Loading

Cerita Horor : Penjara horor di tepi pantai dan cerita hantu tanpa kepala – ini adalah kisah saya saat berada di penjara horor bersama dengan hantu tanpa kepala yang sering mondar-mandir dilorong sel isolasi.

Dua tahun lalu saya tersandung kasus tertentu sehingga menyebabkan harus mendekam di dalam penjara selama 7 tahun lamanya. Banyak pengalaman yang saya dapat selama berada didalam lapas, dari yang keras sampai pengalaman mistis sekalipun pernah saya alami. Semua tempat pasti selalu ada mitos-mitos tertentu yang melatarbelakangi suatu bangunan, baik bangunan baru ataupun yang sudah lama dibuat.  Selain itu, Lapas yang saya tinggali saat itu berada tidak jauh dari tepi pantai, namun tak berarti para napi dapat bebas merasakan indah dan sejuknya suasana pantai. Yang kami rasakan hanyalah engap nya jeruji besi yang melintang diantara tembok-tembok besar, dan angin malam pantai yang dinginnya sampai menusuk ketulang. Ditambah banyak pemandangan tikus-tikus yang besarnya sebesar kucing akan sering wira wiri. Menurut tuturan penduduk sekitar, pantai ini berada di titik pertemuan antara bibir pantai dan muara, yaitu air laut dan sungai. Tentu saja tempatnya lembap dan kotor, lokasi yang sangat disukai para jin dan makhluk halus.

Kamar Sel Blok F-3

Banyak napi yang suka bertukar kisah horor, selain karena suasana nya yang mendukung. Semakin menakutkan, akan semakin seru untuk didengarkan ceritanya. Salah satu kisah yang sering dibicarakan adalah tentang kejadian-kejadian aneh dilapas ini sendiri. Dari mulai penampakan yang biasa saja sampai yang seram dan tak terlihat wujud aslinya, semua bervariasi disini. Salah satu spot yang sering digegerkan adalah sel yang berada di blok F, yaitu sel yang berada diujung penjara horor ini berada. Sel ini jarang dijamah oleh siapapun, jangankan orang bahkan sinar matahari pun tidak bisa masuk karena terhalang bangunan-bangunan didepannya. Dan yang lebih menyedihkan lagi jika hujan terus turun blok ini rawan sekali terkena banjir, bisa dibayangkan begitu lembab nya blok sel ini. Sel ini diperuntukan oleh napi-napi yang memiliki kasus terparah dan tersadis, atau hanya sekedar dijadikan sel isolasi untuk para napi yang sangat sulit diatur. Setiap sel nya hanya berukuruan 3X3 meter dan bisa dihuni sampai delapan orang.

Konon ada salah satu kamar yang tidak boleh dihuni oleh napi karena dianggap membawa petaka yaitu diblok F-3. Menurut cerita, seorang napi yang dipaksa menginap didalam kamar sel tersebut akan mengalami kesurupan setiap hari dan akan sulit untuk disembuhkan. Bahkan ada beberapa napi yang nekat bunuh diri karena dorongan hantu yang selalu ingin mencelakai manusia yang menetap di ruangan tersebut. Maka dari itu tanpa alasan yang logis, kamar di sel F-3 ini tak lagi ditempati oleh para napi lagi.

Lapas Yang Paling Horor

Lapas ini telah berdiri lebih dari satu abad tepatnya sejak tahun 1905, dan sudah pasti lapas ini sudah merekam banyak tragedi yang terjadi. Lapas ini lumayan ditakuti oleh para napi diseluruh wilayah negeri ini karena tempatnya yang jauh dari keramaian dan sangat horor. Tak jarang juga penjara horor ini dijadikan tempat eksekusi mati bagi para narapidana kelas kakap seperti teroris atau kasus sadis lainnya. Pada jaman dulu, eksekusi masih dilakukan dengan memenggal kepala para napi. Sampai sekarang, para napi penghuni lapas masih sering mencium bau anyir darah pada malam hari dihari-hari tertentu.

Kejadian seram pernah menimpa saya saat harus ditempatkan disel blok c dikarenakan melakukan baku hantam dengan napi yang lain. Saya ditempatkan dikamar sel F-2, persis disebelah kamar yang sering dibicarakan kehororannya itu selama lima bulan lamanya. Bahkan sebelum resmi dipindahkan, saya sudah membayangkan akan melewati banyak kejadian mengerikan bersama para hantu disana.Dimalam pertama menginap dikamar sel isolasi tersebut, saya tidak bisa tidur dengan nyenyak dan sialnya itu adalah malam jumat. Untungnya ada enam napi bandel lainnya yang berkumpul dikamar ini. Setelah puas berbagi cerita, kami semua memutuskan untuk tidur dengan merebahkan kardus untuk alas tidur. Tidak ada lima menit membaringkan tubuh, suara-suara aneh mulai terdengar dari kamar sebelah. Dan diiringi hembusan angin pantai yang membuat bulu kuduk merinding dengan membawa bau anyir darah dari arah kamar tersebut. Saya membangunkan salah satu teman untuk memastikan bau anyir itu benar-benar ada. Ia sontak bangun dan berdiri, diluar dugaan ia malah menghampiri pintu sel dan meneriaki kearah kamar sebelah..
“Setan gaada otak! Cuma berani pake bau sama suara aja! Kalo berani muncul sini! Ganggu orang tidur aja lo semua! Gua abisin lo kalo sampe ketemu!”
saya yang melihatnya hanya bisa tercengang. Teman-teman yang sudah tertidur pun menjadi terbangun dan bukannya malah menenangkan mereka malah menambah makian terhadap gangguan hantu yang berada disana. Setelah napi-napi tersebut puas memberikan makian kotor bau anyir tersebut tiba-tiba saja hilang.
“Kan langsung ilang baunya. Hahahaha, lo salah nakutin orang setan. Masa setan nakutin setan!”
“Gila ya kalian” dalam batin saya.

Hantu Tanpa Kepala

Setelah hari itu akan selalu ada kejadian-kejadian aneh yang terjadi di kamar F-3, bahkan dari bau tersebut sempat muncul sosok yang selama ini dibicarakan yaitu hantu tanpa kepala. Sosok ini sering mondar mandir dilorong blok F ini, terutama didepan kamar F-3. Disana seperti tempat basecamp baginya, namun hal ini bukan menjadi alasan bagi para napi lain untuk takut. Bahkan jika sosok itu terlihat dimata salah satu napi, hinaan kotor itu akan tetap terlontar. “Kaya gak ada harga dirinya dia jadi setan disini” batin saya. Saya pernah beberapa kali melihat penampakannya sedang berjalan, saya memang tidak seberani napi yang lain untuk memaki setiap kejadian yang dilakukan para makhluk halus. Tapi semakin lama saya berada diantara napi-napi ini, nyali saya semakin kebal juga. Ketika suara aneh dan bau anyir itu terasa, mulut saya menjadi latah dan ikut menyemprotkan cacian-cacian kotor juga untuk para hantu.

Saya menjadi sedikit kasihan untuk para hantu yang berada dipenjara ini, meninggalnya karena di eksekusi , giliran melinggal jadi hantu masih dicaci maki juga. Mental para napi yang pernah masuk ke kamar isolasi ini memang terlalu tebal untuk sekedar diganggu oleh sebuah “hantu”. Satu-satunya hal yang akan ditakuti para napi hanyalah gagal mendapatkan remisi saja, hahahaha..

Baca Juga: Tangisan Sosok Perempuan Yang Mencari Bayinya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *