Loading

Cerita Horor – Saat berkeliling komples tangki kilang minyak, malah mendengar suara tangisan anak kecil. Sialnya saat diikuti ternyata wajahnya rata. Bapakku bekerja di pt kilang miyak dikota kami dengan sistem shift seperti perusahaan biasanya. Pada hari itu ayah mendapatkan jatah sif malam dan aku iku mengantar bapak samai depan pagar rumah sekitar pukul jam setengah 12 malam.
“Bapak hati-hati yah, nanti ada momo loh. Ini kan malam jumat, hahaha” ucapku.
Momo adalah sebutan hantu yang kami pakai sekeluarga. Ia hanya tertawa mendengar ucapanku dan tak lama ia bilang akan membawakan ku cerita horor saat pulang nanti. Tentu saja aku mengiranya sebagai candaan saja, namun siap sangka kalau bapak benar-benar mangalami ha; horor pada tempat kerjanya.

Semua bermula saat salah seorang kawan bapak mendengar suara anak kecil yang sedang menangis. Ia benar-benar menceritakannya saat sepulang dari tempat kerjanya. Kawan bapk yang mengalaminya itu Dedi, ia masih muda dan belum menkah umurnya masih 26 tahun. Tempatnya bekerja, saat tengah malam ia memang bertugas untuk piket keliling pada banyak tangki-tangki minyak yang ada. Dan saat hadi bertugas, tugas ayah sebagai supervisor yaitu memantau ruang panel.

Tugas dedi, bapak dan para kru nya sedang memegang Hand Talky untuk saling memantau keadaan masing-masing. Semua bekerja baik-baik saja sampai hal aneh yang akhirnya terjadi. Tiba-tiba dari HT bapak terdengar suara hadi menggumam
“Ada tangisan anak kecil pak” ucap hadi.
“Ha? Dimana? Siapa?”
“Iyanih, suaranya dari tangki”

Tiba – Tiba Menghilang

Lalu tiba-tiba suara hadi menghilang dan makin tak jelas. Bapak memanggil nya berkali-kali melalu HT, namun ia tak menjawabnya sama sekali. Setelah menunggu beberapa menit, semakin tak mendengar apapun dari HT nya. Akhirnya bapak menyuruh semua krunya untuk mencari hadi. Masin-masing dari mereka langsung berpencar mencari sampai berkeliling satu persatu kilang minyak demi menemukannya.
“Tidak ada, sudah dicari keseluruh ruangan tangki minyak” lapor salah satu kru.

Sontak bapak menjadi sangat panik, karena sebagi supervisor ia tentunya bertanggung jawab akan seluruh jalanna shift pada malam itu. Ia mencoba berbagai cara dan memutar otak untuk mengingat kata-kata terakhir om hadi dari HT.
“Apa mungkin? Coba cari ke tangki 109” ucap bapak.
“Tangki yang bekas kuburan itu bukan sih pak?”
“Iya benar” jawab bapak.

Saat itu juga kedua kru yang bapak perintahkan mencari kekawasan tangki 109 itu. Menurut cerita bapak, kompleks kilang minyak itu memang terkenal sangat luas dan masing-masing tangkinya berukuran besar. Setiap tangki terpisah oleh jalanan panjang dengan dinding beton dan parit. Tangki yang bapak maksud adalah tangki yang berada paling ujung dan para pekerja hampir tidak pernah melaluinya. Menurut cerita, dulunya kawasan tangki itu adalah kuburan namun sekarang telah terpakai sebagai perluasan kompleks tangki.

Mengikuti Tangisan Anak Kecil, Ternyata Bemua Rata

Setelah menunggu hampir sejam, terdengar suara dari HT nya kalau hadi telah ditemukan. Namun sikapnya sangat aneh, ia terlihat sedang duduk menyender pada kilang minyak no 109 itu. Langsung saja hadi dibawa keruang panel untuk diberi minum, seketika juga banyak para pekerja yang mengerumuni nya saat itu. Setelah minum air putih dan perasaannya lega, ia baru bercerita kalau ia melihat ada seorang anak kecil sedang jongkok edang menangis. Saat ia menanyakan kenapa, ia menunjuk kearah kilang minyak no 109 untuk minta diantarkan. Lalu ia menuruti nya dan bahkan sampai menggandeng tangan anak itu. Padahal saat itu perasaannya merinding sekali, namun ia mengiyakan ajakan anak itu. Ia berjalan tanpa melihat sekeliling, lurus sekali seperti tidak ada dinding atau bahkan parit.

Setelah sampai dan anak itu melepaskan tangannya barulah ia tersadar kalau wajah anak itu ternyata rata. Ia sangat kaget, tubuhnya seketika lemas dan tak bisa berbicara apapun. Ia bilang sempat berbicara sempat berbicara, tapi saat anak itu tiba-tiba masuk kedalam kubangan air dan bermain tiba-tiba ia kehilangan HT. Saat itu juga ia terus melambaikan tangannya untuk mendekatinya.

Semua orang hanya terdiam setelah mendengar ceritanya dan membayangkan sosok anak kecil bermuka rata yang bermain air sambil melambaikan tangannnya itu. Selesai bercerita, tiba-tiba dari salah satu HT kru terdengar suar]a anak kecil menangis. Semua orang terkejut dengan wajh mereka yang tiba-tiba pucat.

Baca Juga : Teror Hantu Kepala Buntung Kepada Tiap Orang Yang Melihatnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *