Loading

Ini adalah kisah seram puncak semeru seorang teman saya Dito yang gemar sekali mendaki gunung. Kisahnya bermula saat ia akan mendaki gunung semeru pada pertengahan bulan agustus lalu. Sangking senangnya mendaki ia selalu melakukan petualangannya itu setiap liburan semester, bisa jadi hampir 2-3 kali dalam setahun. Telah banyak gunung-gunung besar yang telah ia seperti bromo, merbabu, raung, slamet bahkan rinjani.

Jika orang melihat fisiknya secara langsung banyak orang yang takkan percaya kalau iadalah seorang pendaki sejati. Sedangkan ia memiliki tubuh yang tak cukup tinggi, kurus, memilliki ekspresi wajah seperti orang penyakitan. Apalagi jika ia berada dekat-dekat dengan kipas angin auto batuk-batuk, tentu saja tak terlihat seklai karakteristik pendaki nya sama sekali.

Tapi dengan begitu banyak pengalamannya ia membuktikan bahwa orang kurus dan batuk-batuk jika terkena angin juga bisa mendaki gunung. Akhirnya kali ini ia tertantang untuk mencoba mendaki gunung semeru yang terkenal akan kebuasan nya itu. Ia naik bersama lima temannya yang bernama agus, indra, gita, candra dan lukman. Pada malam hari mereka datang dengan mobil jeep yang telah mereka pesan jauh-jauh hari sebelum berangkat.

Himbauan Tentang Oro-oro Ombo

Sebelum naik ke semeru, terlebih dahulu mereka pergi menuju basecamp pendakian untuk melakukan registrasi di Ranu Pane, mereka melalui pengecekan satu persatu dari surat kesehatan dan seluruh perlengkapan yang mereka bawa. Menurut cerita, banyak orang yang tak sanggup menaklukan gunung semeru dan tak banyak juga yang sampai meninggal akibat hipotermia atau terpelet dan masuk kejurang. Bahkan jika perlengkapan mereka tak lengkap, petugas tak segan-segan untu menyuruh mereka pulang karena sebegitu harus siap nya untuk mendaki gunung itu.

Setelah memeriksa barang bawaan, petugas memberikan arahan dan larangan-larangan apa saja yang perlu mereka taati saat mendaki. Tentu saja seperti tidak boleh membuang sampah sembarangan dan tak boleh naik sampai puncak gunung. Jika terjadi apa-apa dengan pendaki, sebagai relawan mereka hanya akan bertanggung jawab sampai kawasan kali mati saja. Yang paling misterius adalah himbauan untuk tidak melewati kawasan Oro-oro ombo saat malam hari, kawasan itu memang terkenal horor. Banyak orang yang sering kesurupan selain itu keadaannya yang cukup mencekam, itu adalah reputasi kawasan terseram dalam dunia per Gunung Semeru-an.

bacaja Juga : Kisah Santet Dahsyat Yang Menggegerkan Warga PART II

Kisah Seram Puncak Semeru Dan Tersesat Di Jalan Buntu

Sebenarnya jika melewatinya saat siang hari kawasan Oro-oro ombo itu merupakan sebuah padang rumput besar yang tampak hijau kekuningan dengan jalan setapak yang membelah nya, sungguh indah. Walau bagaimana pun tempat ini tetaplah penuh misteri dengan segala keangkerannya. Setelah berjuang dengan sekuat tenaga akhirnya mereka berhasil mencapai kepuncak semeru dan mereka merayakannya dengan penuh bahagia dengan berfoto-foto. Saat itu, salah seorang sudah tak mampu lagi berjalan merasa sangat haus dan harus tertahan pada puncak semeru untuk beberapa lama. Salah satu dari mereka yaitu dito turun untuk mengambil persedaiaan air. Sialnya, ketika hendak naik lagi kepuncak ia menemukan sebuah persimpangan dan persimpangan sebelah kanan lah yang benar untuk naik ke puncak.

Karena lupa ia akhirnya mengikuti sebuah papan petunjuk arah dan mengikuti, bukanya sampai kepuncak ia malah menemui jalan buntu. Dengan banyak pepohonan yang lebat, suasana yang sunyi dan gelap. Ia sangat ketakutan dan juga bingung, ia memilih kembali menuju ketempat semula. Betapa terkejutnya, saat ia menoleh semua papan petunjuk yang mengantarnya ketempat tersenut semuanya hilang tak tersisa satupun. Sambil berdoa dalam hati dan pasrah ia ternyata…

Simak kelanjutannya pada next part ya!!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *