Loading

Saat seorang teman sedang mencairkan suasana, dibalik tertawa kami bertujuh ada suara tertawa misterius yang masih melengking terdengar, ikut-ikutan ajanih mbak kunti!
“Lu jangan lari ya. Tenang, kerjaan kita masih banyak” ucap nizar sambil berbisik-bisik.
Aku mengangguk pelan sampai 10 menit tidak ada lagi barang yang tiba-tiba terjatuh sendiri.

Akhirnya salah satu teman berinsiatif untuk menyalakan lagu lewat speaker toko, agar suasana gak sepi-sepi banget dan mengantuk. Setelah menyelesaikan hampir 5 musik yang terputar otomatis lewat youtube itu tiba-tiba saja mendadak mati. Secara logika, musik akan mati jika ada sesuatu yang menekan tombol pause atau menyentuh handhpone tersebut. Kami pikir semua ini ada lah ulah rizki, karena speaker utama berada pada pintu gudang dan hanya dia orang yang paling dekat dengan itu. Ternyata kami yang memeriksa nya, dia masih tertidur pulas dan tak bergerak sama sekali.

Baca Juga : Lembur Stock Opname Di Minimarket Dan Suara Ketawa Misteri Kunti

Ketindihan Sosok Merah

Kami tak terlalu menghiraukannya, kembali lah kami putar musik itu dan lagi-lagi tak sampai satu jam. Rizki bangun dari tidur nya dan keluar dari gudang dengan muka pucat ketakutan.
“Kenapa lu?” tanyaku.

Dengan mulut terbata-bata, rizki bercerita kalau tidurnya tadi itu serasa seperti ketindihan atau istilahnya adalah rep-repan. Ia mengatakan hampir tiga kali ia melihat ada bayangan seorang perempuan berbaju merah dan rambutnya menutupi sebagian wajah rizki dan ia tidak bisa melihat secara jelas. Ia sampai terbangun beberapa kali karena hal itu, benar-benar sangat tidak nyenyak.

Teman-teman ku yang mendengarnya hanya mampu berkata positif, mungkin saja rizki sangat kelelahan sampai ia mengira merasa seperti rep-repan. Menurut banyak artikel kesehatan hal seperti itu mungkin saja terjadi. Rizki yang mendengarnya tidak menjawab, ia malah bergegas kembali menyalakan lagu dangdut yang cukup asik untuk kami nyanyikan bersama.

Suasana Kembali Memebeku Saat Terdengar Ada Suara Tertawa Misterius Lain

Dan waktu sekitar pukul tiga pagi, mereka memilih beristirahat sambil menyantap mendoan anget yang kubeli beberapa saat lalu. Sambil menikmati mendoan, rizki melemparkan lelucon beberapa kali sampai mereka tertawa terbahak-bahak. Suasana yang tadinya terus mencekam perlahan menjadi baik-baik saja karena mereka saling melempar lelucon lucu.

Ketika mereka tengah asik tertawa terbahak-bahak, tahu apa yang terjadi? Setelah tawa mereka telah selesai, akhirnya suasana kembali membeku lagi. Iya, ketika mereka bertujuh selesai tertawa, masih terdengar suara ketawa yang melengking cukup tinggi terdengar jauh tapi lantang.

Suara itu adalah suara kuntilanak, ya siapa lagi. Tidak ada orang lagi selain mereka yang berada pada toko tersebut malam-malam. Rizki yang kesal sampai berteriak “Apa sih, ikut-ikutan aja!”
Sepertinya sosok yang sama dengan yang mengganggu tidur rizki, sebegitu iseng nya dia sampai kami yang berusaha mencairkan suasana saja dia masih mau nimbrun. Mereka yang tadinya tertawa melihat ulah rizki langsung terdiam akibat dua kotak susu berukuran 1 kg tiba-tiba jatuh sendiri..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *