Loading

Seumur hidup menginjak umur 22 tahun, saya tidak pernah memiliki pengalaman horor, mistik ataupun sekedar bertemu sekelbat penampakan. Paling parah hanyalah mendengar suara benda jatuh sendiri atau barang tergeser dan suara suara aneh lainnya. Walaupun hal itu sering saya dengar pada waktu tengah malam, semua hal itu masih bisa terbantah dengan asumsi “ah tersenggol kucing atau tikus”. Selain itu, semua cerita mistis yang dengar selama ini hanyalah beberapa kisah dari penampakan hantu indonesia yang sering teman-teman ceritakan. Dan tak semua dari kisah-kisah itu bisa saya percaya 100% keasliannya.

Misalnya saja kisah seseorang yang melihat sosok orang lain dirumah, sedangkan semua orang dirumah tak melihat hal yang sama, ataau melihat makhluk kecil berlari berwarna hitam yang dianggap orang adalah tuyul dan melihat tangan tak bertubuh yang mencengkram kaki tiba-tiba dan kisah kisah lainnya. Entah kenapa sampai umur sedewasa ini saya tak pernah mengalaminya sendiri dan sepenuhnya mempercayai hal semacam itu. Masih bergeming anatara percaya dan tidak percaya. Sampai suatu ketika saya mendengar kisah horor berikut.

Baca Juga : Kota Mati Dargavs, Rumah Unik Berisi Pemakaman Kuno yang Mengerikan

Pengalaman Horor Kosan Mencekam

Malam itu teman saya farah sedang sendirian dikosannya yang berada dilantai dua. Biasanya banyak teman yang akan datang untuk sekedar nongkrong dan mengacak-ngacak kosannya. Jika tidak pun, kosan itu juga ramai terisi oleh penghuni beberpa gadis, namun malam itu hampir semua mudik kekampung halamannya masing-masing. Ada satu anak yang masih tersisa dilantai satu, namun ia adalah penghuni baru dan mereka belum pernah berkenalan sebelumnya. Jadi ada atau tidak penghuni lantai satu itu, tak begitu berpengaruh sekali. Sebenarnya ia sendiri pun berencana untuk pulang kerumahnya, karena besok jadwal bimbingan skripsi nya mendadak harus dilakukan maka tak mungkin bisa dibatalkan. Skripsinya pun memang banyak yang belum rampung pengerjaannya, ia harus tinggal sambil menyelesaikna bab yang paling terkutuk yaitu Bab IV.

Sendiri dan sepi ia mengerjakan skripsi nya dengan tenang, tiba-tiba momen yang akan ia kenang sebagai kesialan hidup terjadi. Karena hanya dua orang dalam bangunan dua lantai berisi delapan kamar itu, suasana kosan jadi mendadak mencekam. Namun tak ada firasat yang aneh pada malam itu. Kesunyian tak dapat mengusiknya toh bukan malam jumat jadi ia gak parno-parno amat. Karena kesepian itu kian terasa menganggu, akhirnya farah menyalakan televisi, setidaknya tv berukuran 14 inc itu dapat menarik perhatiannya walau hanya secuil. Dan pukul 11 malam, hampir tengah malam suatu keganjilan mulai datang. Berawal dari siaran televisi yang tiba-tiba berganti sendiri, seperti adegan horor pada film yang untungnya tak ada adegan sadako keluar dari layar. Awal mulanya ia menonton acara sinetron dan mendadak berubah jadi film horor, terbukti dari channelnya juga berubah.

 

Apa yang terjadi pada kosan farah? Simak ke part selanjutnya ya..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *