Loading

Sejarah tidak perlu berulang, kalimat yang pantas untuk mewakili tempat horor The Mutter Museum dan menjadikan peristiwa pada masa lampau selalu meninggalkan pembelajaran bagi manusia jaman sekarang. Untuk urusan jalan-jalan sambil mempelajari sejarah abad pertengahn dengan sensai yang cukup unik dan mengerikan. Dikatakan menyeramkan ialah karena didirikan khusus untuk para mayat pria maupun wanita yang meninggal dengan cara dikubur hidup-hidup.

Seakan menjadi pembelajaran, penyakit yang sekarang dapat sembuh dan wabah yang mengerikan masalalu kini menjadi kisah pilu masa lampau untuk manusia. Contohnya saat wabah kolera tahun 1833 terjadi, pemakaman menjadi sangat penuh dan terjadi kekurangan ruang makan. Upaya yang terjadi pada masa itu ialah, Guanajuato menerapkan setiap keluarga harus menerapkan pajak penguburan untuk saudara mereka. Dan sampailah pada masa pajak menembus angka 170% pertahun untuk masa 3 tahun. Kebanyakan para sanak keluarga tak mampu untuk membayarnya. Sampa hampir 90% kuburan itu menjadi terbengkalai begitu saja. Dan yang terjadi ialah jasad-jasad itu harus keluar paksa untuk pindah kegudang penyimpanan.

Saat kabar tersiar bahwa ada sebuah gudang yang menyimpan mayat yang terawetkan secara ilmiah. Para wisatawan mulai mendatangi ruang penyimpanan terkutuk itu. Bahkan para penjaga makam memanfaatkannya untuk mencari keuntungan akan ketenaran tempat itu. Mereka memungut sejuumlah uang untuk siapa saja yang mau masuk kedalam. Dan hal itu menjadikannya sebagai museum mumi sampai sekarang

Seramnya Mumi Ignacia di Museum Terkutuk

Mumi yang paling terkenal ialah Ignacia Alguilar, ia adalah seorang wanita yang pernag terkubur hidup-hidup. Saat wabah kolera itu, keluarga korban meninggal harus langsung menguuburkannya agar tak menyebarkan wabah bahaya itu. Namun karena kurangnya pengetahuan dokter, ignacia menjadi salah satu korban kesalahan. Ia memiliki riwayat penyakit yang kondisi jantungnya kadang berdetak lembut dan kadang juga berhenti. Sehingga para dokter tak dapat mendetksi tubuhnya dan seumur hidup ia memang mutlak sakit karena itu.

Saat itu ia positif terkena kolera dan para keluarga serta dokter mengira ia telah meninggal dan langsung tergesa-gesa menguburnya. Lalu saat jasadnya harus keluar dari makam karena keluarganya tak mampu membayar pajak. Sungguh terkujut, karena ia terlihat tsedang telungkup dengan dahinya yang penuh cakar dan mulutnya mengeluarakan darah karena berusaha menggigit tangannya sendiri. Kini jasadnya berada pada museum itu dengan kondisi mulut terngaga lebar karena mencoba berteriak didalam peti matinya.

Baca Juga : Island Of The Dolls, Kisah Pulau Berisi Ribuan Boneka Menakutkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *