Loading

Bayangkan saja, jika liburanmu saat megunjungi rumah nenek malah berakhir dengan sebuah perkenalan para sosok hantu. Beberapa tahun lalu saat maya masih SMP ia berkunjung kerumah neneknya di kota sumedang. Rumah neneknya merupakan bangunan tua pada zaman belanda dulu dan terbilang cukup besar ukurannya.

Rumah neneknya memiliki banyak kamar dan halamannya cukup luas, tapi kelemahannya berada pada toilet. Toilet nya semua berada berjejer dekat sumur rumah, jika ada yang buang air atau mandi harus keluar rumah lewat pintu samping dahulu. Dan ada salah satu toilet yang jarang sekali terpakai letaknya dekat dengan sumur. Rumah sebesar ini hanyalah terhuni oleh lima orang yaitu nenek, bude, pakde, satu anaknya, dan kang didi (orang yang bantu beres-beres rumah).

Baca Juga : Hantu Penunggu Asrama Iseng Pengganggu Mahasiswa

Terkejut Akan Perkenalan Para Sosok Hantu Anak Kecil

Pada hari itu maya dan keluarga akan bergegas tidur setelah puas bersenda gurau dengan keluarga. Sebenarnya itu masih pukul 10 malam, namun rumah nenek memiliki kebiasaan dina pukul 10 malam adalah jam tidur. Mereka semua langsung masuk kekamar masing-masing, maya tidur bersama kakaknya dan adiknya tidur bersama orangtuanya. Setelah membaringkan tubuhnya, hawa ngantuk dan dingin dari hujan langsung menghipnotis semua orang.

Namun saat tengah malam ia sempat terbangun karena kebelet pipis, dengan mata yang masih mengantuk ia segera beranjak dari kasur untuk pergi ke toilet. Untuk menuju kekamar mandi, ia harus melewati ruang tengah dan dapur yang semua lampunya mati kecuali ruang tengah yang lampunya masih menyala namun redup. Pemandangan dapur cukup menakutkan karena sangat gelap, namun samar-samar maya melihat seorang anak setinggi galon sedang lompat dari meka makan. Langkahnya sontak terhenti dengan jantungnya yang mendadak berdegup cepat dan bulu kuduk yang berdiri.

Ia masih penasaran dengan apa yang ia lihat, dengan perlahan ia mendekati dapur memastikan bahwa yang ia lihat salah. Semakin maya mendekat semakin jelas terlihat sosok itu, tiba-tiba saja ia menoleh kerah maya seakan menandakam kalau ia sedang terusik. Setelah melihat maya, tidak lama sosok itu langsung lompat kerah lemari piring dan pergi menghilang. Tanpa berpikir panjang maya langsung bergegas pergi ketoilet dan menyalakan seluruh lampu tanpa mau memastikan apa yang ia lihat lagi.

Sosok Wanita Pada Tepi Sumur

Setelah selesai pipis, ia keluar dari toilet dan mendengar suara pintu toilet sebelah tertutup dan juga suara kucuran air mengalir. Setelah ia meneriksanya tidak ada siapapun, sontak saja maya langsung berlari kencang menuju kamarnya. Sangking tidak hati-hatinya, sangat apes! maya terpeleset pada lorong toilet yang menuju dapur. Masih merasakan sakit dan mencoba untuk bangun ia kembali terkejut dengan sosok perempuan berambut panjang selantai berantakan dan berpakaian putih kumal sedang duduk menunduk pada tepi sumur.

Rasa sakitnya seperti mendadak menghilang, ia lekas berdiri dan kembali berlari sekuat tenaga sampai kamar. Sampai kamar ia langsung menutupi sekujur tubuhnya dengan selimut dan memaksa matanya untuk langsung tidur. Walaupun masih terbayang-bayang akan kedua sosok yang ia lihat tadi, akhirnya ia bisa terlelap dengan nyenyak.

Keesokan harinya saat ia terbangun, maya langsung menceritakan kejadian nya semalam kepada seluruh anggota keluarga. Kang didi yang mendengar nya hanya senyam senyum dan mengatakan kalau penghuni tak kasat mata itu memang suka menyapa para penghuni baru atau tamu.

Bahkan ia bercerita kalau beberapa waktu lalu pakde sedang kedatangan tamu yang datang dengan sopirnya. Karena menunggu cukup lama, sopirnya pun tertidur dan saat terbangun ia terkejut karena sudah berada pada kolong mobil dan kepalanya terbentur beberapa mesin saat berusaha untuk keluar dari sana. Karena cerita itu, maya sempat berpikir kalau ia merasa cukup beruntung kalau sosok-sosok itu hanya memperlihatkan wujudnya saja tanpa melakukan hal-hal aneh untuknya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *