Loading

Ceita Horor – Berpura pura menjadi hantu untuk wisata rumah hantu, siapa sangka malah kena tegur tiga sosok hantu aslinya. Mendengar perkataan anak indigo itu, anak sekelas langsung terdian pucat.
“Mereka melarang ini semua kalian lanjutkan” ucap tegas sintya.
“Kita bisa nego gak ya sin? acara nya tinggal besok pagi saja. Gimana kita bisa mengubah konsep dengan singkat”

Baca Juga : Wisata Rumah Hantu Untuk Acara Pentas Seni Yang Hampir Gagal

Syarat Akibat Kena Tegur Tiga Sosok

Ia menutup matanya sambil menarik nafas nya dalam dan masuk lagi kedalam kelas. Lalu tak berapa lama ia kembali keluar lagi
“Mereka mau, tapi dengan syarat”
Mereka meminta agar jalur pengunjung rumah hantu itu bergeser, karena sosok tersebut tidak menginginkan kalau area mereka berdiam dilalui oleh manusia yang ditakut-takuti oleh hantu bohongan. Sebagian siswa yang masih memiliki nyali akhirnya mengatur lagi posisi jalur dan posisi kain agar mereka tak terganggu oleh sosok tak kasat mata itu. Dan sintya meminta mereka untuk menandai tempat mereka dengan sesuatu agar pengunjung tak melaluinya selama acara.

Lalu mereka menandai tiga titik itu dengan pot bunga secara terpisah, semua melakukannya dengan hati-hati agar tak ada yang tersinggung. Belum saja mereka memulai acara rumah hantunya, tapi kesan horornya sudah terasa. “Sudah ya kak. Mereka hanya minta itu saja” ucap sintya. Keesokan harinya, akhirnya rumah hantu itu tetap berjalan. Namun nisa sepertinya terlalu takut untuk berperan menjadi hantu. Sementara yang lain bersiap untuk berdandan seperti pocong, suster ngesot, tuyul dan peran lainnya.

Dito menghampiri widia yang sedang duduk
“Wid, kamu jadi kuntilanak gapapa kan ya?”
Ia hanya terdiam sambil menunduk dengan tatapan yang kosong sambil tersenyum.
Anak sekelas lupa kalau widia semalam tidak berangkat pentas seni malam, saat seluruh siswa lain menunggu diluar. Hanya ia sendiri yang tetap duduk dalam kelas, mereka sepakat untuk tak memberitahukan kejadian semalam. Takut akhirnya ia malah berubah pikiran dan menolak untuk ikut berperan. Yang paling sial lagi, widia mendapat tempat yang persis berada disamping pot bunga diletakan. Karena pemeran hantu lain sudah tahu tentang asal-usul pot bunga itu ditempatkan. Jadi hanya tempat itu yang tersisa untuknya. Sampai akhirnya acara selesai, mereka berhasil menyelesaikannya tanpa kendala apapun. Hanya saja terlihat jelas kalau wajah widia terlihat tampak pucat. Karena tak tega akhirnya, teman-temannya menyuruhnya untuk beristirahat dan menyelesaikannya saja.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *