Loading

Cerita Horor – Sosok Jin Penunggu Garasi Tua itu menggaggu bapak yang mencakar punggung nya dan mengancam kami anak-anaknya melalu mimpi. Pada suatu hari keluargaku harus pindah kerumah baru letaknya pada sebuah perkampungan yang cukup kecil. Keluargaku harus pindah karena mengikuti pekerjaan tugas ayahku yang harus berpindah-pindah kota. Cukup beruntung karena mendapatkan rumah yang cukup ideal untuk kami keluarga besar dengan jumlah anaknya mencapai 10 sekaligus. Kami bergotong royong membersihkan dan membereskan barang-barang kami masing-masing. Ada salah satu bagian rumah yang belum kami jamah dari seluruh rumah yaitu garasi yang letaknya terpisah. Kupikir garasi itu akan berguna untuk ayah dan sengaja ayah memilih rumah itu karena terdapat garasi yang cukup luas.

Menurut kakak-kakak ku ada misteri seram dari garasi tua itu, konon ada penunggu yang cukup keberatan dengan kedatangan kami kesini. Aku cukup merasa merinding namun tak terlalu kuambil pusing karena akupun belum merasa diganggu. Sampai pada hari sesuatu terjadi pada keluarga kami. Tiba-tiba pagi hari saat baru bangun dari tidur, tanpa merasa kesakitan sedikitpun pada punggung bapak terlihat sebuah cakaran panjang dan mengerikan. Namun bapak tak mengeluh sedikit pun bahkan sampai tak sadar kalau ia memiliki cakaran pada puggungnya.
“Pak punggungnya kenapa itu?” Ucap ibu terkejut setengah mati. Akhirnya kami mendapatkan jawabannya dari salah seorang keluarga kami yang mengerti dengan hal mistis. Ayah mendapat gangguan dari jin penunggu garasi tua itu karena nekat menempati rumah dekat tempatnya berdiam diri dan wilayahnya menjadi terganggu karena ramai.

Lewat Mimpi

Pada rumah baru kami ini aku mendapatkan jatah kamar lantai dua tepatnya pada sisi sebelah kanan. Persis bersebelahan dengan dinding garasi tua yang orang-orang maksud tadi. Pada malam hari pertama aku merasakan keanehan terjadi lagi. Aku bermimpi didatangi seprang kakek tua memakai baju serba putih dengan sorban dikepalanya.
“Siapa kamu?” tanyaku
“Akulah pemilik garasi tua ini”
“Apa kamu muslim?” tanyaku asal.
Dia langsung menatap dalam mataku, cukup sulit mengingat secara detail mimpi kita. Tapi aku sangat ingat persis kalau sikakek tua ini mencoba bersikeras kalau rumah yang kami tempati adalah daerah kekuasaannya dan ia meminta kami sekeluarga untuk pergi. Seingatku ,sangking kesalnya aku sampai menonjok kepala kakaek tua itu. Aku ketakutan setengah mati, sampai mataku terbuka dan tersadar kalau semua ini hanyalah mimpi. Saat terbangun aku melihat ponselku ternyata masih pukul dua pagi dan seluruh keluargaku sepertinya sudah tidur semua. Tak ada suara apapun, rumahku sangat sepi.

Baca Juga : Hantu Penunggu Pohon Pisang Yang Suka Menggoda Orang Rumah

Dengan berkeringat dingin aku memberanikan diri untuk turun kebawah dan mengambil minum kedapur.
“Heh ngapain lu?” ucap kakak ku yang tiba-tiba keluar dari kamarnya. Aku mendekatinya dan ia bercerita tentang mimpinya yang sama denganku.
“Sama kak, aku juga mimpiin seorang jin penunggu itu. Sosoknya kakek-kakek bukan?” sahutku
“Bukan. Rambutnya panjang acak-acakan, wajahnya mengerikan bermata merah dan tubuhnya besar tinggi dan hitam” jawab kakak.

Wujud Dari Sosok Jin Penunggu Garasi Tua

Aku mendadak tersedak dengan air putih yang baru kuteguk, ternyata ancaman yang bapak alami tadi pagi bukanlah hal yang main-main. Kami memikirkan banyak pertimbangan agar keluargaku tak lagi terganggu dan kami tetap bisa hidup berdampingan. Sepertinya hanya kami berdua yang paling mampu menjadi perantara dalam hal ini, karena letak kamar kami yang hanya berbatas tembok dinding dengan ruang garasi tua itu, Keesokan harinya ayah memasang sebuah kertas perihal kisah “Surat Perjanjian Antara Nabi Muhammad Saw dengan bangsa Jin“. Ia menempelkan nya pada beberapa spot rumah kami, khususnya ruangan yang paling dekat dengan garasi tua itu.

“Apa ini akan berguna pak?” ucap ibu.
“Kita coba saja” jawab bapak.
Setelah surat itu ditempelkan, malamnya kami mengaji dan berdoa agar selalu terhindar dari kejahatan bangsa jin dan setan. Semenjak itu, setiap malam kami sudah tak pernah mendapatkan mimpi buruk tantang penunggu garasi tua itu. Takada lahi kakek-kakek bersorban dan sosok berwajah merikan yang muncul pada mimpi kamu. Dan yang terpenting bapak tak lagi mendapatkan cakaran misterius lagi.

Bapak bertanya dengan paman andi perihal keberadaan si hantu penunggu itu karena penasaran. Apakah jin itu masih berada di garasi itu? Paman menjawab kalau jin itu masih ada, ia hanya menunggu daerahnya sendiri saja. Sebenarnya ia merasa kesal karena tak bisa mengganggu kami seperti kemarib. Paman menawarkan untuk membantu mengusir sosok itu dari sini. Tapi bapak berkata untuk biarkan saja ia, jika tidak ada yang mengusik satu sama lain, manusia dan jin tetap bisa hidup berdampingan walaupun kenyataannya ia mau kami menjauh dari jauh-jauh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *