Loading

Cerita Horor : “Si merah”dari gang sebelah yang meminta tolong, part ii – Ternyata sosok ini meminta tolong untuk dicarikan bayinya yang ia buang sendiri. Apakah saya bisa persatukan ia dengan bayinya lagi? Simak kisahnya di bawah ini !

Karena sangat lelah dengan apa yang saya alami setiap hari, akhirnya saya mempercayakan diri untuk bertanya kepada salah seorang teman yang lumayan sensitif dengan hal-hal mistis. Ada beberapa orang yang akan saya tanyakan, khawatir jika mendengarkan dari satu orang saja akan dilebih-lebihkan.

Respon Orang Pintar

Orang pertama yang akan kutanyakan ialah salah seorang senior dikantor ku bernama mas Ario, saya lumayan dekat dengan nya karena berada di satu divisi. Saya menceritakan semua yang saya alami sampai kejadian earphone tadi malam, dan respon mas ario..
“Dia perempuan yang dibuang, warna nya merah. Kamu harus bertanya sama dia selama 7 hari 7 malam” ujar mas ario.
“Loh nanti kalau dia jawab gimana?” jawabku dengan wajah pucat.
“Hanya itu caranya, gaperlu takut. Tanyain kenapa nangis terus setiap hari? ” jelas mas ario.
“Gak mau laaaaa, aku takut”
Sampai kata-kata motivasi pun keluar dari mulut mas ario agar memberanikan diri, dah lah namanya juga perasaan takut gak bisa dibohongin.

Sosok “Si Merah” Lagi?

Orang selanjutnya adalah ibu dari teman SMA saya Tania yang sekarang sudah tinggal di Yogyakarata dan ibunya berada di Kalimantan. Denger-denger dulu ibunya sering nerawang-nerawang hal mistis gitu. Awalnya saya cukup ragu untuk bertanya dengan beliau, dan saya disuruh langsung menelfon ibunya dari sini. Karena sudah kadung bingung akhirnya saya turuti apa yang dikatakan tania dan disambungkan telfonku ke ibunya tania.
“Halo tante, aku dimas” kataku.
“Hai dimas, habis ditangisin yah?” dengan santai nya ibunya meli menyahuti.
Demi apapun,saya langsung lemas saat ibunya tania langsung tahu apa yang sedang saya alami, wah sakti juga dan otomais dongan saya langsung percaya kalau dia benar-benar bisa tolongin.
“Kok diam? Rumahmu masuk gang kan dan ada sebuah pohon beringin yang didekatnya ada parit juga”
Sialan, kenapa dia tahu persis denah rumahku. Jadi tambah mistis gini.
“Ah iya tante, bener banget”
“Dia sosok yang pedendam, karena semasa hidupnya. Kamu bisa menancapkan cabai dan bawang merah dengan lidi”
Sampai sini saya cukup yakin karena kedua orang indigo mengatakan bahwa dia adalah sosok yang warna nya merah.

Baca Juga : Tangisan “Si Merah” Dari Gang Sebelah Yang Meminta Tolong

Tusukan Bawang Dan Cabai Di Jendela

Setelah telfon ditutup, saya berpikir mencari satu orang lain lagi untuk membantu tindakan apa yang harus saya ambil. Terlintaslah pakde agung, kakak tertua dari mamah yang tinggal di surabaya. Dia lumayan peka soal beginian, dan kadang pun dia sering ngobatin orang-orang yang terkena gangguan gaib. Saat saya menghubungi pakde ternyata dia sedang dalam perjalanan pulang sehabis ngobatin orang, saya juga agak gaenak minta tolongya. Mungkin nanti saya bisa hubungin dia lagi kalau dia sedang santai. Selepas kerja saat melewati gang sendirian, sekujur tubuhku terasa dingin dan merinding. Karena teringat apa yang diucapkan ibunya tania, saya iseng melihat kearah pohon beringin itu. Tiba-tiba handphone ku bergetar, ternyata pakde telfon menanyakan keberadaan saya.
“Kamu sudah sampai rumah le?”
“Udah nih, baru mau masuk rumah” jawabku.
“Baca sms ya” jawabnya.
Isi dari pesan itu adalah saya disuruh menyiapkan bawang dan cabai, setelah itu menusukan semuanya menggunakan lidi dan ditancapkan didekat jendela kamarku.
“Ha? Oh iya pakde,”
“Besok pakde kerumah mu, nanti ta ceritain”
Langsung saat itu juga aku pergi ke dapur untuk mencari cabai dan bawang lalu ditancapkan dijendela kamar.Saya benar-benar tidak mengerti apa fungsinya semua ini, tapi kuturuti saja omongan pakde.
Dan keesokan harinya pakde sampai kerumah, ia bercerita saat aku menelfon beliau dan meminta tolong untuk dibantu sebenarnya ia sudah samapai dirumah. Sosok yang diceritakan oleh saya terdengar sampai telinga eyang buyut. Dia langsung disuruh mandi oleh eyang dan shalat setelah itu, karena nantinya pakde akan menghadapi sosok yang cukup kuat. Makanya kemarin pakde gak bisa langsung kerumah karena melakukan hal itu dan mempersiapkan diri.
“Dia lumayan kuat, sosoknya sudah berwarna merah”
“Kannnnn, lagi-lagi sosok Merah” batinku.

Sosok “Si Merah” ini cukup kuat intensitas nya, apakah saya mampu lepas dari gangguan nya. Lanjut di Part III yaaa…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *