Loading

Cerita Horor – Suara bel, langkah kaki sesorang dan ketukan pintu ini ternyata ulah sosok hitam besar yang mampu menembus tembok. Belum selesai soal suara bel kini “Tap, tap, tap!” suara langkah kaki misterius terdengar. Suaranya tepat dibalik jendelaku ini, seperti ada seseorang diluar. Suasana kian mengerikan rasanya, untuk membuka ponsel saja aku tak cukup berani. Takut cahayanya terlihat sampai luar dan berpikir kalau orang yang berada diluar akan semakin menggila untuk menakut-nakutiku. Sangking ketakutannya, lama kelamaan akhirnya aku tertidur. Dua jam kemudian tepat jam tiga, aku kembali terbangun akibat bel lagi dua kali dan juga suara langkah itu masih ada. Namun aku tak sama sekali mendengar suara gerbang terbuka, bagaimana caranya orang bisa masuk teras?

Aku tak bisa tertidur lagi sampai adzan shubuh akhirnya berkumandang. Bude terbangun untuk shalat shubuh dan membuka semua jendela agar udara pagi masuk kedalam rumah. Aku langsung keluar menghampiri bude dan melihat dengan jelas saat bude membuka pintu rumah, jelas terihat kalau gerbang pintu terkunci gembok. Tak ada siapapun juga diteras.
“Kenapa kamu del?” tanya bude.
“Itu bude, semalaman aku gabisa tidur gara-gara dengar suara bel yang berturut-turut bunyi sampai jam 3 pagi” jawabku ketakutan
“Loh, tapi bel nya sudah tidak bunyi. Nih coba kamu pegang” segera bude mengarahkan tangaku untuk memencet bel itu.

Selama Ini Adalah Ulah Sosok Hitam Besar

Benar saja, bel itu tak berbunyi sama sekali. Aneh sekali. Aku merasa semakin berdebar sebenarnya hal apa yang selalu menggaggunya tiap malam. Akhirnya bersama bude aku memutuskan untuk berjaga bersamanya dan kali ini ia kusuruh tidur bersamaku. Menunggu sampai pukul setengah satu malam, suara bel tak berbunyi namun tiba-tiba saja suara anjing yang sudah lama tak kudengar itu kembali lagi. Suaranya persis berada depan teras rumah. Bude mengintip sedikit dari kamar untuk melihat keadaan diluar namun tak ada apapun dan siapapun. Suara itu hanya terdengar sekali, sampai satu jam kemudian mulai terdengarlah suara langkah kaki manusia. Langkah berat dan pelan dan kali ini bukan suara bel melainkan orang yang mengetuk pintu.”Tok, Tok, Tok!”

Bude kali ini juga ikutan merinding sama denganku, ia mengumpulkan keberanian untuk mengecek nya dari jendela kamarku. Nyatanya tak ada siapapun, kami diamkan beberapa menit sampai tiba-tiba muncul sebuah bayangan dari korden kamarku. Seperti sosok laki-laki tinggi besar melewati jendela kamarku, aku dan bude merinding setengah mati. Kami berdua langsung membangunkan pakde untuk mengeceknya keluar dan ia bergegas keluar membuka pintu. Tak sempat terkejar, hanya tersisa sekelebat bayangan hitam terlihat sedang menembus tembok keluar dari teras. Karena lampu teras yang cukup terang, jadi bayangan hitam itu sangat jelas terlihat.

Baca Juga : Sosok Ibu Misterius, Bayar BPJS Tiap Malam Jumat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *