Loading

Cerita Horor : Kesurupan massal disekolahku, ada sosok yang memanggilku dari toilet – Tak kalah dengan masa-masa indah belajar dan memiliki sahabat yang menyenangkan, Apakah kalian mengalami pengalaman kesurupan massal disekolah?

Banyak kejadian kesurupan massal yang dialami oleh beberapa orang. Mengapa ini bisa terjadi? Seseorang yang mengalamai gangguan kesadaran akibat hal gaib ini meyebar dikarenakan munculnya suatu sugesti-sugesti dari orang lain dilingkungan tersebut.

Kelas Baru

Nama saya adalah maya dan aku masih duduk dikelas 1 SMA. Masa-masa SMA ku cukup menyenangkan dengan banyak sahabat disampingku dan kisah-kisah cinta monyet-ku yang juga terjadi disekolah. Sampai pada suatu hari hal yang tidak menyenangkan terjadi disekolahku. Kelasku berada dibangunan yang baru saja dibuat, dan belum ada bangunan lain yang menyertainya. Kabar baiknya kelasku persis berada disebelah kantin, dan suasana hanya akan ramai saat waktu istirahat saja. Mungkin karena lahan yang pas-pasan, dan akan dibangun lantai 2 diatas. Entah kapan, kelasku akan memiliki tetangga kelas dan sedihnya memang kelas yang lain berada cukup jauh dari kelasku yang baru ini. Baca Juga: Hafalan Al-Quran Ku Ditemani Sosok Pocong Didekat Gerbang Gaib

Ketempelan

Hari itu, aku merasa ada yang berbeda. Pada waktu istirahat ada seorang kakak kelasku bernama ajeng berjalan menuju kelasku. Namun dia tiba-tiba hanya berdiri saja didepan kelasku. Aku yang melihatnya dengan wajah bingung semakin lama semakin menyadarinya bahwa kak ajeng bukan mau berdiri didepan kelasku, dia mendadak tidak bisa mengangkat kakinya. Mukanya berubah menjadi ketakutan dan menangis. Banyak dari teman-temannya yang langsung menghampiri kak ajeng. Tiba-tiba salah dari seorang temannya mengatakan “Dia ketempelan”. Kak ajeng mendadak tak bisa berbicara, dan tubuhnya mulai tak bisa digerakkan. Ia hanya menangis, dan temannya memanggil seorang guru agama agar ia bisa langsung ditolong. Tak jauh dari kak ajeng berdiri, dari arah kantin yang juga teman sekelas dari kak ajeng yaitu kak manda pun tiba-tiba berteriak histeris dan sesekali tertawa namun menyeramkan. Teman-teman disampingnya mencoba menolong dia agar dibawa ke tempat yang lebih luas bersama kak ajeng, namun teriakannya malah semakin keras.

Sekolahku Bekas Pemakaman?

Suasana menjadi semakin menyeramkan dan tak terkendali, belum selesai menangani kak ajeng dan ka manda. Nadia teman sekelasku pun tiba-tiba berteriak kencang sekali dan mendadak pingsan. Mengapa harus ada yang kesurupan juga dikelasku? Dan mulailah menyusul 4-5 temanku, mereka menjadi tertawa tak jelas dan sesekali menangis merintih. Siswa perempuan lain banyak yang ketakutan dan tak sedikit juga yang menangis melihat keadaan menjadi semakin mengerikan. Melihat keadaan sekolah yang menjadi semakin tak kondusif, cerita-cerita pun bermunculan bahwa sekolahku ini dulunya adalah belas pemakaman dan dikenal dengan tempat yang cukup menyeramkan sehingga sangat wajar jika hal ini sampai terjadi. Kak masih tak bisa berbicara dan tubuhnya seperti membatu tak bergerak sedikitpun, disamping itu guru-guru juga menjadi semakin kewalahan dan mereka berusaha untuk menenangkan murid-murid lain untuk tidak bengong dan membaca ayat-ayat suci sebisanya.

Sosok Di Toilet

Aku yang sangat penakut ini masih berdiri didepan kelas dan bingung harus bagaimana. Diluar terlalu mengerikan, namun didalam kelas pun sama hal-nya menyeramkan. Dan yang lebih menyebalkan lagi dikeadaan seperti ini aku malah kebelet buang air, karena sanagat tak tahan aku memasuki toilet didekat kelasku yang hanya memiliki 2 bilik, dan tidak ada siapapun disana hanya ada aku. Aku masuk ketoilet sambil bernyanyi agar pikiranku gak kosong-kosong amat dan sedikit melupakan rasa parno ku. Tiba-tiba dari toilet sebelah terdengar bunyi air kran menyala, Deg! “Itu siapa? jelas-jelas tadi hanya ada aku disini” Aku segera menyelesaikan buang air ku dan langsung mencuci tangan, baru saja beberapa langkah kaki ku berjalan tiba-tiba ada suara yang terdengar lirih dari kamar mandi satunya yang kulewati “Maya”, aku menoleh dan tak ada siapapun. Tak lama mendadak tubuhku menjadi kaku dan mulutku tak bisa mengeluarkan suara sedikitpun. Aku melihat ada seorang siswa didepan toilet berteriak “Pak ditoilet juga ada yang kena nih, tolong!” , dan Bruk! aku tak ingat apa-apa lagi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *