Loading

Cerita Horor : Sosok berkaki panjang dan bermata merah itu berani memberitahukan kehadirannya saat sinta sedang menyiapkan makanan didapur. – Mereka akan datang pada malam minggu dan indra tidak memperbolehkan mereka membawa makanan atau minuman dari rumah karena semuanya telah indra siapkan. Sampai disana mereka semua terkejut karena banyak seklai pohon-pohon lebar pada sekeliling rumah indra. “Kenapa kita gak sekalian kemping aja, nggak perlu tidur didalam” ujar jejen antusias. Setelah parkir kendaraannya pun ia langsung antusias dengan mengambil kamera dari tasnya untuk mengambil potret sekitar rumah indra. Untungnya indra memiliki satu tenda kemping yang mampu menampung tiga orang. Sangking semangatnya jejen langsung mendirikan tenda itu tanpa basa-basi sendirian.

Langit mulai menggelap, bulan sabit akan muncul menambah hiasan langit dengan awan tipis yang sesekali menutupi bagian bulan itu. Sinta lantas pergi kedapur untuk menyiapkan makanan dan mengurus urusan memasak. Suara pisau yang sedang mengiris beberapa bawang terdengar jelas. Namun tiba-tiba, ada sedikit suara samar pada belakang tubuhnya seperti benda yang terseret. Sontak saja, sinta menoleh kebelakang namun tak ada apapun yang mencurigakan. Angin tipis yang datang dari arah kamar mandi seakan melewati telinganya. Kini ia agak sedikit parno, namun ia tetap melanjutkan aktivitasnya.

Menjerit Keras Karena Sosok Berkaki Panjang

Tidak munafik, lama kelamaan ia akhirnya tak kuat juga karena dari arah belakang ada yang menyolek tubuhnya. Sontak ia menjerit keras dan berlari keluar memasuki tenda. Sinta langsung memeluk lisa yang sedang berdiri, terlihat jelas sekali wajah sinta sangat pucat saat itu. Fajar yang mengetahui sinta sedang ketakutan ia lalu mendekat. Kemudian fajar meletakan telapak tangannya kedahi sinta sambil membacakan sesuatu.

Sinta lalu meminum air mineral dalam botol sampai habis. Sinta yang hendak bercerita tiba-tiba diberi isyarat fajar untuk diam dulu. Indra langsung menarik lengan fajar dan mengajaknya kedapur
“Kan aku bilang apa, Nita memang sensitif. Agak bahaya jika kuajak kesini, nanti istirahat saja bersama lisa.” ucap fajar.
“Bisa ceritain gak apa yang kamu tahu dari rumahku ini?”
“Jujur saja, ada banyak sekali, dari mulai makhluk yang kecil sampai besar dan yang muda sampai tua. Nah tadi sosok yang ganggu sinta itu wujudnya berkaki panjang tapi badannya pendek, memiliki mata merah dan rambutnya panjang menjutai hingga tanah. Tingginya melebihi pohon besar itu”

Ia sontak menunjuk kearah pohon asam yang katanya itu adalah sebuah portal alam gaib yang letaknya persis depan tenda kemping mereka. Mendengar itu, indra meminta nya untuk bercerita lebih banyak lagi. Namun tak semua sosok-sosok itu mau untuk diceritakan, terutama penghuni dari pohon asam itu. Lalu indra bertanya perihal pohon asam itu, fajar curiga kalau indra sebenarnya sudah tahu akan hal itu.

Simak lanjutannya pada next part ya..

Baca Juga : Anak Indigo Hanya Bisa Pasrah Ketika Ditanyai Perkara Gaib

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *