Loading

Apakah jalan terakhir dari kemiskinan adalah tergoda oleh pesugihan? Hidup dalam kemiskinan memang bukanlah harapan dari setiap orang. Orang yang mengalami hidup dalam kepahitan tersebut bahkan bisa saja mengambil tindakan diluar batas demi mendapatkan banyak uang untuk melanjutkan hidup.

Dadang sudah muak sekali mendengar para penagih hutang yang setiap waktu mengetuk rumahnya. Bahkan ia sampai hafal kapan saja waktu-waktu para penagih hutang akan datang. Dengan itu, ia akan sigap untuk pergi dari rumah atau sekedar bersembunyi pada rumah tetangga yang masih akan membantu nya.

Dadang adalah seorang anak yang telh terlantar oleh ayahnya sendiri yang sekarang pergi entah kemana. Ayahnya adalah seorang penjudi berat dengan hutang nya yang banyak, bahkan bukan hanya 1-2 orang. Tetangga nya pun tak luput dari korban hutang ayahnya. Dan ibunya telah meninggal sejak dadang masih sangat kecil, ia hidup tanpa kasih sayang orangtua. Karena hal itu, pikiran dadang menjadi buntu untuk mendapatkan uang. Ia sempat berpikir untuk melakukan ritual pesugihan, sebenarnya sudah lama ia memiliki pikiran seperti itu. Ia masih memikirkan tuhan selama ini, namun kali ini pikirannya sudah tak sejernih biasanya.

Baca Juga : Lagenda Sumur Angker 7 DI Puncak Gunung Karang Banten

Keadaan Yang Semakin Mendesak Dan Tergoda Oleh Pesugihan

Akhirnya dadang bertekad untuk mengunjungi salah seorang dukun sakti dari tetangga desanya. Ia membawa semua uang yang ia miliki dan langsung menemui dukun itu. Sesampainya, ia menceritakan semua keluhan dan apa maksud kedatangannya. Setelah mendengar semua keinginan dadang, sidukun memberikan syarat untuk menyiapkan uang untuk kebutuhan ubarampe yang akna ia perlukan dalam proses meditasi didalam gua. Gua yang sangat terkenal sebagai tempat upacara untuk meminta pesugihan daerah setempat.

Ia berpesan, walaupun uang yang akan ia dapatkan sangat mudah namun dalam menjalankan syaratnya belum tentu semudah mendapatkannya. Tapi dadang tetap bersikeras bahwa apapun syarat ia akan siap menyediakannya. Si dukun berkata, yang terpenting adalah keteguhan hati dan mental dari dalam diri bukan hanya melulu tentang syarat. Dengan mantap, ia menganggukan kepalanya demi hasil ia akan menjadi kaya raya lewat jalur pesugihan model apapun.

Sampai pada malam Jumat Kliwon, seusai arahan dari si dukun ia pun berangkat menuju gua yang biasa terpakai si dukun untuk bersemedi nya. Gua itu begitu gelap dan sangat sepi, dadang berpikir saat semedi ia tidak sendirian. Saat masuk ia tersambut oleh bau anyir yang menusuk dengan suasana lembap yang membuatnya hampir muntah. Sangat tidak nyaman sekali untuk indera nya, tapi dadang selalu membayangkan hutang-hutang ayahnya selama ini. Mulai lah si dukun membakar kemenyan dan menyiapkan seluruh sesajen yang telah ia bawa. Dadang sempat ragu untuk memulai semedi pesugihan ini, tapi semua keraguan itu langsung ia tepis.

Genderuwo Menyeramkan Yang Meminta Tumbal Manusia

Dadang langsung fokus dan khusyuk dalam semedinya, niat nya sudah sangat kuat dan tetap tergoda oleh pesugihan itu. Tiba-tiba saja ia mendengar ada suara kuat yang memanggil-manggil dadang. Ia sempat kaget dan takut, namun ia harus tetap tenang dan membuka pelan-pelan matanya untuk melihat siapa sosok yang memanggilnya.

Saat membuka mata, jantungnya seakan berhenti berdetak. Ia melihat sosok genderuwo mengerikan yang sangat besar berdiri tepat di depannya. Wajahnya berlumuran darah dengan giginya yang penuh taring, sampai ia melihat genderuwo tersebut sedang menggapapai suatu benda dan langsung menggigitnya. Benda apa yang ia gigit kala itu? Itu adalah sepotong kaki manusia. Dan si genderuwo tersebut langsung berkata kepada dadang “Aku minta tumbal seorang manusia jika kamu mau kaya raya. Jika tidak ada orang yang bisa kamu sajikan kepada saya, maka keluargamu yang akan saya cabik-cabik seperti ini nantinya”

Belum saja dadang sempat menjawab, dadang langsung tersadar dan lari terbiri-birit dari gua yang gelap itu. Ia teringat perkataan dari sang dukun kalau sosok yang akan ia temui bukanlah setan sembarangan. Si dukun meneriaki dadang agar ia tidak berlari namun dadang hanya mmnegabaikannya saja. Dadang langsung menyalakan motor dan gaspol meninggalkan gua menyeramkan itu dan membuang jauh-jauh pikirannya untuk melakukan pesugihan. Genderuwo yang melihat dadang hanya tertawa terbahak-bahak sambil lanjut menikmati tumbal yang sedang ia makan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *