Loading

Cerita Horor : Kisah horor mesin jahit yang dapat beroperasi sendiri – Barang yang ditinggal oleh pemiliknya, konon masih menyimpan banyak aura dari pemiliknya yang telah meninggal.

Pada sembilan tahun lalu, cerita ini kisah nyata yang saya alami dan saya menyaksikan semuanya dengan mata kepala saya sendiri. Yaitu , sebuah mesin jahit horor milik Mak Siti, ibu dari kawan saya yang sudah meninggal yang sering beroperasi sendiri setiap menjelang shubuh sendiri. Baca Juga: Gudang Mebel Angker Dengan Ratusan Hantu Yang Menyeramkan

Tidak Mau Belajar Menjahit

Mak siti selama hidupnya adalah seorang penjahit desa yang lumayan terkenal, namun bakat nya tak menurun ke anak laki-lakinya sopian. Dia sering bicara kepada sopian untuk belajar menjahit namun sopian selalu menolak dan mengatakan kalau menjahit bukan pasion yang cocok untuk laki-laki. Tak berapa lama, penyakit diabetes Mak Siti kambuh dan dia mulai berhenti dari aktivitas menjahitnya. Tapi sopian masih saja keras kepala untuk membantu ibunya agar mau belajar menjahit.
“Tinggal turutin aja kenapa sih, itung-itung buat nyenengin beliau” ucap saya
“Ah, aduh wegah banget. Masa laki-laki ngejait sih, gak keren sama sekali!” jawab sopian.

Mesin Jahit Nya Beroperasi Sendiri?

Lalu beberapa hari kemudian Mak Siti akhirnya meninggal dan mesin jahitnya menjadi tidak dipakai lagi. Sepenggal 20 hari Mak Siti meninggal, sesuatu yang aneh terjadi. Setiap menjelang shubuh, mesin jahit yang selalu berada dipojok ruangan tiba-tiba beroperasi sendiri pada waktu menjelang shubuh. Persis seperti waktu biasa Mak Siti menggarap jahitannya, sopian bercerita.
“Ngimpi nih kamu pasti yan!” balasku
“Kalau gapercaya, nanti malam kamu nginep disini! Rasain sendiri.” sambil melirik sinis kearahku.
Akupun menerima ajakan sopian dan membuktikan sendiri perihal mesin jahit ibunya yang bisa beroperasi sendiri itu. Tibalah malam itu, saya menginap dirumah sopian. Rumah sopian itu terletak didekat sungai dan banyak sekali pohon bambu yang tumbuh, amgin malam itu cukup horor buat saya. Saya jarang sekali malam-malam begini mengunjungi rumah sopian, hanya demi tantangan ini saya bersedia untuk datang dan menginap dirumahnya.

Perempuan Di Mesin Jahit Itu Seperti Mak Siti

Sesampainya disana, saya memandangi mesin jahit itu yang berada di pojok ruang tengah. Memang sih, melihanya saja cukup membuat bulu kuduk saya cukup merinding. Auranya cukup aneh pada mesin jahit itu, seperti ada yang duduk disana.
“Haaaa, kamu merinding kan?” ledek sopian
“Hawa dirumah kamu kan emang dari dulu gaenak, mistis aja bawaannya” jawab saya sambil menenangkan diri sendiri.
Tak sadar, saya ketiduran diruang tengah dan sopian sudah tidur dikamarnya sendiri. Saya terbangun dan melirik jam, ternyata sudah pukul setengah tiga dini hari saya teringat Kisah horor mesin jahit itu. Tanpa berpikir saya langsung bergegas menyusul sopian di kamar nya yang berada diruang belakang dan harus melewati mesin jahit itu. Belum sampai 5 langkah saya bejalan, tiba-tiba mesin jahit itu berderit sangat nyata dan jelas saya mendengarnya. Entah apa yang saya pikirkan, saya bertekad mendekati mesin jahit itu dan suara derit mesin jahitnya semakin jelas. Ada suara seorang perempuan batuk-batuk, tubuh saya semakin merinding dan panas dingin.
“Mak,” saya kaget dan refleks mengucapkan kalimat itu.
Lalu munculah sesosok bayangan perempuan sedang mengoperasikan mesin jahit itu. Perempuan itu langsung bersuara..
“Piaann, cah baguse mamak. tolong ambilkan kain warna merah itu dimeja nggih” suara ini persis seperti suara Alm. Mak Siti
“Saya bukan sopian mak, tapi Ali” lagi-lagi saya reflek berbicara dan menjawabnya.
Mendengar jawaban saya, perempuan itu sontak menghentikan mesin jahitnya dan memutar pandangannya kebelakang ke arah saya berdiri. Saya tidak berani melihat wajahnya, hanya bibirnya yang jelas berbicara mengucap..
“Panggilkan sopian kemari”
Dengan badan yang masih gemetaran, saya langsung terbirit birit lari ke kamar sopian dan membangunkannya.
“Yan, sopiannnn. Bangun!! Itu Mak-mu nyariin ituuuu” teriak saya.
Dengan wajah pucat sopian langsung menghampiri ruangan tengah dan menyalakan lampu, tak terlihat ada siapapun disana. Mesin jahitpun diam saja, hanya kain penutupnya saja yang jatuh kelantai.

Bayangan Di Lemari

Keesokan paginya, sopian membereskan semua alat dan pernak pernik mesin jahitnya.
Kutanya “Mau kau pakan mesin jahit itu? Di jual? Kamu takun dengan ke-hororan nya setiap dini hari ya?
“Ngawur aja! Aku mau belajar menjahit dengan budhe”
Aku terbahak-bahak mendengarnya, sampai aku melihat ada sesosok bayangan di cermin yang berada disebelah lemari itu sedang berdiri disebelah sopian. Tanpa basa-basi panjang,
“Yan wes lah, aku mau pulang dulu” Tanpa menunggu jawaban pian saya menigalkan nya dirumah dengan kisah horor mesin jahit itu, biarkan itu menjadi urusan anak dan emaknya saha.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *