Loading

Cerita Horor : Sahabatku disembunyikan sosok kuntilanak di asrama tua, part ii – Benarkah ryan diculik oleh sosok kuntilanak itu? Bagaimana cara ia kembali kedunia nyata?

Lalu kami memutuskan untuk mencari nya di asrama bagia belang. Disana terdapat sebuah jembatan kecil yang terhubung langsung ke asrama putri, kenapa aku kepikiran kalau si ryan bakal kesasar sampai sana ya..

Diculik Kuntilanak

Hampir seluruh sudut asrama sudah kami telusuri bersama, namun hasilnya nihil! Tak lama kemudian dari kejauhan aku melihat bapak-bapak menghampiri kami dan ternyata dia adalah seorang panitia turnamen.
“Sudah malam-malam gini, kalian semua sedang apa disini?”
Karena sudah mentok, kami menceritakan semua apa yang sedang kami alami. Dan respon si bapak bikin geleng-geleng kepala.
“Akhirnya ini benar-benar terjadi juga ya” dengan mimik wajah sambil berpikir.
“Ha, Maksudnya apa yah pak?”
“Beberapa hari lalu, saya menemui sosok itu. Cirinya sama persis, rambutnya panjang terurai, memakai baju putih sangat lusuh, mukanya hancur dan banyak sayatan disekujur tubuhnya. Ia meminta tolong untuk mencarikan seorang anak yang memiliki kebiasaan tidurnya cukup lama dan jarang mandi (cenderung kotor) untuk dibawa pergi bersamanya. Memang teman mas-nya memiliki kebiasaan seperti itu?”
Seketika kaki ku lemas, dan kami semua saling berpandangan. Mengapa bapak ini bisa tahu? Ryan memang jarang sekali mandi dan sekalinya tidur hampir 15 jam.
“Jadi gimana nasib teman kami pak. Gimana kalau dia dibawa ke alam gaib oleh kuntilanak itu?”
“Tenang mas, akan saya tanyakan ke orang pintar”
Kami bergegas mengikuti bapak tersebut dan sampailah di tempat orang pintar yang ia maksud. Jawaban yang kami dapatkan..
“Tunggu saja, saya akan bantu kalian. Sebelum shubuh dia juga akan pulang, dia disembunyikan oleh sosok kuntilanak itu”

Menunggu Di Lorong

Kami semakin tidak tenang, kalau dia tidak kembali bagaimana? Karena tak sabar, kami melanjutkan mencari ryan diseluruh tempat di asrama, bahkan samapi ke gedung fakultas, pesawahan dibelakan asrama, menyusuri kolam dan hasilnya juga masih nihil. Si- bapak panitia yang ikut mencari ryan mengatakan, untuk kami kembali saja untuk beristirahat, toh sebentar lagi juga adzan shubuh. Barangkali ryan sudah sampai ke kamar, dan kami meng-iyakan sarannya. Kami menunggu sampai jam 07.00 pagi dilorong lantai tiga, berharap ryan muncul. Namun salah satu dari kami merasa bahwa bisa saja ryan pergi membawa mobil pergi ke kota, untuk ke kota tersebut saja harus memakan waktu hampir 5 jam.
Saya pikir dia gamungkin juga harus ke kota, untuk apa juga?
Tak terasa jam menunjukann pukul 09.00, dan ryan belum juga datang. Kita memutuskan untuk istirahat dan pergi tidur ke kamar masing-masing, agar nanti bisa melanjutkan mencari ryan lagi. Sudah hampir 1 jam saya mencoba tidur, namun sosok kuntilanak itu terus saja ada dibayanganku.
Pukul 10.00 saya keluar kamar dan secara bersamaan juga dari kamar sebelah, ryan pun juga keluar. “Ya ampun kok bisa?”
“Maaf di, gua baru balik pas adzan shubuh”
Jelas-jelas kami duduk dilorong sampai siang dan tak ada yang melihat dia datang. Rasanya ingin sekali kupukul kepalanya, belum saja kepalan tanganku ku sampai, dia langsung berjalan ke kamar mandi. Saya langsung memanggil semua teman-teman dikamar dan memberitahu mereka bahwa ryan sudah kembali. Mereka kaget saat tahu ryan pulang saat shubuh-shubuh dan keluar dari kamar kosong itu.

“Kamu Adalah Sosok Yang Saya Cari-Cari Selama Ini”

Selepas shalat dzuhur, kami semua langsung bersiap untuk pulang dan meminta izin kepada panitia yang bertugas karena tak dapat mengikuti acara penutupan nanti maam. Kami takut kalau ryan akan terkena rayuan kuntilanak itu lagi. Sesampainya di stasiun, kami menaiki kereta menuju kota dan terlihat ryan menjadi sangat berbeda. Yang biasanya dia pecicilan dan banyak omong, ketika ditanya dia hanya menggelengkan kepala dan mengagguk. Sampai kami melewati perbatasan, dia mulai berbicara saat ditanya.
“Yan, lo kemari kemana sih?” tanyaku penasaran.
“Jalan-jalan”
“Lo jalan sama perempuan itu? Dia bilang apa aja ?”
“Kamu adalah sosok yang saya cari-cari selama ini”
“Yang pergi sama lo itu bukan manusia yan”
“Awalnya gua gak tahu. Tapi setelah dia bilang kalo gua dalah orang yang dia cari, tanpa dia sadar wujud aslinya berubah jadi nyeremin banget. Rasanya pengen cepet-cepet kabur, tapi gue gak tau gue diajak jalan kemana. Gak berapa lama akhirnya gue denger suara adzan, dan layaknya orang baru bangun tidur. Gue ngerasa kaya mimpi serem banget.”

Setelah mendengar ceritanya kami semua menjadi merinding namun berbeda dengan ryan dia tampak biasa saja. Sepertinya dia menikmati perjalanan nya dengan makhlus tadi malam..

Baca Juga: Sahabatku Disembunyikan Sosok Kuntilanak Di Asrama Tua

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *