Loading

Suara gaib yang terdengar dari desa terpencil ini cukup membuat sekelompok mahasiswa yang sedang KKN ini merindint tiap waktunya. Beberapa tahun lalu saat sinta masih kuliah dan sedang menjalankan tugas KKN-nya ia memiliki cerita yang sangat terkenang sampai sekarang. Para seniornya telah me-wqarningnya untuk hati-hati karena tempat tujuan KKN-nya mereka rasa cukup mistis dan horor. Sinta dan teman-temannya merasa itu konyol sekali, mereka menganggap warning seniornya hanya candaan belaka.

Sampailah kesalah satu desa terpencil di sulawesi tenggara, lokasi untuk sinta dan kawan-kawannya akan menjalankan KKN untuk berbulan-bulan. Sampai sana mereka terbagi lagi dalam beberapa sub-tim dan tempat tinggal mereka pun berbeda-beda. Sinta dan kekasihnya rizal harus terpisah pad sub-tim yang berbeda, selagi masih berada pada pulau yang sama itu masih tak masalah untuknya.

Tempat tinggal untuk tim sinta terlihat cukup mengerikan dibanding tim lainnya. Dalam rumah itu terdiri atas dua kamar yaitu kamar besar dan satunya ruang perkakas, yang lebih menyeramkan lagi letak rumah itu berada persisi sebelah kuburan. Kalau salah satu dari mereka membuka pintu belakang, ia langsung bisa melihat kuburan tepat dihadapannya.

Pintu Yang Terkunci Sendiri

Ada cerita aneh juga yang mereka dengar dari ruang perkakas, dalam setiap kegiatan KKN mereka akan melakukan banyak kegiatan dengan para pemuda desa. Pemuda desa meminta sebuah linggis dan fahri langsung pergi mencarinya. Ia menuju ruang perkakas dan dengan mudah menemukan linggis itu. Setelah mendapatkannya, salah seorang pemuda desa bertanya
“Dimana kalian mendapatkannya?”
“Ada pada ruang perkakas” jawab sinta.
“Haduh. Itu tidak boleh kita pakai, cepat kembalikan saja” ucap pemuda itu panik.
Dengan gemetaran fahri langsung menarik tangan sinta untuk menemaninya dan dengan segera mengembalikan linggis itu kembali ketempatnya. Seperti biasa ia menutup kembali pintu ruang perkakas itu dan tiba-tiba beriringan dengan menutupnya pintu terdengar suara *Klik! Saat mereka melihat ternyata ruang perkakas itu terkunci dengan kuat. Mereka mencoba membukanya namun tidak bisa, padahal pada pintu tak tergantung kunci dan hal semacamnya.

Sosok Yang Menepuk Pundak

Itu keanehan pada hari pertama mereka, tak sampai itu pada suatu hari mereka sangat kelelahan karena sepulang dari memasang semua papan nama jalan pada setiap sudut jalan desa. Malam itu, semua anak tertidur cepat tak seperti biasanya kecuali sinta, yudi dan rani. Mereka tak bisa tertidur karena perut mereka sangat lapar, akhirnya mereka bertiga pergi kedapur untuk membuat Mie Goreng. Sinta bertugas menunggu air mendidih dan memasukkan mie, yudi bertugas membuka bumbu mie dan menuangkannya kedalam mangkuk, dan rani bertugas mencuci piring. Tiba-tiba sinta sangat terkejut karena ada seseorang yang menepuk pundaknya sangat keras, saat menoleh sinta melihat kalau rani dan yudi masih melakukan hal yang mereka kerjakaan.
“Eh gak lucu ya, siapa yang menepuk bahuku? Sakit banget” ucap sinta.

Mereka berdua sontak terkejut, tidak mungkin rani karena jarak wastafel dengan kompor cukup jauh dan yudi pun menggeleng karena ia sedang fokus menggunting bumbu. Mereka menggeleng dan langsung menghentikan kegiatan mereka malam itu dan menyadari kalau mereka sebaiknya cepat pergi tidur.

Bukan kedua hal itu saja, sinta sendiri sering mendengar suara tertawa anak kecil beriringan dengan suara adzan maghrib yang hampir usai. Bahkan saat shubuh pun sudah terdengar suara anak kecil seperti sedang bermain, namun saat ia mengeceknya keluar tidak ada siapa-siapa dan itu masih gelap.

Kasus lain kembali terjadi saat tengah malam, suara cekikian sosok perempuan akan sesekali terdengar pada jam-jam tersebut dan terlihatnya sekelebat bayangan putih menembus tembok. Tak hanya satu dua orang itu terlihat, bahkan mereka mampu menampakkan wujudnya pada banyak orang. Walaupun banyak orang, tetap saja hal seperti itu mampu membuat banyak orang merinding.

Terdengan Suara Gaib Anak Kecil Yang Hanya Terdengar Melalui Telepon

Karena kehororan yang sering mereka lihat, sinta menjadi semakin sering menghubungi pacarnya rizal untuk mengeluhkan hal-hal yang ia alami. Saat semua orang sudah tertidur lelap, ia yang masih terjaga sengaja menelpon kekasihnya untuk mengobrol cukup lama. Namun, sepertinya saat itu rizal sedang kelelahan dan mengantuk, ia selalu meminta sinta untuk mengulangi kalimatnya beberapa kali dengan sedikit berteriak.
“Gausah teriak-teriak gitu bisa gak sih ngomongnya?” ucap sinta kesal.
“Kamu minggir dulu lah dari situ. Berisik banget, udah malam gini ada acara apaan sih? Kok banyak suara anak-anak?” jawab rizal.
Sinta terdiam sambil melihat sekelilingnya, tidak ada siapa-siapa. Bahkan teman-temannya masih tertidur pulas, bahkan ia sendiri tidak mendengar ada suara gaib anak-anak seperti biasa, semua kosong dan sepi!

Baca Juga : Foto Misterius Dari Sosok Perempuan Yang Menempel Di Plafon Kamar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *