Loading

Taman Festival Sanur telah dibangun sejak tahun 1997 dibali dan selang dua tahun harus ditutup karena mengalami kebangkrutan, Mengapa bisa? Padahal area ini terkenal dengan kemegahannya dan tebrilang mewah. Namun karena kemewahannya, dalam waktu dua tahun pembangunan ini tak dapat terselesaikan karena kurangnya dana. Dan sampai lebih dari 20 tahun ini pembangunannya masih saja mangkrak bahkan bangunannya sudah tak lagi indah apalagi megah. Kini hanya tersisa akar-akar pohon, rumput liat, mural-mural seni grafiti dan keheningan. Layaknya hutan rimba ketimbang objek wisata mewah, terdapat gunung berapi buatan, kolam buatan bahkan roller coaster terbalik pertama dunia. Nyatanya bayangan itu jauh dari realita, rumput liar yang merambat pada tembok bangunan dan kolam buaya yang kering telah memberi gambaran menakutkan bagi siapapun yang kesini.

Pada tanggal 10 Desember 2012 pukul 15.20 WITA, area ini mengalami kebakaran dan beberapa bangunan sudah tak lagi beratap. Karena kebakaran yang terjadi, area ini semakin terlihat menyeramkan. Kini hanya tersisa beberpa kerangka bangunan, menurut penuturan warga kebakaran ini terjadi akibat salah satu warga yang membakar sampah lalu hembusan angin datang dan alhasil api menjadi menyebar.

Walaupun taman festival ini sudah tak lagi buka, masih ada petugas yang menjaga lokasi ini selama lima tahu terakhir. Ia membersihkannya dari pukul 4-8 malam dan menunjukkan daftar harga tiket yang terlaminating. Petugas itu berasal dari desa terdekat, karena warga bali memiliki tanggung jawab untuk melindungi dan merawat area lingkungan mereka. Ia dan beberpa orang lain meletakkan cenang sari sebagai persembahan untuk para dewa dan leluhur. Walaupun tak terurus, namun kuil kecil taman festival itu cukup terawat baik.

Wisata Horor Taman Festival Sanuri

Beberapa tahun lalu pernah ada seranag pengunjung yang akan mengunjungi Taman Festival sanur itu. Tempat itu masih terjaga dan pengunjung yang akan masuk harus membayar tiket sebesar Rp 3.000,- per orang. Keadaan bangunanya terlihat mengenaskan dan banyak sekali satwa yang dibiarkan saja. Mereka tak terurus, misalnya saja buaya-buaya yang airnya sudah memerah. Kini buaya-buaya tersebut sebagian sudah pindah ke kebun binatang surabaya dan selebihnya terabaikan begitu saja. Ada wisatawan yang mendadak mengalami kerusakan pada kamera nya saat akan berfoto. Konon laki-laki itu mendadak terdiam sejenak dan mengalingkan pandang kearah lain. Tak lama, ia kembali menatap dengan tersenyum. Tak ada tanda bangunan itu akan dihancurkan, terlalu mahal dan merepotkan jika dihancurkan, akan lebih baik jika ditelantarkan begini, tutur sipenjaga.

Baca Juga : Hantu Phi Pret Reinkarnasi Manusia Matrealistis dan Rakus

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *