Loading

Cerita Horor: Kisah Misteri Nyata Hantu Santriwati Herlina di Jawa Timur – Ia adalah seorang santriwati yang baik, ramah, dan jujur. Namun sangat disayangkan, selama didalam pesantren tersebut dia seakan tidak dianggap oleh santriwati dan ustad-ustad lainnya. Mereka hanya tidak mau berteman dengan herlina, tidak tahu apa alasan pastinya. Anda bisa lanjutkan membaca story kisah misteri dibawah.

Rencana Herlina untuk Meraih Apresiasi

Pada suatu hari, untuk menarik perhatian orang lain, herlina memiliki ide untuk mengambil sebuah cincin dari seorang ustad, dan setelah dicuri ia berniat untuk mengembalikan cincin tersebut lagi dengan harap dia akan mendapat apresiasi dari ustad dan santri-santri lainnya. Pada malam pengambilan cincin batu akik itu, herlina mengindik-ngindik memasuki kamar si-ustad untuk mengambil cincin tersebut didalam lacinya. Tak disadarinya bahwa ada seorang santriwati juga yang tak sengaja sedang lewat dikamar si-ustad tersebut dan memergoki herlina sedang mengambil cincin milik ustad. Lalu santriwati tersebut menangkap herlina dan membawanya kehadapan ustad dan para pengurus pesantren untuk menindak lanjuti hukuman untuk herlina. Akhirnya para pengurus sepakat mengadakan rapat untuk memutuskan, hukuman apa yang pantas untuk herlina agar ia tak mengulangi perbuatannya lagi.

Pada saat itu, pastinya perasaan herlina sangat takut dan juga malu. Ketika para pengurus pesantren sibuk dengan rapatnya, pada malam hari herlina dengan mengendap-endap herlina kabur dari pesantren dan lari sekencang-kencangnya. Salah satu ustad yang sedang ikut rapat melihat herlina kabur dari pesantren, dan dikejarlah dia oleh ustad itu dan diikuti beberpa ustad yang lainnya. Herlina tak menghiraukan, teriakkan dari para ustad agar dia berheti. Dengan perasaan takut dan panik yang terus meningkat, herlina semakin kencang berlari. Saat dia ingin menyeberangi kejalan raya yang penuh dengan kendaraan, sebuah mobil yang melaju kencang tiba tiba menabrak tubuh herlina dan tubuhnya terpental sampai bermeter-meter jauhnya. Pengurus pondok yang melihat kejadian tersebut sedikit terdiam tak bisa berkata apapun sekaligus panik dan menyesali yang semua terjadi.

Kondisi Kristis Santriwati Herlina

Herlina langsung dibawa kerumah sakit dan masuk keruang ICU dengan keadaan koma. Selama dirumah sakit ia dijaga oleh ayahnya, karena ibunya telah meninggal sedari dia berumur 12 tahun. Ayahnya sangat setia menjaga anaknya itu sampai dua minggu lamanya herlina tak sadar dari koma nya tak pernah sekalipun ayahnya meninggalkan ia seorang diri. Sampai pada suatu saat, ayah herlina ingin datang ke pesantren untuk berpamitan kepada pengurus pesantren. Dan ia bertemu dengan salah satu ustad disana,

Ayah Herlina : ”Pak kyai, atas nama anak saya herlina saya ingin meminta maaf, mungkin selama anak saya disini sering melakukan kesalahan. Setelah sembuh nanti, herlina bisa diijinkan datang ke pondok ini lagi.”

Ustad : “Kami telah memaafkan herlina pak, semoga herlina cepat pulih ya pak. Pintu pondok pesantren ini selalu terbuka lebar untuk herlina”

Kesedihan Yang Dialami Ayah Herlina

Setelah itu, ayah herlina membereskan semua barang-barang anaknya untuk dibawa pulang. Perasaan ayah herlina berubah ketika berjalan keluar dari pesantren tersebut, karena melihat banyak santriwati-santriwati yang menatap sinis kepadanya. Dia merasa sangat emosi dan dendamnya langsung terpupuk dihatinya kepada seluruh penghuni pondok pesantren tersebut. Karena ia berpikir tidak mungkin anaknya melakukan hal yang tidak baik, ia lebih mengenal sifat anaknya sendiri tidak mungkin ia melakukan sesuatu hal jika tidak memiliki alasan. Jika anaknya terbukti tidak bersalah ia akan membalaskan dendamnya kepada mereka.

Ayah herlina akhirnya kembali kerumah sakit, ia sangat terkejutnya melihat anaknya sudah terselimuti kain putih diseluruh tubuhnya. Dan benar, herlina meninggal dunia. Perasaan sedih bercampur emosi semakin merasuki ayah herlina. Berita kematian herlina tidak pernah dibuka kepada siapapun, termasuk kepada orang-orang dipondok pesantren. Tujuh hari setelah kematian herlina, ayahnya kembali datang kemakam herlina dan dipeluknya nisan anaknya itu sampai menangis tersedu-sedu. Semakin dia peluk nisan tersebut semakin dia mengingat dendam nya akan orang-orang yang ada dipesantren tersebut.

Bagaimana Herlina membalaskan dendamnya, tunggu di next part kisah misteri nya yaa…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *