Loading

Dengan rumah serba hitam dan bau dupa yang menyengat, membuat metode aneh si tukang pijat ini membuat bulu kuduk merinding. Akhir-akhir ini saya bekerja pada salah satu proyek perumahan dekat kota untung menyambung hidup. Sebagai perkerja kuli bangunan, itu membuat saya sering mengalami badan pegal-pegal, kesemutan dan nyeri otot. Selesai pulang kerja pada sore harinya, saya menyuruh istri saya untuk mencarikan tukang pijat malam itu juga. Tukang pijat yang akan saya datangi pun bukan tukang pijat sembarangan, ia sudah terkenal dan banyak yang mempercayai keampuhannya.

Sebelum menemukan tempat tinggal nya, saya dengan istri mampir dulu ke sebuah angkringan sekitar sambil berbasa-basi. Bertanya dimanakah rumah tukang pijat terkenal itu? Si penjaga angkringan sebut saja mang amin yang mendengar pertanyaan saya itu mendadak terkejut dan hendak menjawab namun omongannya gelagapan. Tentu saja kami berdua yang mendengar nya merasa bingung.

Baca Juga : Hotel Menyeramkan Bekas Peninggalan Bangunan Tentara Inggris

Tukang Pijat Mengerikan

Sambil tarik nafas, akhirnya ia hanya mengucapkan “Hmm, saya tidak tahu mas” dengan wajah tampak takut. Setelah terjeda selama beberapa menit, saya membuka obrolan lain dengan si penjaga angkringan. Saat kami mau membayar makanan yang telah kami makan, si penjaga angkringan mulai membuka mulut tentang si tukang pijat itu.
“Mas saya mau cerita tentang pengalaman mengerikan saya tentang si tukang pijat itu” ucap si penjaga angkringan.

Akhirnya ia menceritakan pengalamannya kepada kami, jadi ceritanya begini. Sebelum membuka usaha angkringan ini, ia bekerja serabutan dan kadang juga sebagai kuli renovasi rumah. Sepulang kerja, ia merasaka badannya sangat pegal sekali dan berniat mencari tukang pijat yang ia anggap cukup canggih. Tapi ia tidak tahu, siapa yang mampu memijat dengan ampuh. Akhirnya salah satu temannya merekomendasikan seorang tukang pijat dekat komplek percandian.

Suasana Menegangkan Beserta Metode Aneh Si Tukang Pijat

Sesampainya di sekitaran rumahnya, suasana nya agak merinding dan cukup sepi ditambah hawa dingin dari angin. Rumahnya serba hitam, ketika mengetuk pintu semerbak bau dupa begitu tercium tajam dan banyak sekali bunga. Ia langsung dipersilahkan masuk oleh si tukang pijat itu, ia cukup ramah dan banyak omong. “Mijatnya tidak pakai keris kok gaakan sakit. Santai sjaa, jangan takut” ucapnya.

Padahal mang amin yang tadinya sudah baik-baik saja karena sempat suudzon dengan background rumah dan suasana rumah si tukang pijat menjadi kembali tegang. Saat telah siap, si tukang pijat mengeluarkan sebuah gelas kecil dari tempat menaruh dupa miliknya dan ia nyalakan lah dupa itu dengan api. Kenapa memijat saja harus menyalakan dupa dahulu?

Saat dupa itu menyala bersamaan dengan itu, berhembuslah angin yang cukup kencang menerpa korden. Entah darimana datangnya angin itu, sedangkan semua jendela dan pintu telah tertutup rapat. Rasanya mang amin ingin menyerah saja dan perdi dari tempat itu. Tapi saat memulai, ternyata metode memijatnya memang meggunakan gelas dupa tersebut. Dengan gerakan gelas yang naik turun dan mengeksplor seluruh titik pijat. Badan langsung enakan dan menjadi terasa hangat, prosesnya pun tak membutuhkan waktu yang lama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *