Loading

Pada zaman dahulu terkenal adanya makhluk halus bernama Janggitan yang tugasnya menunggui sawah daerah Sukoharjo dan Wonogiri. Sawah yang sangat luas tidak mungkin jaga oleh manusia biasa selama 24 jam penuh. Maka warga sekitar memanfaat kan sesok yang mempunyai kekuatan gaib .

Hantu satu ini konon hantu ini terkenal kalangan masyarakat saat zaman orde baru. Masa hal yang demikian pembangunan sektor pertanian sungguh-sungguh jaya sekali.

Menurut masyarakat setempat lelembut Janggitan ini memang bertugas oleh petani untuk menjaga sawah mereka daerah Sukoharjo dan Wonogiri.

Janggitan sendiri sangat andal sebagai lelembut yang mempunya tugas dari petani sebagai penunggu sawah supaya tidak terusik dan dekati pencuri.

Makhluk halus Janggitan ini terpelihara oleh petani dengan upah sesajen, berupa bunga, kopi, dan rokok. Persembahan khas lelembut yang bekerja sama dengan manusia.

Lelembut ini terpelihara oleh beberapa petani dengan balas budi berupa sajen bunga, kopi, dan rokok pada malam-malam tertentu. Konon, bagi siapa saja yang hendak berperilaku jahat dalam lingkungan sawah yang terjaga oleh Janggitan, karenanya sang penunggu akan muncul dengan bentuknya untuk menakut-nakuti.

Rumah Sakit Hantu Ilusi Yang Menyembuhkan Anaknya

Wujud Janggitan yang Mengerikan

Hantu penunggu sawah Sukoharjo dan Wonogiri terkenal sebagai sosok yang berpenampilan mengerikan. Sosok dengan wujud yang sangat mengerikan yang mampu menakut-nakuti orang yang berniat jahat. Janggitan akan menampakn wajahnya yang gelap, kulit mengelupas dan juga memiliki taring yang panjang merupakan sekilas gambaran wujud hantu sawah satu ini.

Wujudnya-pun juga sangat menyeramkan wajahnya gelap dengan beberapa kulit yang mengelupas betaring yang panjang, serta air liur yang menetes tidak karuan.

Balik wujudnya yang ngeri, Janggitan ternyata memiliki penampakan unik pada bagian dahinya yang menyala berwarna kuning mirip petromaks.

Hal inilah yang mengakibatkan masyarakat kerap tertipu dengan penampilan lelembut satu ini karena petani yang sedang membawa petromaks.

Ada satu hal yang unik dari lelembut ini yaitu pada tengah dahinya muncul cahaya kuning seperti lampu. Oleh karena itu banyak yang mengira hantu ini adalah orang atau petani yang membawa petromak yang berjalan pada tengah sawah pada malam hari. Hantu ini tampil telanjang dengan tumit dan kaki terbalik. Jika hantu ini berjalan maju tumit akan terlihat seperti berjalan mundur

Ada beragam cara yang dipercaya bisa mendatangkan sosok hantu sawah Sukoharjo dan Wonogiri ini. Beberapa sawah di Sukoharjo dan Wonogiri masih memelihara lelembut atau hantu ini sebagai penjaga sawahnya. Konon, cukup membakar rokok dan terasi untuk taruh tengah sawah jika ingin memanggilnya dan menemuinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *