Loading

Cerita Horor – Orang yang diajak ngobrol taunya adalah Jin Yang Menyerupai Manusia. Hari itu guru matematika kami tak bisa hadir karena sakit, membuat kelas semakin ramai karena semua murid mengobrol sambil tertawa keras. Aku iseng saja mencolek sintia yang sedang duduk membelakangiku dan ia menoleh. Mumpung suasana nya sedang ramai, dia terkenal dengan segudang kisah lucunya. Ia seseorang yang enak untuk kuajak bercerita, mulai dari ber-curhat soal asmara, menceritakan kisah lucu bahkan sampai cerita horor. “Lanjutin dong kisah horor lu kemarin yang terpotong karena ada guru masuk” ucapku.

Ia langsung bersemangat mendengarku menawarkannya untuk bercerita. Cerita ini dimulai dari kisah yang menimpa sudara jauhnya yang bernama galang. Ia kini sedang berkeluliah dan tengah menjalani semester ketiganya. Awal mulanya seminggu lalu, ia diundahng ke perayaan sebuah komunitas dikampusnya. Acara mulai dari pagi sampai malam, setelah berunding cukup lama akhirnya mereka sepakat untuk mencari hiburan pada malam hari. Mereka sepakat untuk melakukan bakar-bakar ikan atau ayam kerumah salah seorang dari mereka. Setelah jenuh membahas hal-hal berat, acara ini akan terasa sangat seru dan tak terpikir hal apapun kecuali bersenang-senang.

Sesampainya kelokasi kami berbagi tugas untuk siapa-siapa yang membersihkan ikan, membuat bumbu, minuman, dan menyiapkan sayur serta peralatan makan. Sebagian lainnya hanya duduk-duduk sambil bernyanyi dengan gitar, seksi hiburan lah anggap saja.
“Kamu kedapur ya tolong buatin minum aja buat anak-anak yang lain” ucap sintia.
Ia masuk kedapur sendirian untuk membuatkan minuman dan menuangkan air dan sirup jeruk kedalam teko-teko yang telah tersedia. Ia masih bisa mendengar seluruh teman-temannya berbincang sambil bernyanyi juga dari dalam. Namun ia tak bisa melihat apapun dari dalam karena jendela telah tertutup semua, dengan toro yang tiba-tiba masuk menambah sesak ruangan karena tubuhnya yang cukup gembul.

Perilaku Dan Aktivitas Jin Yang Menyerupai Manusia

Setelah teko terakhir berhasil diisi, ia langsung mengangkut teko beserta beberapa gelas nya diatas nampan untuk ia bawa keluar. Toro ikut membantunya dan bermaksud menaruh seluruh gelas keatas meja taman. Betapa terkejutnya galang ketika toro tiba-tiba berteriak keras sekali. “Heiii!!” . Budi yang ikut terkejut dengan teriakan toro menepak tubuhnya, sambil melihat kesamping tubuhnya dengan raut wajah takut.

Ia menoleh kesamping kanan dan sesekali kearah galang, sampai ia ulangi beberapa kali. Nampan bergetar sampai beberapa gelas diatasnya bergoyang kencang.
“Kenapa sih ro?” seru galang kesal sambl meletakan teko ke meja taman.
“Kamu kok datang dari dalam lang?” jawab toro ketakutan
“Lah kan emang dari tadi aku kedapur buat minuman. Lu kenapa sih?”
“Tadi sebelum masuk kedalam kan gue lagi gitaran sama lu” jawab toro sambil menelan ludah.

Semua orang dengan aktivitasnya, yang sedang bernyanyi pun mulai berhenti mendengarkan pembicaraan mereka.
“Saat aku bermain gitar tadi kan bareng sama kamu. Terus haus mau cari minuman kedalam” tanya toro.
“Tapi, aku daritadi memang kedalam untuk buat minum. Kan kamu juga yang nawarin tadi buat bantuin aku bawain gelas” Jelas galang.

Wajah toro makin pucat dan salah seorang temannya rani yang sedang menyiapkan alat bakar pun berkata kalau ia pun memang melihat toro sedang bermain gitar dengan galang. Tapi ia tak terlalu memperhatikan karena sibuk mengumpulkan arang.
“Bahkan aku sempat mengobrol denganmu. Cara bicara, bercandaan yang garing, cara merespon dan wajahmu memang kamu. Apa ia adalah sosok jin yang menyerupai seperti manusia?”

Masih ada lanjutannya lho, lanjut ke Next Part II ya!

Baca Juga : Teror Penunggu Mess Yang Kalah Dengan Bacaan Doa Di Loudspeaker

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *