Loading

Cerita Horor – Tak ada istilah ada arwah gentayangan, melainkan jin yang mengaku-ngaku sebagai arwah manusia yang telah mati. Darjo adalah seorang dukun part time yang sering menangani kasus-kasus gaib, yang paling umum adalah mengobati orang yang tengah kesurupan. Persis saat ia membantu temannya yang kesurupan beberapa waktu acara jerit malam sebuah gunung. Teman-teman yang lainnya awalnya tidak percaya kalau ia benar-benar sedang kesurupan, mungkin dia hanya sedang caper. Karena tiba-tiba ia ngesot-ngesot ditanah sambil berteriak random.

Setelah temannya memberiakan cukup lama, ternyata mereka baru menyadari kalau ia benar-benar kesurupan betulan. Sikapnya menjadi sangat random, setelah berputar-putar, ia lalu berlagak-lagak menjadi seorang ibu-ibu yang sedang menggendong anaknya. Suaranya langsung berubah seperti waria, padahal ia adalah cowo tulen asli.

Baca Juga : Pengantin Baru Yang Diikuti Hantu Karena Dianggap Wangi

Berdialog Dengan Hantu

Dengan kemampuan yang ia miliki dari kakeknya itu, ia mencoba untuk mengobati temannya. Bukannya langsung mengusir hantu ini dari tubuhnya, akan tetapi ia malah mengajaknya berdialog. Diajak dialognya tentang bisnis lagi, ada-ada saja memang. Beberapa temannya pun cukup terheran dengan situasi yang mereka lihat kala itu.
“Kenapa sih gak langsung kamu usir setan nya?” ucap salah seorang temannya joko.
“Sudah banyak yang mau ikut masuk nih” ucap darjo
“Kok bisa masuk lagi?” tanya joko.
“Udah dua sosok yang bergantian masuk. Tadi kan sudah macan yang masuk dan sekarang ini adalah perempuan yang menggendong anaknya. ”
“Serius? Jadi ada banyak dong? Oke-oke lanjutkan”

Darjo melanjutkan dialog bersama sosok tersebut dan menanyakan mengapa harus mengganggu temannya ini? Sepertinya sosok tersebut paham betul kalau yang sekarang ia hadapi adalah manusia yang punya kemampuan supranatural. Sosok tersebut tiba-tiba menangis dan bersuara namun tak jelas.
“Aku diperkosa dan dibunuh, tubuhku dibuang disana. Aku akan ambil anak ini untuk membalaskan dendam” ucap sosok itu.
Tentu saja semua teman-temannya tambah merasa bingung dan ketakutan.
“Kenapa harus anak ini?” ucapnya dengan tenang.
“Karena aku menyukai anak ini” sambil tertawa melengking.
“Yaudah sok, ambil aja anak ini. Terus kamu mau ngapain?”
Ia hanya mengerang-nherang tidak jelas.
“Sebenarnya kamu ini siapa?” tambah darjo
“Aku yang mati terbunuh”

Bukan Arwah Penasaran Melainkan Jin

Salah satu temannnya nyeletuk “Arwah penasaran kali yah yang masuk?”
“Dia bukan arwah” jawab darjo sambil berbisik sekaligus menjelaskan,
Bodoh kalau kita mempercayai omongan jin seperti ini. Arwah seseorang yang telah mati tidak akan kembali kedunia, ia sudah akan tenang. Yang selama ini berseliweran mengganggu dengan kesurupan begini itu kerjaan jin yang mengaku-ngaku sekaligus menyerupai orang yang sudah mati.
“Jangan bohong ya kamu” jawab darjo sambil memencet jari kaki temannya.

Sosok itu menjerit kesakitan dan berteriak ampun kesakitan. Katanya ia kesal karena merasa manusia tidak sopan setiap melewati pohon besar itu sedangkan ia suka menyesatkan manusia untuk mempercayai kalau sosok mereka adalah arwah gentayangan. Ia masih kekeh untuk mengambil anak itu, pada saat itu juga kesabaran darjo untuk berbasa basi telah habis. Sontak tangan darjo seperti sedang menarik sesuatu dari belakang tubuh temannya.

Sosok tersebut teriak kesakitan
“Saya sudah bicara baik-baik kamu malah nyolot yah. Mau kubuang kemana? keluar sendiri atau ke segara kidul?” ucap darjo
“Iyaaaaa, aaaaa sakit. ampun, keluar sendiri” tiba-tiba tubuh teman darjo jatuh begit saja.

Teman-teman darjo langsung menangkap temannya yang habis kesurupan itu. “Beneran kamu buang ke segara kidul jo?” ucap joko.
“Kerjaan banget. Tuh lagi duduk sambil melihat kearah kita. Udah yuk naik, nanti malah makin banyak yang dateng lagi” jawab darjo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *