Loading

Saat masih zaman kuliah, saya melakukan sebuah studi berkelompok dan salah seorang teman bercerita tentang kisah horor hantu perpustakaan yang mereka alami pada setiap kampusnya. Kisahnya dari seorang teman bernama dedi yang berkuliah pada Universitas A, malam itu ia tengah menyelesaikan tugas kuliahnya sampai malam hari hari. Dari yang mulanya ramai pengunjung sampai satu persatu pengunjung pergi dan sepi. Bahkan sangking sepinya, suara buku terjatuh pun terasa sangat keras sekali suaranya. Walaupun begitu ia masih saja teguh dengan tugas kuliahnya yang harus ia selesaikan hari itu juga.

Perpustakaan besar itu memiliki beberapa lantai dan sangking besar nya ia berada pada lantai tiga, tentunya lumayan jarang orang datang menjamah sampai ke atas. Buku-buku yang ada pada lantai ini kebanyakan sudah berdebu dan raknya sudah banyak yang berkarat. Ia tak sampai berpikir hal-hal aneh tentang kesendiriannya pada perpustakaan malam itu. Ia bukanlah anak introvert, kalau ada orang yang menemani ya syukur, jika tidak ya sudah. Dia memiliki keperluan pribadi yang harus ia selesaikan sendiri.

Tapi tak berapa lama ada seorang perempuan cantik yang tiba-tiba duduk dihadapannya. Ia bertanya
“Apa layanan peminjaman buku masih buka mas?” tanya perempuan itu.
“Sudah tutup dari jam 4 lalu” jawab budi yang sedikit terkejut.
“Oh gitu ya. Sayang sekali, padahal saya sedang butuh sekali” jawabnya.
“Sudah pulang mbak. Coba saja ke perpus lantai bawah mungkin mereka masih ada” jawab budi.
“Oke terima kasih ya mas. Sudah malam lho, mas-nya gak pulang?”
“Oh iya, nanggung mbak. Sebentar lagi selesai” jawab budi.

Sosok Perempuan Misterius

Perempuan itu hanya tertunduk sambil tersenyum. Tak sengaja sebuah kertas milik budi terjatuh kebawah meja sedangkan tidak ada angin sedikitpun yang meniupnya. Saat akan mengambilnya ia merasakan kalau bulu kuduknya tiba-tiba berdiri, terlihatlah dari bawah meja tempat si perempuan tadi itu duduk tapi tiba-tiba kosong. Saat ia mengangkat kepalanya keatas dan melihat lagi kearah kursi ia kembali melihat perempuan manis itu tersenyum kepadanya. Masih tak percaya dengan apa yang ia lihat kemudian ia kembali melongok dari bawah meja dan memang tidak ada seseorang yanng duduk pad kursi tersebut.

Akan tetapi pada perasaannya merasa hawanya semakin terasa tak beres dan langsung saja ia membereskan semua buku, berkas-berkas dan laptopnya untuk dimasukkan kedalam tas. Saat akan menggendong ranselnya si perempuan tersebut berkata
“Mau pulang mas?”
“Iyah, sudah malam mbak” jawab budi tanpa melihat kearah siperempuan tersebut.
“Sudah malam atau sudah tahu” jawabnya dengan senyum manis namun tampak menyeramkan.

Tanpa basa-basi ia langsung kabur dari perpus itu sambil terengah-engah menuruni tangga dan pulang dan pada keesokan harinya ia langsung menceritakan kisahnya kepada semua temannya. Ia mengaku kalau ia kapok mendatangi perpustakaan jika sudah melewati jam tiga sore. Inilah contoh dari kejadian creepy yang sebagian mahasiswa alami pada perpustakaan, bukan hanya cerita seperti ini.

Ternyata Tak Hanya Ada Satu Kisah Horor Hantu Perpustakaan

Cerita lain datang dari teman lama saya yang suaminya mengalami kisah seram yang sama pada kampusnya, sebut saja Universitas B. Konon dalam konteks cerita horor akan mengalami tiga elemen utama diantaranya saat perpustakaan sepi menjelang tutup, sebuah barang yang tiba-tiba terjatuh kebawah meja, dan sebuah kalimat yang akan terdengar “sudah malam apa sudah tahu?”

Entah kenapa, setiap cerita yang saya dengar tentang perpustakaan pada sebuah kampus akan meliputi semua hal itu. Apa semua hantu-hantu perpustakaan menjadikan 3 hal itu sebagai SOP nya?

Baca Juga : Kamar Kos No. 13 Yang Membuat Hati Penghuni Nya Tak Tenang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *