Loading

Cerita Horor : Mancing ikan gak dapet, malah macing tiga pocong – Ketika weekend, kegiatan yang menyenangkan untuk dilakukan adalah pergi memancing dengan teman-teman. Tapi bukannya dapat ikan malah, dikejar tiga pocong!

Bapak ku adalah seorang petugas rumah sakit dan ia selalu menuturkan bahwa anak laki-laki tidak boleh takut akan gelap dan cerita horor yang ada. Seorang laki-laki harus memiliki keberanian dalam menghadapi segala situasi, khususnya makhluk halus. Ia sering bercerita tentang pengalamannya bertemu para hantu-hantu iseng dirumah sakit, dari hantu yang masih utuh sampai yang memiliki setengah badan saja. Baca Juga: Hantu Setengah Badan Yang Masih Betah Di Rumah Sakit

Pergi Memancing

Pada hari minggu siang yang cerah saya diajak teman-temanku eko, yudi, dan bagas untuk mancing ikan di waduk Kidul. Selain letaknya yang cukup dekat, disana tekenal banyak ikannya. Meski matahari tampak sangat terik, hal itu tak mematahkan semangat kami untuk mencari ikan. Sesampai sana, ada beberapa pemancing juga yang sudah lebih dulu sampai. Temanku eko menyetus
“nah kan kalo sepi kayagini enak!”
“Kata orang, waduk ini angker tau. Emang gapapa ya kita mancing disini?” sahut yudi.
“Yang penting gak ada setannya” jawab eko.
“Hussss!!!!!!!!!!” ujarku.
Belum saja kami mengeluarkan alat pancing, pemancing yang sebelumnya berada disana pergi dan pulang. Jadi di waduk itu hanya ada kami ber-empat, walaupun ada sedikit rasa takut membayangi pikiran. Intinya dapat ikan banyak, dan tetap gasss lah..

Kami semua langsung menyiapkan alat pancing dan melempar kail untuk selanjutnya menunggu. Sambil menunggu umpan kami dimakan oleh ikan, kami mengobrol banyak hal dna tak terasa kami sudah menunggu lebih dari 2 jam. Empat pancingan kami hanya dapat mengumpulkan 3 ekor ikan sebesar ibu jari. Hari pun sudah hampir gelap, namun yang kami peroleh hanya beberapa ikan saja.
“Dahlah pulang ajayuk, mau magrib juga nih” ujar bagas.
Akupun langsung meng-iyakan omongan bagas, karena saya juga takut jika sampai malam tiba kami akan bertemu sosok pocong yang sering dibicarakan penduduk setempat itu.

Tiga Pocong Berusaha Mengejar Kami

Langit sudah lumayan gelap dan kami segera bergegas menghidupkan mesin motor, namu sangat disayangkan motor milik bagas tidak mau hidup juga. Bagas san yudi segera mengecek bensin dan aki apakah ada masalah, semua dalam keadaan baik-baik saja. Sambil melihat keadaan sekitar yang semakin gelap, tiba-tiba eko berteriak “YAALLAH GUSTIIII”. Bagas dan yudi yang masih sibuk mengurus motor saja seketika melihat eko dengan terkejut. Eko tiba-tiba menunjuk kearah depan dan seketika itu juga motor bagas hidup dan lampu motornya menyorot kedepan. Tepat dua meter dari arah motor, tersorot ada tiga pocong yang sedang berdiri mematung kearah kami.
“HAAAAAAA POCONGGGG CUKK!! NDANG MINGGAT AYOO!!”
Dengan sigapnya kami berempat langsung lompat kemotor dengan pergi memutar balik. Sangking paniknya, motor yang dinaiki bagas dan yudi sampai terjatuh. Mereka bergegas kembali menyalakan motor dan yudi yang membonceng bagas sempat melihat kearah belakang dan jelas sekali kalau ketiga pocong tersebut sedang berusaha mengejar kami. Setelah berhasil menaiki motor dan sampai kejalan raya, kami berempat akhirnya bisa bernapas lega.

“Sial banget weekend gue yaampun……” ujar eko.
Sesampai rumah masing-masing, mereka menuturkan kalau malamnya mereka demam dan hanya bisa tiduran dirumah, Yang paling parah siapa lagi kalau nggak bagas sama eko, mereka dapat plus luka jatuh dilututnya. Sesampai rumah saya menceritakan semua kejadian yang kami alami kepada bapak, dan responnya malah saya yang dimarahi kenapa harus lari ketika dikejar-kejar pocong?
“Kalian kan berempat dan pocong itu cuma bertiga? Harusnya tanyain nomer togel kek, loh kok malah lari sih! Lumayan kan!” ledek bapak.
dalam batinku mengatakan, “Lumayan ndasmu!”

Baca Juga: Hantu Kepala Manusia Yang Berjatuhan Dari Pohon Durian

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *