Loading

Cerita Horor : Ruang tu yang penghuninya suka mengganggu manusia – Semenjak di tertawakan sosok perempuan nyali bodoamat ku berubah menjadi serba parno.

Pengalaman ini aku dapatkan saat dibangku SMA dan ini adalah kisah nyata dan bukan rekayasa. Kala itu umurku masih 15 tahun dan seumur hidup gak pernah ngalamin melihat sosok-sosok gaib seperti hantu atau penampakan, bahkan suara-suara nya aja pun gapernah. Aku bersyukur karena tidak diberi kemampuan bisa melihat hal-hal semacam itu dan memang gaakan pernah mau.

Bangunan Angker

Sampai suatu hari, aku mengalami kejadian yang gak pernah mau aku alamin dan masih terngiang sampai saat ini. Yaitu kejadian saat aku masih dibangku kelas 10, sekolahku memang banyak yang bilang sebagai bangunan yang cukup angker. Dan gak cuma 1-2 orang aja yang pernah membuktikannya. Aku bukan tipe orang yang cepat percaya dengan gosip-gosip mistik seperi itu, apalagi disekolahku sendiri. Sampai pada hari aku mengalaminya sendiri..

Kejadiannya saat aku sedang sibuk-sibuknya dengan kegiatan osis yang akan mengadakan suatu acara yang cukup besar. Karena deadline kegiatannya sudah cukup dekat, semua anggota osis menjadi sangat sibuk bahkan kami bisa pulang sampai hari akan gelap. Untungnya aku punya teman yang cukup solid namanya mega, kebetulan dia juga teman smp-ku dulu. Biasanya lapangan cukup ramai dihari jumat karena pulang cepat dan akan ada kegiatan ekstrakurikuler. Namun hari itu masih pukul 16.00 dan anak-anak sudah banyak yang pulang dan anggota osis yang lain juga sudah satu persatu balik. Sedangkan aku, mega dan dua teman yang lain masih mengerjakan pretelan rencana kegiatan.

Baca Juga : Sosok “Si Merah” Sudah Tak Lagi Terdengar Tangisan Nya, PART III

Disekolahku banyak spot-spot yang sering dibicarakan karena angker. Contohnya saja ada satu kelas yang lama dikosongkan dan tidak pernah di renovasi lagi selama bertahun-tahun karena katanya dilarang oleh penunggu nya. Apalagi ruang TU yang sering sekali tiba-tiba tercium bau melati dan ruang kepsek yang katanya terisi sesosok perempuan belanda yang menyeramkan. Walaupun teman-teman banyak yang sering membicarakan hal-hal mistis, namun tidak denganku. Aku hanya sekedar ikut mendengarkan saja, sebenarnya aku adalah tipe yang bodoamat dengan urusan mistis seperti ini. Sahabatku mega memiliki sifat yang sama karena sama-sama memiliki sifat yang bodoamat dengan urusan seperti itu. Misalnya waktu itu saat kegiatan jurit malam, kami masih nyantai saja berduaan di tengah malam padahal kami sering mendengar tentang sekolah kita yang angker dari teman-teman.

Ruang TU

Pada saat itu, sepertinya penunggu sekolah seperti gemes dengan sikap kami yang terlalu bodoamat dan nunjukin eksistensi nya. Sore itu aku harus membagikan undangan untuk surat izin penyewaan tempat, karena saat itu aku tidak membawa laptop maka aku meminjam komputer dari kantor TU karena deadline nya besok pagi harus sudah disebarkan. Letak ruang TU dan kepsek berada sebelah-sebelahan dan tak jauh dari ruang receptionis sekolah untuk menerima tamu dari luar. Karena hari sudah cukup sore jadi diruang TU hanya ada aku dengan mega. Kami mengerjakan nya bersama, dengan letak komputer saling membelakangi. Keadaanya sangat sepi karena seluruh staf TU dan guru sudah pulang semua. Korden ruangan sengaja kami buka, yaa biar terang aja gitu..
Kami berdua sama-sama fokus dengan komputer masing-masing, agar tugas juga cepet kelar dan bisa cepat pulang.

“Srekkkk.. Srekkk.. Sreekkk..”

Setelah hampir 20 menit kerjaan kami sudah beres hanya tinggal di print saja undangannya. Aku yang saat itu mau menghidupkan printer tiba-tiba mendengar ada suara korden yang bergerak “srekkkkkkk”, sedangkan mega berada di depanku sedang mengecek kop surat. Kami berdua saling tatap dan tiba-tiba dari arah ruang kepsek ada yang buka gagang pintu “ceklek” dan kemudian tertutup sendiri seperti dibanting. Keringat dingin sudah mengucur deras dari dahiku, dan finally yang paling ngeri adalah. Korden yang tadi tertutup sendiri sekarang perlahan terbuka “srekkk, srekkk, srek” dan diikuti suara ketawa perempuan yang lumayan keras dibalik jendela. Apa hanya hanya aku yang mendengarnya? Tentu tidak, mega langsung memegang erat tanganku. Dan tubuhku seketika seperti membeku dan gemetaran. Rasanya ingin lari tapi kaki seperti susah digerakan.
“Masukin semua filenya ke flashdisk mega, sekarang!” ujarku dengan nada lirih.
Mendengarku bicara, mega langsung kedubugan mengopy semua file surat kedalam flashdisk dan menunda print nya besok saja. Dan aku langsung cepat-cepat membereskan dokumen-dokumen yang kami bawa. Setelah kami selesai tanpa berbasa-basi kami langsung ngibrit keluar ruangan dan nyari abang-abang ojek untuk pulang.

Semenjak hari itu aku dan mega menjadi orang yang agak parnoan. Kalau inget suara ketawa ngerinya sosok itu berasa kita sedang berada disampingnya. Dari hal itu aku menjadi lebih percaya kalau mereka itu sebenarnya ada disekeliling kita dan kita harus selalu menjaga sikap saat berada dimanapun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *