Loading

Cerita Horor : Kunci ruang osis yang disembunyikan oleh sosok penunggu cantik – Akhirnya aku dan kak fajar sepakat untuk tidak lagi berpacaran diruang osis lagi. Ada suara yang menyuruh kami pulang disaat tidak ada siapa-siapa lagi disekolah.

Cerita nyata ini terjadi saat saya masih duduk di bangku SMA kelas X. Saya adalah seorang remaja yang selalu ingin belajar hal baru, contohnya mengikuti olimpiade mewakili nama sekolah dan juga pacaran. Saat dibangku Sekolah Dasar saya mengenal kaka kelas bernama Fajar dan sempat juga menyukainya. Ia memiliki tubuh tinggi, putih dan rambutnya yang keriting dan juga ramah. Setelah dia lulus, ia melanjutkan disekolah yang berbeda denganku dan selama itu juga kami tidak pernah lagi bertemu lagi.

Surat Cinta Untuk Kak Fajar

Sampai kami kembali dipertemukan lagi ketika SMA, aku bahkan tidak tahu kalau Kak Fajar juga bersekolah disana. Saya baru menyadarinya ketika ospek, dia adalah kakak osis yang paling baik dan tidak banyak omong letika ospek. Sejak saat itulah, saya kembali menyukainya dan jatuh cinta lagi dengan kak fajar. Sampai pada hari terakhir ospek, seluruh peserta ospek mewajibkan semua peserta nya memberikan 1 surat benci dan 1 surat cinta kepada kakak osis. Tentu saja aku memberikan surat cintaku kepada kak fajar, sepertinya kak fajar mengingatku. Tak disangka ia merespon surat cinta itu dan menghubungiku lewat facebook untuk meminta nomor telepon saya. Ini seperti mimpi rasanya akhinya cintaku terbalas juga, saya sangat senang sekali.

Saat itu juga ia menghubungiku lewat chat di whatsapp, dan berkomunikasi setiap hari. Awalnya hanya basa-basi bertanya kabarku selama 4 tahun ini, kegiatan dirumah, dan terutama kegiatan disekolah. Diam-diam karena dia juga aku berminat menjadi seorang anggota osis. Disekolah pun aku jarang sekali bisa melihat kak fajar, dia adalah orang yang cukup sibuk oleh kegiatan sibuk osinya. Saya mencari cara bagaimana bisa terus dekat dengan dia. Dan beberapa bulan kemudian saat perekrutan anggota osis yang baru, saya mengikuti setiap seleksi nya yang panjang dengan sangat baik. Dan alhasil, saya pun resmi dilantik menjadi anggota osis yang baru.

Akhirnya Kami Resmi Berpacaran

Saya baru pertama kali menjadi seorang anggota osis, tidak disangka ternyata kegiatan osis memang sangat banyak sekali. Namun berkat kegiatan osis juga, saya bisa sering melihat kak fajar dan rela meninggalkan jam pelajaran demi berperan dan menyukseskan kegiatan-kegiatan yang diadakan disekolah. Karena terus bertemu dengan kak fajar dan kami pun tidak pernah absen untuk tidak chatan, akhirnya hari itu datang..
Kak fajar akhirnya mengungkapkan perasaannya kepada saya diruang osis.
“Nisa..”
“Ah, iya kak?”
“Kita kan udah kenal cukup lama. Akhir-akhir ini pun kita sering sama-sama dan kakak semakin nyaman ada didekat kamu. Rasanya, pengen banget jadi alasan ketawa dan senyum-nya nisa”
“Hmmm iya kak, terus?”
“Kakak mau kita jadian, nisa mau?”
“Tentu kak, aku mau!” dengan gembira, kujawab tanpa pikir panjang.

Sejak resmi berpacaran dengan kak fajar kami menjadi sering menghabiskan waktu lebih banyak disekolah, terutama diruang osis. Aku dan kak fajar sering pulang paling lambat dibanding yang lain, sampai-sampai kunci ruang osis itu saya yang pegang. Disetiap bangunan pasti memiliki penunggu yang tak kasta mata. Sama halnya dengan ruang osis ini, banyak anggota osis lain menceritakan bahwa penungggu ruang osis ini adalah seorang perempuan cantik bergaun merah dan rambutnya yang sangat panjang. Dia memang jarang sekali menampakkan diri, namun tentu saja bagi sebagian orang yang memiliki mata batin ia seringkali terlihat mondar-mandir di dalam ruangan osis sampai depan lorong sekitar.

“Pulang..” Suara Siapa Itu?

Sampai suatu ketika, aku dan seluruh anggota osis akan mengadakan rapat untuk membicarakan kegiatan pentas seni bulan depan. Dan kami menyelesaikan pembahasan hari itu dijam 4 sore, setelah selesai semua teman-teman osis langsung pulang. Namun tidak dengan saya dan kak fajar, alih-alih gimik ada sesuatu yang belum selesai dibereskan kami menghabiskan waktu sampai petang berduaan saja diruang osis. Waktu menunjukkan 17.30 dan sudah hampir maghrib, ketika sedang asyik mengobrol dan sesekali tertawa tiba-tiba dari arah rak buku terdengar suara.
“Nisaa pulang..”
Kami berdua sontak langsung terdiam, “Kakak denger kan ada yang manggil aku? tanyaku.
“Iyaaa, aku dengar. Kok suaranya persis si lita ya?”
“Bener banget. Tapi.. tadi dia udah pulang duluan dari sejam yang lalu dan pamitan sama kita kak..”
Aku langsung mengambil handphone ku dan menelfon lita, dan bertanya apakah dia masih ada disekolah. Dan benar saja, dia sudah sampai rumah sejak tadi. Tapi suara itu mirip sekali, sesekali kak fajar mengecek ke sekitar ruang osis apakah masih ada anak yang belum pulang. Tak ada siapapun, hanya kami berdua. Sesekali aku merogoh saku rok-ku mencari kunci ruangan osis. Entah kenapa, tiba-iba saja kunci itu tidak ada. Kak fajar pun ikut merogoh saku celana dan bajunya, padahal dia juga tau sendiri kalau kuncinya selalu aku yang pegang. Belum sampai megecek dibagian tas, suara itu terdengar lagi lebih jelas namun hanya lirih saja
“Fajar pulang…”
Kami saling melihat dan terdiam mematung,
“Nis, kita langsung pulang aja, gausah dikunci gapapa!!
Kami bergegas membereskan ruangan dan pergi meninggalkan ruang osis dengan segera

Kunci Yang Hilang

Keesokan paginya, ada kakak kelas yang menghampiri ke kelas untuk minta kunci ruangan osis. “Mati aku!” gumamku.
“Anu kak.. kunci nya hilang”
“Loh gimana bisa hilang, memang kamu taruh mana? Merepotkan saja.”
“B-b-biasanya kau taruh disini ka, disaku rok sebelah kananku” sambil merogoh saku, tiba-tiba.. “tapi tidak a…” tubuhku langsung mematung.
“Hei kok kamu diem aja! Mana kuncinya?”
“A-a-ada kak. Ini kuncinya” sambil menyodorkan kunci ruang osis
“Duhh apaan sih, gak jelas banget kamu” jawab kakak kelas sambil pergi.
Jelas-jelas saya merogoh saku rok ini beberapa kali kemarin dan kak fajar pun menyaksikan itu. Memang tidak ada, aneh sekali. Saat itu juga saya pergi ke kelas kak fajar dan menceritakan semuanya dengannya. Dan kami pun sepakat akan pulang tepat waktu dan tidak lagi berpacaran diruang osis lagi.

Baca Juga: Sahabatku Disembunyikan Sosok Kuntilanak Di Asrama Tua
Baca Juga: Sahabatku Disembunyikan Sosok Kuntilanak Di Asrama Tua, PART II

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *