Loading

Cerita Horor – Semua bermula ketika bapak membeli rumah baru yang ternyata ditinggali oleh sosok si mbak kunti, penunggu asli rumah itu. Dalam kurun beberapa tahun, ibu dan bapak sudah tidak tinggal serumah dengan ibu. Mereka menempati rumah dinasnya masing-masing, aku dan kakak-kakakku tinggal bersama ibu. Sampai pada saatnya bapak akhirnya memilih untuk pensiun dari pekerjaannya dan mendapatkan sejumlah uang pensiun.

Sudah lama bapak merencanakan untuk tinggal kerumah sederhana yang asri, dengan uang pensiunan bapak. Akhirya itu semua dapat terwujud, rumahnya memang bangunan tua tapi tak se-seram yang kelihatan pada film horor. Rumahnya luas, ada kolam kecil pada teras dan sebuah kebun kecil tertanam banyak pohon yang tertata rapi membuat udara nya cukup sejuk dan gak sumpek.

Ruangannya pun cukup banyak, beberapa kamar dalam dan luar rumah membuat suasana baru dalam rumah. Sinar matahari dapat masuk dengan leluasa lewat jendela, sangat jauh dari kesan horor dan angker. Letaknya yang masih dekat dengan rumah ibu juga langsung membuat bapak jatuh cinta dengan rumah ini. Tanpa berpikir lama, langsung saja ia membeli rumah itu dan kami sekeluarga melakukan pindahan dua hari berikutnya jekesana. Kesan sejuk dan damai adalah hal yang pertama kali aku rasakan saat memasuki rumah baru kami.

Hawa Tidak Enak

Sampai pada suatu saat, suasana itu ternyata tak bisa bertahan cukup lama karena hawa-hawa tidak enak mulai membayangi kami. Awalnya hanya terasa saja ada hawa-hawa berbeda, rumah yang awalnya sejuk sekarang menjadi hawa dingin yang bikin merinding. Kadang juga suhu ruangan menjadi gerah bahkan panas, Tak berapa lama kemudian mulai muncul lah sosok asli penunggu rumah baru kami yang menunjukkan keberadaannya.

Sosok kuntilanak itu kerap memunculkan suara cekikikan dan pintu rumah serta kamar menjadi sering tertutup dan terbuka sendiri. Lalu suara langkah kaki sedang berlarian pada lorong rumah pun kerap terdengar saat malam hari. Baru suara-suara saja kami sudah merasa tidak karuan, barulah beberapa hari kemudian ia mulai menampakkan wujudnya.

Sosok Si Mbak Kunti

Orang serumah mulai memanggilnya dengan sebutan “Si Mbak Kunti” , wujudnya seperti kuntilanak pada umumnya yang memakai daster putih panjang yang kusan dan rambuh panjang yang kusut. Kami sekeluarga barulah pertama kalinya melihat sosok hantu, berkat ia kami dapat lebih jelas melihat bagaimana sosok kuntilanak yang sesungguhnya. Suara tawa nya tak pernah bisa terkondisikan, ia bisa muncul kemana saja sesuai moodnya. Kadang dikamar tidur, kamar mandi, ayunan diteras, dapur, bahkan suara tawanya sering terdengar dari atas atap genteng..

Awalnya memang kami terkejut dengan hantu, manusiawi memang. Namun bapak tak pernah sekalipun ada niatan untuk kabur dan mencari rumah baaru lagi untuk kami tempati. Setelah sekian lama, melihat penampakannya menjadi hal yang lumrah bagi kami. Sudah tidak ada takut-takutnya lagi, hanya suara tawa nya yang sering membuat kami kadang risih. Walaupun jaraknya jauh, rasanya kalau ia sedang tertawa suaranya seperti telah menempel dengan daun telinga. Sudah tertutup earphone atau bantal suara itu akan tetap masuk. Asal kami gak melihat penampakan ia sambil ketawa, kami akan biasa saja, suaranya yang nyaring tak bisa hilang sampai sekarang.

Apa Si Mbak Kuti akan tetap tinggal dan terus mengganggu? Cerita lengkapnya, ke next part ya!

Baca Juga : Pencerita Jin Yang Menyerupai Manusia Itu Menyerupai Temanku

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *