Loading

Cerita Horor : Pocong yang menemani tidur untuk minta tolong dibukakan tali nya – Harusnya saya sudah mengerti dari awal bahwa kontrakan ryan memang sarang pocong, sampai-sampai ditemani tidur juga sama pocong!

Ini adalah kisah lanjutan dari Sahabatku Disembunyikan Sosok Kuntilanak Di Asrama Tua, PART II , yaitu teman saya ryan yang pernah disembunyikan oleh kuntilanak. Semenjak itu, kekuatan mata batin nya semakin kuat dan sering ngobrol sama makhluk halus. Dia tinggal disebuah kontrakan yang menurut saya udah kelewat horor. Jika cerita kemarin adalah kisah dia, kali ini adalah kisah saya sendiri yang “dikerjain” setan.

Kontrakan Ryan

Ryan ngontrak disalah satu bangunan didekat kampus yang cukup luas, berisi 10 kamar dan 5 lainnya sudah terisi. Dia ngontrak berdua sama temannya si gilang dan kontrakannya merupakan basecamp utama kami saat bolos jam kuliah. Sebenarnya sudah banyak rumor yang beredar kalo kontrakan itu merupakan sarang pocong. Yang lebih menyeramkan lagi kamar mandi nya hanya ada satu dan itu diluar kamar. Bisa bayangin kalau kamu kebelet buang air di jam 12 malam keatas? Menyeramkan.
Sebanding lah dengan harga sewa nya yang cukup murah disini, sampai-sampai ryan dan gilang menyewa kontrakan tersebut langsung dua tahun. Namun pemilik kontrakan menolak dan menyuruhnya untuk membayar pertahun saja. “Lah ada ya, orang nolak uang?” Kontrakan ini dikenal banyak pocongnya. Jangan tergiur dengan harga murah, buat kamu yang memiliki jiwa penakut untuk nginep sehari disini saja rasanya bikin emosi terus.
Sebulan lalu saya mencoba main ke kontrakan ryan dan tidak ada yang aneh sama sekali, layaknya kontrakan biasa. Namun, ryan sempat mengingatkan untuk jangan menutup rapat pintu kamar mandi.
“Dih, kalo gua mau BAB gimana yan?”
Ryan hanya tertawa, saya tidak mengerti apa yang dimaksud.

Memutuskan Untuk Menginap
Di malam minggu, saya diundang ryan untuk main ke kontrakannya untuk sekedar ngobrol-ngobrol dan makan, itung-itung nemenin jomblo di malem minggu deh. Karena terlalu asyik ngobrol, saya tak sadar bawa sudah menunjukkan jam 01.30 dini hari. Ryan menyuruh saya untuk menginap saja, karena sekarang rawan sekali ada begal dijam segini. Saya pun berniat memasukkan motor kedalam ruang parkir dan menata motor lainnya, tiba-tiba… Punggung saya terasa sangat panas, dan “Shrkkkkk!” entah suara dari mana datangnya. Dan ryan mulai mematikan lampu diruang utama, namun lampu depan kamarnya masih menyala. Bulu kuduk saya malah makin merinding rasanya, ditambah lagi sekalinya ada penerangannya adalah lampu yang berwarna merah lima watt. Suasana nya mendukung untuk para makhluk halus bergantian untuk nongkrong.
Sebelum masuk kamar, saya memasuki kamar mandi untuk buang air kecil dan wudhu. Ketika membasuh muka, entah kenapa saya mengingat cerita tentang sarang pocong itu. Dan tiba-tiba “Shrkkkk!” suara itu muncul lagi. Saya menoleh kebelakang dan memeriksa keluar kamar mandi, namun tidak ada apa-apa. Saya langsung bergegas masuk kekamar dan tidur bertiga bersama ryan dan gilang. Kenapa mendadak hawanya menjadi sangat dingin, kami memakai satu selimut untuk tiga orang.

Suara Aneh

Padahal sudah sangat larut, namun mendadak saya sangat sulit tidur. Yang menjengkelkan lagi, kaca dikamar ryan tidak diberikan korden sama sekali dan otomatis pemandang diluar akan terlihat jelas dari dalam. Dan pemandangan itu adalah… kamar mandi! Saya mencoba segala jenis posisi tidur, dan yang paling nyaman adalah tengkurap. Baru mau memejamkan mata “Shrkkkkkk, shrkkkkkk!!”, suara itu ada lagi!
“Tidur aja di, pasarnya baru buka itu” suara lirih ryan.
“Pasar apaan dah jam segini? Mana ada pasar didalam kontrakan? yang bener-bener ajee”
Namanya juga si ryan si kebo tukang tidur, cepat sekali dia bisa tidur. Tiba-tiba terdengar lagi suara..
“Ctakkkk, ctikkkk” seperti suara orang sedang menggunting kuku. Dan disambung dengan suara.. “Mhaaaa” ini yang paling merinding!!
Saya langsung membangunkan ryan dan menanyakan suara apa itu? dia hanya menjawab “Tidur aja..”
“Gimana gua bisa tidurrrrrr kampret!!!!!!!”
Karena rasa ketakutan ini, malah bikin saya pengen buang air kecil terus. Buat melek aja takut apalagi keluar dan nyamoerin kamar mandi itu. Namun, rasanya sudah dipucuk dan saya tak taha lagi dan keluar menuju kamar mandi. Membuka pintu kamar saja sudah horor “Kriettttt.. krietttt” saya langsung menyalakan lampu utama dan langsung berlari menuju kamar mandi.

“Culi, Culi, Culi”

Belum saja selesai buang air, terdengar lagi suara “culi, culi, culi” saya langsung mengingat mitos jawa, culi yang berarti lepaskan. Ini pertanda ada sesosok pocong yang meminta bantuan tali pocongnya untuk dilepaskan. Kan, akhirnya ngalamin! Tanpa banyak basa-basi, saya langsung menutup resleting celana dan langsung berlari menuju kamar. Buru-buru mengambil selimut dan memeluk guling dengan erat. Dan… Deg! saya baru ingat, kenapa tiba-tiba disini ada guling? Kan dikamar ini cuma ada dua bantal. Mendadak badan saya seperti membeku, panas digin dan kesulitan bernafas. Perlahan saya membuka mata, perlahan, saya sedikit membaca doa dan kemudian membuka mata. Dan.. tepat didepan wajah saya terlihat ada bibir yang robek-robek dan dikerubungi kelabang, dengan wajah hancur dan mata sebelah kanan nya hampir copot. Jelas sekali diatas kepalanya masih terikat tali putih dan dia mengeluarkan suara lirih “culi.. culi.. culi..”
Saya berteriak kencang dan pingsan.
Keesokan harinya ketika saya sadar, saya mengomeli gilang dan ryan. Mengapa tidak ada yang menolong dan mendengar suara saya?
“Nanti malam nginap lagi ya” ledek ryan.
Dengan singkat saya menjawab, “Ogah!!”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *