Loading

Cerita Horor – Tak pernah mengira sebelumnya harus saling pandang dengan sosok genderuwo dirumah baru teman saya yang asri dan membuat rileks setiap orang yang tinggal. Dua tahun lalu ketika saya menginap dirumah teman saya dimas yang baru saja pulang dari singapore. Ia merantau hampir lima tahun dan saat pulang uang yang ia dapat dipergunakan untuk membeli rumah didaerah bandung. Rumahnya tak terlalu besar dan mewah, letaknya cukup seru. Rumahnya paling ujung dengan area perkebunan yang cukup luas.

Cocok sekali untuk rileks dari suasana kota yang bising. Hanya saja…. Nanti akhir cerita deh ya, Oke! Prinsipnya memang dari dulu akan beli rumah dulu sebelum memilih menikah, biar gak merepotkan orang tua katanya. Setelah administrasi rumahnya telah selesai dan rumahnya telah miliknya ia langsung mengadakan tasyakuran pada rumah barunya. Tapi malah saya sendiri harus pergi keluar kota untuk urusan pekerjaan “aku janji akan nginep berhari-hari minggu depan ya”

Baca Juga : Kena Tegur Tiga Sosok Penunggu Akibat Wisata Rumah Hantu, PART II

Suara Gaduh Tengah Malam

Seminggu setelahnya saya dimas menghubungi saya “Kamu jadi kesini kan? Kebetulan ada si tyo juga nih” tanya dimas. Baru saja mau menghubungi nya kalau pekerjaan telah selesai dan akan pergi mengunjunginya. Keesokan harinya barulah saya perjalanan pulang dan memilih langsung istirahat kesana.

Sampai sana saya tiba sekitar pukul 9 malam dan capek bukan main mengendarai motor dari semarang ke bandung. Tidak ada orang yang bisa kuajak untuk bergantian selama berjam-jam berkendara. Setelah bertemu mereka, saya sempatkan untuk mengobrol dulu bersama mereka pada teras belakang rumahnya. Sampai pada pukul sebelas malam sepertinya tubuh saya sudah tak bisa kompromi. Akhirnya kami memutuskan untuk masuk kamar. Saat kami bertiga akan masuk kamar, ada hal ganjil muncul yang menimbulkan resah.

Dari merebahkan tubuh kekasur sampai mau memejamkan mata, selalu saja terdengar suara gaduh dan orang berjalan pada lantai bawah. Suaranya jelas terdengar karena kamar yang kami tempati sengajak tak kami tutup. Seperti ada aktivitas, entah suara orang berjalan, menyalakan kompor, bahkan suara kulkas yang buka tutup saja terdengar. Sedikit gambaran rumah baru ini memang agak membingungkan. Berlantai dua, pada lantai bawah terdiri dari satu set dapur, ruang tamu, ruang tengah keluarga, satu kamar dan kamar mandi dekat dapur.

Saling Paandang Dengan Sosok Genderuwo

Dan malam itu kami tidur dilantai atas, tepat dikamar yang persis atas bawah dengan dapur. Saya mencoba berpikir positif, karena yang lain tak mendengar apapun dan santai-santai saja. Saya pikir hanyalah suara tikus atau serangga, tapi apa tikus bisa menyalakan kompor? Ini bukan film Ratatouille. Akhirnya karena semakin ngeri saya membangunkan mereka berdua sambil menggoyang-goyangkan tubuhnya. Karena kesal saya sampai berteriak “Woi ada maling yo, mas! Bangun!!!”

Menyebalkan sekali, dari mereka tidak ada yang bangun satupun dan malah makin nyenyak tidurnya. “Udah lanjut tidur aja, mereka udah biasa begitu” celetuknya seperti orang mengigau. Setelahnya ia lanjut tertidur lagi. Saya mencoba untuk menutup pintu kamar dan berharap susra itu tak lagi mengganggu nya. Setelah pintu tertutup, belum saja sempat berbaring suara itu malah datang semakin keras. Karena kesal akhirnya saya putuskan untuk memeriksa nya langsung kebawahdan menuruni tangga dengan perlahan. Sebenarnya saya ketakutan luar biasa, takut itu benar-benar maling dan orang iseng sampai memikirkan yang tidak-tidak. Kakinya gemetar hebat saat menuruni tangga satu persatu sambil membaca doa.

Sesampainya kedapur, dalam sudut dapur yang gelap remang-remang terlihat ada satu sosok hitam besar sedang berdiri dekat kompor. Terlihat ada sisa makanan yang kami santap tadi berada diatas kompor. Terlihat jelas, tangan kirinya sedang mengais-ngais ayam goreng sambil melahapnya. Tubuh saya seketika gemetar hebat dan dengan tertatih saya mencoba untuk mundur dan mencoba naik lagi keatas. Sialnya, tangan saya yang sedang meraba-raba tembok itu malah tak sengaja menekan sakelar lampu dapur. Alhasil lampu dapur menyala dan ruangan menjadi terang, seketika sosok genderuwo itu menengok kearah saya. Adu pandang menjadi tak terhindarkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *