Loading

Kisah mistis jenglot memang selalu menarik publik. Seperti cerita penangkapan jenglot segera beredar dari mulut ke mulut. Cerita jenglot ini juga telah banyak kisah dalam beragam media, lengkap dengan mitos-mitosnya.

Jenglot banyak pada beberapa wilayah nusantara, misalnya Jawa, Kalimantan dan Bali. Jenglot memiliki daya mistis dan memakan darah manusia. Masyarakat Indonesia meyakini jenglot sebagai makhluk yang memiliki daya mistis dan bisa mengundang musibah.

Jenglot ini hidup dalam hutan belantara penuh dengan pohon raksasa daerah persembunyiannya. Sebab bentuknya kecil, makhluk ini berjalan lambat. Jenglot cuma mampu keluar di malam hari karena tak ada binatang buas dan manusia yang akan mengganggunya dan menyebabkan kepunahan.

Dalam mitos jenglot memang mempunyai daya mistis. Namun secara medis, jenglotĀ  bukan makhluk hidup setelah melewati penelitian oleh Regu Forensik Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo RSCM, Jakarta, beberapa tahun silam.

Melewati foto cahaya Rontgen, peneliti RSCM tak menemukan ada unsur tulang dalam tubuh jenglot itu. Tetapi yang mengagetkan justru dari penelitian DNA lapisan kulit jenglot yang mengelupas ternyata mirip manusia.

Baca Juga “Mumi Guanajuato Ilustrasi yang Menyakitkan dan Penuh Penderitaan”

Kisah Awal Muncul Jenglot Mistis

Sebagian literatur lain menyebut jenglot temukan ketika sejumlah paranormal alias dukun menjalankan tirakat pada wilayah Wlingi, Jawa Timur, pada 1972 silam. Mereka kemudian mendapatkan jenglot tersebut. Inovasi waktu itu ada empat, salah satunya mereka menyebutnya sebagai jenglot, berjenis kelamin lelaki dan konon dapat menolong mengamankan pemiliknya dari segala macam bahaya.

Tetapi ada pendapat lain, jenglot pada masa ribuan tahun lalu yaitu seorang petapa yang tengah mempelajari ilmu Bethara Karang. Ilmu Bethara Karang sebagai ilmu keabadian. Artinya, setiap orang yang memiliki ilmu tersebut akan hidup kekal dalam dunia.

Sesudah itu, sang petapa menjadi emosionil dan merasa sebagai jawara. Tak pelak, tubuhnya bahkan menyusut sampai akhirnya mengecil. Kemudian empat taringnya tumbuh memanjang tidak sebanding dengan lebar mulutnya.

Tetapi celakanya, akibat kutukan itu jasad jenglot tidak diterima di dunia padahal rohnya tidak diterima di akhirat. Maka akhirnya roh hal yang demikian seperti terpenjara dalam jasad kecil itu.

Jenglot sendiri sesungguhnya sebagai benda mati, alias bukan makhluk hidup. Meski jenglot bukan makhluk hidup, tapi kekuatan spiritual jenglot tetap hidup oleh para paranormal dan masyarakat yang memercayainya. Maka jenglot mesti tetap makan oleh orang yang memilikinya.

Makanan jenglot sendiri konon adalah darah manusia. Tapi bukan sembarang darah, melainkan hanya darah golongan O dan AB dan juga minyak wangi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *