Loading

Cerita Horor: Perempuan di lantai dua ujung lorong rumahku – Beberapa saat lalu keluargaku pindah kerumah baru dipedesaan yang cukup sepi dan rumahnya seperti rumah tua. Rumah itu memiliki banyak kamar namun disetiap pintu bunyinya berderit keras. Tak banyak keanehan yang terjadi disana, hanya saja kadang ada hawa wewangian aneh yang hanya bisa kurasakan sendiri.

Sejarah Rumahku

Aku pernah mendengar bahwa dahulunya rumahku ini adalah lahan pembuangan mayat pada zaman penjajahan belanda dulu. Disekeliling rumahku jarang ada rumah yang memiliki lantai dua, kisah mistis ini berhubungan dengan lantai dua rumahku. Selama aku berada dirumah ini, lantai dua rumahku memang sangat jarang digunakan. Apalagi menempati kamar-kamarnya, karna hanya ada aku bertiga dengan ayah ibuku yang tinggal disini.

Ada Seseorang Yang Menyahutiku Di Lantai Dua

Saat kedua orangtua ku bekerja, aku selalu dirumah sendirian saat pulang sekolah. Ketika aku baru saja pulang dari sekolah, rumahku masih terlihat gelap. Aku memanggil ibuku, kukira ia sudah pulang dari kerja nya. “Ibuuuu..?” dan terdengar ada suara perempuan di lantai dua yang menyahuti “Iyaaaaa”. Aku langsung naik kelantai dua sambil aku teriaki lagi “Bu…..” sambil mencari-cari dimana ibuku. Dan lagi-lagi ada yang menjawab “Yaaaaa..” dari suatu ruangan.

Ternyata Bukan Suara Ibuku

Aku masih sedikit bingung dengan rumahku sendiri, karena sangking banyaknya kamar. Aku mendatangi suara ibuku yang kukira itu berasal dari ruangan kosong diujung lorong. Tentu saja aku merasa merinding, karena bellum lama tinggal disana dan belum bisa beradaptasi penuh dengan rumahku. Aku hanya ingin cepat-cepat bertemu ibu, agar perasaan takutku cepat hilang. Aku langsung berlari menuju keruangan dimana suara ibuku berasal. Aku sudah menggapai gagang pintu lalu tiba tiba aku mendengar pintu depan rumah terbuka. Dan dengan suara ceria ada seseorang yang memanggilku dari bawah “Nak, ibu sudah pulang..”

Dengan sangat terkejut, aku langsung melompat dan kutarik kembali gagang pintu yang kupegang tadi dan saat itu juga terlihat sosok perempuan yang sedang memandangiku dari dalam ruangan itu. Sontak aku lompat berlari mundur menghampiri ibuku yang ada dibawah dan memeluknya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *