanpa alasan. Kawasan hutan ini menjadi saksi biksu pembantaian terduga simpatisan PKI yang terjadi pada tahun 1965.

Semenjak lama, warga masyarakat merekam terang daya ingatnya perihal berbagai cerita angker kawasan yang sekarang menjadi Cagar Alam Pagerwunung Darupono. Salah satunya merupakan perihal pembantaian saat meledaknya peristiwa pemberontakan Partai Komunis Indonesia tahun 1965.

Banyak para pengikut PKI terbantai oleh para tentara di hutan itu. Mereka diperintah menggali lubang kuburannya sendiri dan kemudian diberondong senjata sampai bergelimpangan di dalam lubang. Semenjak peristiwa itu, masyarakat acap kali memandang penampakan orang-orang berbaris melainkan tanpa kepala. Mereka mondar-mandir sekitaran Hutan Jati Petak 45F ini. Seakan arwahnya tak hening dan ingin menuntut pembalasan. Bukan tanpa karena mereka menampakan wujudnya terutama lagi mereka terbantai tanpa belaskasih sedikitpun.

Ular Piton Raksasa Misterius

Yang tak kalah menakutkannya, merupakan cerita kemunculan ular piton raksasa yang acap kali melintas pada jalan kawasan hutan Darupono. Ular itu malahan mempunyai panjang tak terkira. Malahan ular piton itu pernah tertabrak oleh seorang pengendara, melainkan ular itu bergeming dan tetap melanjutkan perjalanannya. Masyarakat tak tau pasti apakah ular ini memang benar hewan ular atau jelmaan dari sosok yang menyerupai ular raksasa. Karena, sempat ada pendatang mengambil ular yang kecil untuk dibawa pulang. Malamnya ia bermimpi sesosok orang tua datang meminta ular itu. Tadinya tak akan mengembalikan, karena menganggap itu hanyalah mimipi belaka. Tapi sayangnya ia tiba-tiba jatuh sakit badannya lemas dan panas, lantas saja ia mengembalikan ke hutan dan anehnya ia langsung sembuh.

Baca Juga”Bus Hantu Pembawa Penumpang Mistis Penuh Hantu”

Kisah Pembunuhan Gadis Oleh Kekasihnya

Belum lagi pengungkapan misteri penghilangan nyawa orang lain seorang gadis yang mayatnya membusuk pada hutan Jati petak 45F Desa Darupono, Kecamatan Kaliwungu Selatan. Pelaku tak lain merupakan kekasih korban yang berhasil tertangkap dalam pelariannya. Beralasan terbakar api cemburu dan sakit hati, pelaku mengaku terpaksa membunuh kekasihnya. Kisah inipun menambah daftar panjang cerita angker dan nyawa yang melayang di hutan nan lebat Darupono.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *