Loading

Mampukah saya selamat dari santet itu? Jawabnnya, tidak semudah itu. Sedari dulu saya memiliki riwayat sakit punggung, namun sudah jarang sekali kambuh bahkan hampir tidak pernah lagi. Dan untuk pertama kalinya selama dua tahun, punggung saya terasa teramat sakit luar biasa. Untuk bergerak sedikit saja rasanya seperti semua tulang pada tubuh akan patah. Namun suara hati terus berbisik “Yuk kamu kuat, kamu bisa, kamu kuat”. Walaupun rasanya teramat sakit, saya kembali termotivasi untuk mengerjakan salat dan mengambil wudhu dengan cara tayamum dan mencoba salat dengan cara duduk atau tidur. Lalu saya membing tubuh saya sendiri dengan memba surat yasin, walau sakit nya tak tertahankan suara hati ini terus menyemangati untuk sabar dan kuat.

Dan syukurlah dalam tiga hari kemudian dengan pertolongan dari Allah SWT saya bisa sembuh dalam waktu 7 hari. Melalui seorang tukang pijat yang membantu saya mengurut sekaligus mengajikan untuk saya. Banyak yang mengatakan kalau seseorang yang pernah mengujungi seorang dukun salatnya takkan diterima selama 40 hari. Saya merasakan kalau selama ini keluarga saya baik-baik saja dan terkesan harmonis, orangtua mengajarkan anak-anaknya untuk suka beramal dan menolong orang. Salah satunya ialah tukang pijat ini, beliau tahu kalau keluarga saya sedang mengalami cobaan seperti ini.

Percobaan Guna-Guna yang Selalu Gagal

Ia menawarkan bantuan dengan membantu memijat dan doa dan meminta tolong beberapa teman lain untuk turut mendoakan saya dan keluarga. Sebelum hal ini terjadi, tukang pijat ini memang sempat mengatakan untuk berhati-hati kepada seorang kakek-kakek yang akan datang kerumahku. Sebenarnya beberapa percobaan guna-guna telah ia lakukan, namun gagal. Mulai dari media kucing, selama 3 hari berturut-turut pada pukul 1-2 pagi pupuw terlihat menjebol atap rumah. Ia selalu terlihat sedih, lemas sembari menatap saya dan menyadari hal itu saya membalasnya dengan senyuman sembali mengelus-elus bulunya sembari berkata “Gapapa pupuw, aku tahu itu bukan ulahmu”.

Setelah beberapa santet ia rasa gagal, dukun itu tak menyerah dengan mengirim sebuah cahaya berwarna merah pekat jatuh kehadapan saya setiap siang dan malam. Ternyata tujuannya adalah memecah belah saya dengan keluarga. Secara bersamaan suara hati terus membisiki “Jangan marah, tahan, jangan membantah dan cukup diam”. Tidak selesai sampai sana, bahkan ia menggagalkan tes interview saya bersama HRD, dengan sendiri tiba-tiba saya menjadi tidak fokus dan tertawa terbahak-bahak. Pikiran saya masih terus bepikiran positif, mungkin saja belum rezekinya.

Berpikiran Positif Untuk Selamat

Saya terus berpikiran positif untuk tak menyalahkan bapak karena mengenalkanku dengan dukun itu dan membawanya kerumah. Allah memang maha baik, bukan hanya melalui bisikan dari hati namun pertolongan melalui doa-doa orang lain. Setelah selamat dari hal itu terjadi sampai saat ini saya terus belajar dari tamparan keras ini untuk terus dekat sang pencipta. Bahkan saya sudah dapat memaafkan dukun tersebut sekaligus berterimakasih dengannya, tanpa cobaan ini saya tak mampu menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

Baca Juga : Santet Dukun Tua yang Bertubi-tubi Akibat Di Tolak Cintanya, PART II

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *