Loading

Azkia melihat mbak ajeng yang tiba-tiba terlihat menggendong bayi dan keponakannya tiara sering bicara bersama teman khayalan nya pada waktu-waktu tertentu. Setelah lulus SMA pada tahun ini azkia mendapatkan pekerjaan. Pekerjaan barunya mengharuskan ia untuk masuk kerja sebelum jam tujuh pagi. Jika ia menempuh perjalanannya dari rumah bisa sampai dua jam dari kantor ia bekerja.

Karena hal itu, dika sepupu dari azkia dan istrinya ajeng menawarkan ia untuk tinggal bersama dalam beberapa waktu bersama anaknya yang bernama tiara. Satu hari sebelum bekerja azkia datang kerumah dika untuk menaruh barang-barangnya.

Rumahnya tak terlalu besar namun sangat rapih sekali, mba ajeng memang terkenal orang nya yang cukup apik dan tentu ramah. Sebenernya hal yang azkia rasakan saat pertama kali masuk kerumah adalah sedikit hawa dingin yang lumayan aneh. Tapi karena azkia tidak pernah merasakan hal-hal mistis terjadi padanya, ia tak terlalu mempermasalahkannya.

Baca Juga : Anak Introvert Yang Diganggu Oleh Penghuni Kamar Kosong

Benda Yang Kerap Kali Terjatuh Sendiri Tiap Malam

Sampai pada suatu hari, azkia selalu menata rapih skincare nya pada meja rias. Tidak ada angin atau senggolan dari benda lain tiba-tiba saja beberapa krim siang dan malam itu jatuh dan pecah dengan sendirinya. Kejadian ini tak hanya terjadi satu kali, namun beberapa kali ini sering sekali benda tiba-tiba jatuh sendiri. Bahkan beberapa benda yang jatuh ini kerap terlihat secara langsung oleh mata kepala azkia sendiri.

Hal aneh lain pun sempat terjadi, suatu pagi pukul setengah 7 pagi mbak ajeng setengah meneriaki azkia karena kesiangan untuk pergi bekerja. Azkia langsung bangun dan cukup terkejut, karena pukul setengah 7 dia sudah harus berangkat. Dengan kekuatan super kilat ia bersiap-siap untuk bekerja walaupun setengah mengantuk masih mendera matanya. Ia membuka pintu dan melihat ajeng sedang berdiri didepan kamar azkia.
“Makasih mbak.” ucap azkia.

Sambil berlari azkia melihat dengan jelas namun sekilas kalau ajeng saat itu sedang menggendong seorang bayi pada tangan kirinya dan segelas air pada tangan kanan nya. Karena terburu-buru ia tak sempat bertanya lebih lanjut lagi apa yang telah ia lihat. Selama perjalanan azkia terus berpikir, siapa bayi yang berada pada tangan mba ajeng saat itu? Padahal ia hanya punya anak perempuan berumur 5 tahun, dan mba ajeng juga sedang tidak hamil. Mungkin saja itu adalah anak kakaknya yang sedang ia gendong dan sengaja ia ajak kerumah, karena kudengar kakanya beberapa minggu ini baru saja melahirkan. Yang ia kenal, kakak ajeng adalah seorang guru pns dan bisa saja bayinya ia titipkan sementara kepada mbak ajeng. Begitulah yang ada pada batin azkia kala itu.

Bayi Siapa Yang Ajeng Gendong ?

Saat pulang kerja, azkia kembali teringat akan bayi yang ajeng gendong tadi pagi itu. Ia menghampiri ajeng yang sedang melipat baju. “Tadi pagi bayi siapa yang ia gendong? Bayi nya mbak riri ya?” ucap azkia pelan.

Mendadak sorot mata ajeng seperti terkejut dan ketakutan, sontak ia memeluk azkia dengan erat dan mengatakan. “Bayi, bayi, bayi apaan sih az. Mbak engga gendong bayi dari tadi pagi, mbak riri juga lagi pulang kerumah mertuanya.” Azkia yang mendengarnya pun kaget setengah mati dan mereka pun saling peluk ketakutan. Semenjak itu, ajeng menjadi lebih berterus terang dengan hal-hal aneh yang sering ia alami. Lalu sontak azkia teringat akan kejadian kosmetiknya yang sering jatuh sendiri tiap malam.

Teman Khayalan Tiara

Keesokannya saat weekend, azkia yang mendapat libur dua hari pulang kerumahnya da bertemu dengan pakde nya yang bernama pakde andi. Pakde didi memang terkenal bisa melihat makhluk halus dan kesan kejawen sangat melekat pada dirinya. Azkia dan pakde andi sempat berbincang menceritakan kesibukannya masing-masing. Pakde didi tiba-tiba bertanya perihal “Gimana kamu tinggal bersama dika dan istrinya, baik-baik aja kan?”
“Hehe, a-a-aman kok pakde” jawab azkia sedikit gagap.
“Belakang meja riasmu ada tangga kan?” sambung pakde andi.

Azki mengangguk keheranan, jelas-jelas rumah dika baru saja ia tempati satu tahunan ini dan pakde didi belum pernah kesana sama sekali.
“Iya pakde, tapi tangga itu mengarah ke lantai atas untuk tempat menjemur baju. Jadi jarang orang-orang lewat situ” jelas azkia.
“Ada sosok anak perempuan yang telah tinggal lama”
Menurut pakde, tangga menuju jemuran itu tinggal seorang anak kecil perempuan yang sangat suka lompat-lompatan dan agak usil. Dan akses paling dekatnya adalah pada kamar azkia tentu saja, namun ia paling suka dengan ajeng. Yang paling mengejutkan, selama ini sosok itu adalah teman khayalan tiara.

Azkia sontak terkejut dan mengingat-ngingat hal yang pernah ia lakukan dengan tiara, beberapa waktu lalu. Tiara sedang bermain sendiri, tiba-tiba berkata “Kamu kemana aja sih? Sini duduk, kita main boneka aja” danĀ  “Aku pokonya gamau jadi putri, aku mau jadi ratu aja!”
“Tiba-tiba aku menjadi ingat semua hal ganjal ini. Apalagi perihal kosmetik ku yang sering jatuh sendiri tiap malam, dan sempat juga tiba-tiba tiara masuk kekamar ku dengan terkiki geli”
Selama ini azkia memang tidak pernah berpikir aneh-aneh tentang tiara yang memiliki teman khayalan. Yang azkia tahu selama ini tiara sering berteriak dan mengucapkan hal-hal aneh hanya skenario-skenaarioannya saja dalam permainan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *