Loading

Cerita Horor – Siapa yang tahu kalau rumah dinas ayah yang baru ternyata adalah komplek perumahan horor, tak hanya sepi namun beredar juga beberapa mitos yang ada. Beberapa tahun sekali kami sering sekali pindah rumah karena pekerjaan ayah yang harus pergi ke berbagai kota. Dan dua minggu lalu keluarga kami harus pindah lagi kekomplek rumah dinas ayah yang baru. Lingkungan sekitar kami memang cukup sepi sekalipun ada penghuninya akan jarang bersosialisasi dengan tetangganya. Rumah ini cukup nyaman dan jalanan nya lebar dengan satu pohon yang rindang.

Baca Juga : Kisah Nyai Roro Ayu Penyebab Kecelakaan Di Jalur Alas, PART II

Mitos Komplek Perumahan Horor

Saking sepinya, tak jarang aku mendengarkan cerita horor dari komplek perumahan ini, itulah yamg kudengar dari tempat tinggal baruku ini. Menurut penuturan beberapa orang, jika menjelang maghrib tetaplah dirumah dan duduk manis. Katanya akan ada sosok berwarna merah yang menyusuri jalanan untuk mencari siapa orang-orang yang masih berjalan-jalan pada masa itu. Ia akan mengganggu siapapun manusia yang berani keluar pada waktu maghrib, mendengar itu aku hanya bisa menelan ludah.

Aku bukan tipe orang yang percaya hal seperti itu, tapi ya gak berani-berani amat jika sengaja berkeliaran jalan sendirian pada jam itu. Walau begitu, aku lebih percaya kalau itu hanyalah sekedar gosip belaka. Hanya untuk berjaga-jaga, siapa tahu pada jam segitu memang ada keperluan mendadak aku harus tetap cari antisipasi. Jika aku sedang berpergian dan terpaksa harus pulang pada masa itu, aku hanya membaca Al-Fatihah dan beberpa surah pendek lainnya untuk berjaga-jaga. Dan tentunya memacu kendaraankku lebih kencang, demi menghindari bertemu sosok merah yang katanya menyeramkan itu.

Pada suatu hari pamaku datang mengunjungi kami dengan muka pucat dan ketakutan
“Paman kenapa sih?” tanyaku cemas.
“Sepertinya paman tadi menabrak seseorang dipersimpangan, tapi saat turun tiada siapapun” jawab paman.
“Orangnya menghilang?”
“Iya. Paman melihat ada perempuan yang tiba-tiba menyebrang. Karena tiba-tiba muncul, paman jadi kaget dan benting setir mendadak.”
“Lah terus gimana?” tanyaku.
“Ya paman kaget dong. Turun dari mobil dan gak ada siapapun, bahkan bekas luka darah pun tidak ada. Dan yang aneh, tidak ada rumah yang terbuka dekat sana, sepi.”

Kami sekeluarga seketika hening mendengar cerita paman, lalu ibu memberinya minum.
“Orang nya kaya gimana? Siapa tahu kenal” celetuk ibu.
“Mukanya gak kelihatan persis. Tapi dari tubuhnya ia seperti perempuan berusia 20 tahunan pakai dress berwarna merah” jawab paman sambil meneguk minumnya.
Kami sekeluarga langsung saling menatap mendengar jawaban paman

Apakah seseorang berbaju merah itu adalah… Simak PART II nya ya!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *