Loading

Kisah di mulai saat aku, berkunjung ke rumah salah seorang temanku, Nia namanya. Saat pertama kali memasuki rumah aku kagum dengan deretan lukisan besar yang terpajang setiap sudut rumah. Pandanganku tertuju dan kagum pada lukisan yang paling besar, dengan bingkai mewah yang sangat cantik. Lukisan seorang wanita dengan pakaian tradisonal yang khas, berwarna hijau. Temanku menjelaskan bahwa ia adalah Kanjeng Nyai Roro Kidul Ratu pantai selatan.

Kemunculan Ratu Dalam mimpiku

Sepulangku dari rumah temanku, setiap malam sosok wanita itu sering kali muncul dalam mimpiku. Dalam mimpi itu aku bertemu dengannya dipantai, yang aku sendiri pantai mana itu. Wanita cantik itu sangat anggun dnegan pakaian tradisioanl yang tidak pernah aku lihat sebelumnya, mungkin seperti pakaian pengantin Jawa. Dalam mimpi aku duduk bersama dengannya, ia menataoku dengan senyuman yang sangat menawan. Tanpa ada percakapan, mimpi itu berulang-ulang datang setiap malam.

Libur sekolah telah tiba, Nia dan keluarganya akan pergi belibur ke Wisata Pelabuhan Ratu. Nia mengajak aku untuk ikut bersamanya karna ia ingin ada teman sebaya untuk diajak berlibur, menurutnya tidak asik jika hanya bersama ayah da ibunya. Tentu saja aku sangat antusias, pergi belibur. Kami menginap pada hotel yang cukup terkenal yaitu Hotel Samudra Beach. Pemandangan dari sini sangatlah indah, karna kamar kami langsung menghadap ke lautan.

Pada suatu malam, aku terbangun dari tidur, melihat jam masih sekitar pukul 12 malam. Aku lihat ranjang Nia kosong, aku pikir ia sedang ke toilet. Ingin rasanya menutup mata kembali agar besok bisa berwisata dengan segar. Namun rasanya kantuk ini tidak bisa membawaku tertidur, herannya Nia tidak kunjung kembali ke ranjangnya sampai aku mulai tertidur kembali.

Pagi harinya aku bertanya kepada Nia mengenai tadi malam. Nia menjelaskan bahwa ia dan orang tuannya selalu pergi setiap satu malam tiap bulan ke tempat ini dan ke kamar 308. Aku bertanya ada apa kamar 308 itu. Nia menjawab bahwa ayahnya hanya mengucapkan terimakasih saja. Aku semakin penasaran dan semakin aku ingin tahu apa yang terjadi sebenarnya. Aku mengajukan dan minta kepada teman aku juga ingin ikut ke kamar 308.

Baca Juga “Sang Primadona Miss K, Penghuni Kosan yang Caper”

Pertemuan Langsung

Malam berikutnya aku dan kelurga Nia berkunjung ke kamar 308. Sebelum aku masuk kekamar itu kami semua harus mengetuk pintu kamar 3 kali dan mengucapkan salam. Aura mistis mulai aku rasakan aku melihat ruangan itu penuh dengan bunga yang sangat harum. Kami duduk bersila dan mulai konsentrasi menutup mata, Aku mengikuti yang perintahkan orang tua Nia.

Dalam diamku aku merasakan sesosok wanita cantik menghampiriku. Aku sangat terkejut, ia adalah wanita yang selalu datang dalam mimpiku setiap malam belakangan ini. Anehnya saat aku akan memberitahu Nia, wanita itu memberi isyarat seakan menyuruhku tidak memberitahu siapapun. Wanita itu lalu mendekat, dan berbisik dekat telingaku “Cucuku, jangan sekali-kali kamu memujaku, jangan kamu meminta dariku, jangan pernah melanggar larangan Tuhanmu, Mereka memujaku, meninggalkan Tuhannya mereka meminta kekayaan duniawi dariku, dan mereka tidak akan pernah lepas dariku, mereka milikku, mereka pengikutku, jangan kamu mengikuti jalan mereka”

Ialah sosok Ratu yang Lukisannya terpampang dalam kamar ini, yang mereka sembah-sembah. Sosok Ratu yang ia sendiri memintaku untuk tidak ikut dalam hal yang keji larangan Tuhan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *