Loading

Cerita Horor : Sosok “si merah” sudah tak lagi terdengar tangisan nya, part iii – “Si merah” terus menampakan diri sampai masuk ke dalam mimpi saya, meminta dicarikan kembali bayinya dan membalas dendam.

Pakde menyarankan hal yang sama untuk menanyakan kepada sosok itu langsung selama 7 hari 7 malam. Kali ini kuturuti apa yang dimau pakde, saya gak mau terus-terusan di ganggu hantu lagi. Setiap hari sekitar jam 12 malam keatas, saya selalu berbicara sendiri dikamar tanpa ada yang menyahuti.

Suara Tangisan Hilang Sekarang Menampakkan Diri

Suatu malam saya melihat lagi sosok itu sedang berdiri dibawah pohon beringin menatap kearah saya. Memang tidak terlalu jelas, namun saya tahu persis kalau dia bukan manusia dan yang saya lihat pun dia memakai dress berwarna merah. Namun semenjak saya menancapkan bawang dan cabai sekaligus ngomong sendiri tengah malam, tangisan “si merah” itu memang sudah tak lagi terdengar. Namun setiap saya keluar rumah pada malam hari, ada saja sosok nya menampakan diri tapi hanya dibawah pohon beringin itu. Mungkin efek dari tusukan cabai bawang, pikirku. Setelah hampir 2 minggu akhirnya saya bermimpi sesuatu yang begitu nyata. Sosok itu hadir di mimpi saya dengan jelas meminta tolong, yang saya ingat dia bilang begini “Tolong carikan bayi saya, tolong carikan, dan bunuh laki-laki itu. Saya minta tolong..” dengan sesenggukan dia menangis. Setelah mendengar adzan shubuh saya langsung terbangun dan masih sangat ingat sekali suara tangisan “si merah” itu meminta tolong.

Baca Juga : “Si Merah” Dari Gang Sebelah Yang Meminta Tolong, PART II

Tidak Bisa Bantu

Pada siang harinya saya pergi bertemu pakde disalah satu kafe dan menceritakan semua mimpi yang saya alami tadi malam.
“Teruskamu mau bantu dia?” tanya pakde
“Lihat sosoknya aja aku takut. Ini suruh ikut bantu urusan setan, gak mau lah”
“Kamu yang harus bilang sendiri kedia”
Akhirnya kuputuskan untuk gak mau bantu dia. Ketika tengah malam datang saya memberanikan diri untuk menghampiri pohon beringin itu dan bicara langsung dengan sosok itu. Dari depan gang tidak ada yang tampak apapun yang berwarna merah, setelah ku dekati..
Saya hanya mampu katakan ini “Saya minta maaf karena tidak bisa bantu kamu apa-apa. Saya pun gak tahu kamu siapa dan kamu darimana. Lebih kamu pergi ya dari sini dan jangan ganggu lagi saya dan warga disini dengan suara tangisanmu. Sebagai gantinya, saya akan kirimkan doan buat kamu” tiba-tiba setelah saya selesai bicara, sosok itu muncul didepan saya sambil menangis dan berakhir tersenyum. Lalu saya pun kembali untuk pulang dan pergi untuk shalat tahajud, meminta perlindungan sekalian mendoakan sosok “si merah” itu.

Hilang

Sepertinya memang semudah itu, sampai hari ini tangisan “si merah” tak lagi pernah terdengar dan sosoknya pun sudah hilang dan tidak lagi terlihat. Bukan hanya saya, tapi orangtua pun sudah tidak pernah lagi mendengar apapun yang aneh. Yang jelas gangguan itu sudah tidak ada lagi dan semoga kedepannya akan selalu begini.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *