Loading
Rumah Kontrakan Horor Dengan Kejailan Sosok Mistis

Setiap rumah mempunyai kisah tersendiri. kisah hantu yang aku alami terjadi di sudut utara Banten. Aku tinggal di sebuah kampung yang konon dahulu lumbung bekas korban PKI. Cerita itu benar atau tak, yang jelas banyak memercayai kisah hal yang demikian.

Awal Kisah Horor

Dulu keluargaku ngontrak di sebuah rumah petak sederhana. Saking simpelnya, harganya bahkan sederhana. Pemilik rumah mengatakan, dari segala rumah yang dikontrakkan, rumah ini merupakan yang termurah. Sebab keluarga tidak mau mencari-cari lagi, rumah ini kemudian menjadi rumah kontrakan pertama, selama 8 tahun mulai dari 1991 hingga 1999.

Sekilas tidak ada yang aneh. Melainkan, seandainya terlihat dari luar, rumah ini memang singup. Seperti ada “makhluk asing” yang menempatinya. Mulanya aku tidak yakin, semacam itu pula orang tua aku. Melainkan, saat itu sang pemilik kontrakan memberikan isu yang mengagetkan. “Bapaklah yang pertama mau ngontrak rumah ini. Sebelumnya tidak ada yang mau sebab katanya angker. Makanya aku kasih harga paling murah.”

Setiap Magrib, ketika bapak hendak pergi ke masjid dengan motor, selalu ada keanehan terjadi pada motor. Motor telah posisi on, tinggal distarter tangan. Gagal. Pun sampai tes ketiga. Seperti pula ketika mencoba starter kaki. Gagal sampai tes ketiga pula. Walhasil motor kembali dalam posisi off. Kemudian nyalakan kembali dengan starter tangan. Ajaibnya kali ini berhasil. Bapak hanya bingung. Dan momen ini berlanjut dari bulan keempat sampai keenam.

Baca Juga “Kamar Mandi Seram Tempat Kemunculan Sosok Bocah”

Kisah Horor Rumah Yang Terjadi

Seandainya Bapak isengi saat Magrib, gangguan yang sesungguhnya akan terjadi selepas Magrib. Kadang ada ketukan tak jelas pada langit-langit, tetapi gangguan lain lebih banyak terjadi area pagar. Ada ketukan pintu sebanyak tiga kali mulanya saya hiraukan. Kembali terketuk tiga kali. Saya anggap angin lalu. Bukannya stop, malahan menambah ketukan hingga menjadi lima kali. Karena kesal, saya membuka pintu hal yang demikian dengan paksa.

Kaget bukan kepalang sesosok perempuan dengan sepasang gigi terjulur hingga kaki. Lidah yang berwarna cokelata hingga menebar bau amis. Yang paling menakutkan adalah matanya. Saya menangis sejadi-jadinya. Bapak dan ibu aku yang mungkin sedang memadu beri terbangun seketika. Melihat aku menangis kemudian memeluk aku. Menenangkan. Ketika Bapak mengecek ke luar, tidak ada apa-apa. Cuma angin yang berembus sangat lirih.

Sesudah peristiwa itu, aku lebih menyenangi tidur awal. Ketimbang aku berjumpa lagi dengan sosok menyeramkan malahan tidak mau mengingatnya walaupun wajahnya hingga kini masih membekas sekarang.

Esoknya, giliran Bapak yang mengalami kejadian serupa. Bapak menemui Ibu sedang duduk santai ruang tamu dengan mengenakan gaun merah. Saat memanggil, Ibu bukannya menoleh melainkan lebih memilih keluar rumah. Segera, Bapak pun mencontoh langkah Ibu. Saat menuju halaman, terdengar bunyi Ibu memanggil Bapak dari dapur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *