Loading

Teror hantu kepala buntung itu hanyalah ketakutan manusia melihat sosok yang tak utuh berada dihadapannya. Pakdhe yang kami kira memetik cabai malah sedang memegang kepalanya sendiri digenggamannya.

Bukannya Setelah melihat lehernya yang penuh darah saya berlari kencang menuju kandang, terlihat sudah terlebih dulu sepupu saya kabur. Rasanya seperti jantung loncat kebawah kaki, pengalaman macam apa petang-petang begini melihat hantu kepala buntung. Kami terus berlari sekuat tenaga mengindari hantu tersebut. Sambil mengatur lagi nafas dengan memperlambat lari kami, sepupu saya mengatakan “Tuhkan, aku bilangin batu sih. Udah tau kalau dia itu bukan orang!”

Saya hanya cepat-cepat mengiyakan perkataannya dan kembali berlari. “Emang kamu lihat juga bentuknya?” tanyaku penasaran sambil berlari. Dengan suara lirih ia mengatakan kalau ia bilang “Pakdhe itu gak punya kepala mas” tapi seakan-akan tertutup rapat telinganya, Saya tak mendengar apapun dari mulutnya keculai hnaya menghindari orang itu saja. Andai saja tahu kalau ia adah hantu tanpa kepala, mana mungkin mau memeriksa nya lagi.

Saat kami berdua hampir mati dengan ketakutan, tiba-tiba bapak muncul dari pintu samping sambil memegang ayam pada tangannya. “Aduh, Bapak ngagetin aja, kirain..” dengan segera sepupu saya menutup mulut saya. Bapak terlihat sangat bingung dengan keberadaan kami yang tiba-tiba dan kelakuan yang cukup aneh. “Kalian ngapain tiba-tiba kesini?”

Sambil menelan ludah dan menarik nafas “Itu pak kata ibu, bapak dapat undangan kenduri dari tetanggga sebelah pas habis maghrib. Bapak jangan malam-malam pulangnya”. Setelah mendengar perkataan kami, bapak langsung menemui temannya pak trisno untuk izin pulang duluan karena mau menghadiri kenduri tetangganya.

Melihat Teror Hantu Kepala Buntung

Selanjutnya bapak mengajak kami berdua pulang bersama, kami berdua berjalan sambil berdempetan. Hal yang cukup aneh, melihat kami bapak bertanya “Kalian ini kenapa sih?” . Sebelum sempat menjawab, sepupu saya sudah terlebih dahulu menjawab “Hahahaha, kita gapapa kok pakdhe”

Belum sempat mencapai motor, sekelibat kami kembali melihat punggung dari sosok Hantu Kepala Buntung itu. Sontak kami berdua berlari kencang menuju motor dan dengan segera juga bapak mengejar kami yang sedang berlarian. “Ceritanya sampai rumah saja yah”

Bapak langsung menyalakan motornya dan kami bertiga pun pergi pulang sambil ngebut pulang. Sampai rumah, bapak hanya tertawa setelah kami berdua ceritakan soal sosok itu
“Jadi hantu itu beneran ada ya?” tanya bapak.
Katanya sebelum bapak kerja, ada orang yang keluar pada hari pertama kerjanya karena melihat sosok itu sedang memasak didapur pondok. Pas ketemu penjaga kandang ia sedang memasak, dan sekarang ia sedang memetik cabai. Reson bapak kembali membuat suasana yang mulanya merinding menjadi kembali mencari “Hantu itu cukup rajin juga, jadi penasaran setelah ini kalau ia ketemu orang lagi mau ngapain ya?”

Baca Juga : Hantu Kepala Buntung Pemetik Cabai Setan Di Kebun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *