Loading
Mumi Guanajuato Ilustrasi yang Menyakitkan dan Penuh Penderitaan

Mumi Guanajuato merupakan salah satu mumi dengan kisah paling tragis. Ilmuwan menyuarakan bahwa sebelum kematiannya, mayat-mayat yang telah menjadi mumi hal yang demikian mengalami hal yang amat seram. Dengan wajah berteriak dan terbelalak, orang-orang yang menjadi mumi hal yang demikian tentu mengalami kesakitan dan penderitaan yang luar lazim.

Beberapa mumi pun ditemukan dengan posisi sedang menggigit tangannya dengan keras. Kenapa mumi-mumi tersebut tampak benar-benar tersiksa. Pada zaman dahulu, era 1800-an Meksiko pernah mengalami wabah dahsyat, merupakan kolera yang akan membunuh manusia secara pelan. Malah, kolera akan melemahkan denyut jantung meski orang tersebut masih hidup.

Baca Juga “Tuyul Misterius Dengan Keusilannya dan Kelucuannya”

Mumi Guanajuato menonjolkan ilustrasi yang menyakitkan

Bahkan, sebagian besar penampakan dari mumi-mumi hal yang demikian nampak seram. Mumi-mumi Guanajuato menonjolkan ilustrasi yang menyakitkan dan tentu saja penuh dengan penderitaan.

Puluhan mumi hal yang demikian, nampak berteriak, terbelalak, sama seperti ketika mereka menghembuskan napas terakhir.

Salah satu mumi yang terkenali yaitu bernama Ignacia Aguilar. Ia temukan tengah menggigit lengannya sendiri, Perkiraan ia sengaja terkuburkan hidup-hidup ketika gejala kolera memhentikan denyut jantungnya.

Adapula mumi dari seorang wanita yang meninggal ketika melahirkan dan janinnya yang berusia 24 minggu, menjadi mumi termuda yang ada.

Dengan adanya wabah yang benar-benar masif. Terlebih dengan kondisi medis yang tak menunjang, membuat banyak pihak menjalankan penguburan massal yang sayangnya ada sebagian antara mereka yang ternyata masih hidup. Saat ini, mumi-mumi seram tersebut bisa dengan museum bernama El Museo de las Momias di Meksiko.

Kisah Mumi Guanajuato ini seolah menguak kembali sejarah menyedihkan kota tersebut saat ratusan orang meninggal karna pengaruh wabah kolera. Lebih lagi dengan menyempitnya ketersediaan tanah pekuburan.

Mayat-mayat yang berubah menjadi mumi ini kemudian terkumpulkan dan simpan pada sebuah ruangan khusus bawah tanah. Pengumpulan ini untuk berjaga-jaga bila pihak keluarga berkeinginan kembali menguburkan mayat tersebut dengan pantas, atau bila pihak keluarga sudah punya uang yang cukup untuk progres pembayaran pajak.

Dari National Geographic, seorang penulis buku fiksi ilmiah Ray Bradbury, menandakan kengeriannya ketika mengunjungi kota tersebut pada tahun 1947.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *